The Endless System

The Endless System
Ch 35 — Gadis Naga


__ADS_3

Setelah menangkis serangannya, Tohrei tersenyum tipis.


“!” Tohrei mengerahkan skillnya.


Seketika, waktu melambat akibat skill time slow. Setelah itu, Tohrei dengan menggunakan kepalan tangannya dia memukul keras naga itu.


Setelah pukulan dilancarkan waktu berjalan kembali. Akibat pukulan Tohrei, naga itu terpental mundur hingga menabrak tembok besar wilayahnya. Asap puing-puing menutupi naga itu sehingga sosoknya tak lagi terlihat.


“Ah! Sial! Aku malah menghancurkan temboknya!” Tohrei segera pergi ke arah sana.


Setibanya disana asap puing-puing sudah agak mereda, namun dia sama sekali tidsk menemukan naga itu.


“Dimana naga itu?” Tohrei terus menerus mencari namun tidak mendapat hasil.


Akan tetapi dia menemukan sosok lain selain naga itu. “Ini..., seorang gadis kecil?” Tohrei menemukan seorang gadis kecil yang tak sadarkan diri diantara puing-puing.


Dia terlihat seperti berumur 13 tahun. Dia memiliki rambut hitam sekelam malam.


“Hm..., dia sangat cantik kupikir...” Gumam Tohrei.


“Tidak! Tidak! Apa yang kupikirkan?! Sistem siapa gadis ini?” Tohrei segera bertanya kepada sistem.

__ADS_1


[Biaya : 10 Poin Tukar.]


“Tukarkan.”


[Memuat Informasi....]


[Informasi ditemukan]


[Gadis itu adalah sang naga bulan yang sebelumnya anda kalahkan. Dia pingsan dan kehabisan tenaga sehingga berubah ke wujud humanoid yang tidak memakan terlalu banyak energi.]


“Jadi gadis ini adalah naga bulan kah? Yah dalam banyak cerita ini memang sering terjadi sih. Seekor naga berubah menjadi gadis imut...,”


“Jadi apa yang harus kulakukan? Ku bawa dia ke kediamanku atau kulempar saja dia dari wilayahku?”


—Sesampainya di kediamannya—


“Selamat pagi tuan Tohrei.” Para monster yang saat ini sedang membangun menyapanya yang sedang berjalan ke kediamannya. Ketika mereka melihat sosok yang digendong Tohrei, mereka merasa ngeri dan tak berani terlalu lama menatap.


“Selamat pagi juga.” Tohrei membalas sapaannya.


‘Kenapa dengan mereka semua?’ Tohrei merasa aneh dengan tindakan mereka yang langsung mengalihkan pandangan.

__ADS_1


Sejauh mata memandang, bangunan-bangunan yang sedang dibuat tertata rapi. Sepanjang jalan para monster menyapa Tohrei dan begitu pun sebaliknya, Tohrei juga menyapa balik mereka. Namun para monster segera mengalihkan pandangan begitu merasakan kehadiran gadis kecil di gendongannya.


Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya Tohrei sampai ke kediamannya. Di gerbang dia bertemu dengan Reikami yang sedang berjaga.


“Selamat pagi tuanku, apa yang anda lakukan secara tiba-tiba pergi?” Reikami sebelumnya sekilas melihat Tohrei pergi dengan kecepatan tinggi.


“Tetapi yang lebih penting, maaf jika saya lancang, apa anda tahu makhluk apa yang anda bawa itu?” Reikami melirik ke gadis kecil yang Tohrei gendong. Dia berkata dengan sedikit berkeringat dingin.


“Oh? Dia adalah naga yang ku kalahkan lalu kupungut. Aku tidak menyangka naga bisa berubah menjadi manusia seperti ini.” Tohrei membalas dengan santai.


“Anda memungutnya? Dengan kekuatan yang dimiliki tuan seharusnya saya tidak heran, tetapi tetap saja saya terkejut. Jadi mengapa anda membawanya kesini tuanku?”


“Tak ada alasan khusus, aku hanya merasa kasian membiarkannya disana. Jika kubiarkan dia pergi maka dia akan balas dendam, maka kubawa saja kesini.” Tohrei menjawab.


“Kau bisa istirahat terlebih dahulu Reikami, orang lain bisa menggantikanmu untuk sementara.” Reikami berjaga semalaman disana dan itu membuat Tohrei khawatir.


‘Yah walau sepertinya kupikir tidak ada gunanya toh Reikami itu monster S rank.’


“Saya baik-baik saja tuanku, anda tidak perlu mengkhawatirkan saya. Saya akan lanjut berjaga.”


“Yah..., jika kau bilang begitu maka baiklah. Jika kau lelah kau bisa serahkan pada yang lain.” Tohrei berjalan masuk ke dalam kediamannya.

__ADS_1


‘Sekarang, akan kuapakan dia? Sepertinya ku kurung saja dia untuk sementara.’


__ADS_2