
“Apa tujuan kalian kesini?” Urashia bertanya dengan penuh ketenangan sambil masih menangkis serangannya.
‘A...apa?! Pedangku dihalau hanya dengan tangan kosong?! Sungguh tidak mungkin!’
“Hei kau ini tuli ya? Bukankah Mizuhara menyarankan untuk memeriksa terlebih dahulu? Dan kau asal serang? Kau ini bodohnya kerterlaluan.” Mayumi menghampiri Kazuya dan memukul kepalanya.
“Aduh! Hei?! Memangnya apa masalahnya?! Sekarang kita sudah memastikannya! Dia pasti iblis!” Kazuya melawan perkataan Mayumi.
“Hah..., ternyata kau bukan hanya tuli, tetapi juga buta. Kau tidak lihat baik-baik orang yang menangkis seranganmu?” Mayumi menoleh ke arah Urashia.
Urashia sudah mundur sedari tadi, tak ada gunanya dia terus menahan serangan Kazuya.
Kazuya baru menyadari bahwa di atas kepala Urashia terdapat telinga hewan, yang menandakan bahwa dia adalah beastman dan bukan iblis.
“Ah! Aku baru menyadarinya! Dia adalah beastman!” Kazuya tersentak.
“Hei apa yang terjadi?” Mizuhara menghampiri mereka sambil membawa tongkat sihirnya. Mizuhara berperan sebagai penyihir dalam Hero Party.
“Aku tidak tahu kalian siapa tetapi kalian tidak akan kuampuni setelah mengusik wilayah ini!” Urashia memukul tanah dengan keras. Tanah seketika meninggi dan menyerang para pahlawan.
“Menghindar!” Mayumi memerintahkaj yang lain untuk menghindar. Mereka dengan cepat segera menghindarinya kecuali Mizuhara. Karena Mizuhara memiliki mobilitas yang rendah maka Mayumi harus menarik Mayumi agar dia terhindar oleh serangan. Akibat serangan Urashia, asap sedikit mengebul.
“Karena sudah begini maka kita harus menyerang juga! Kita bentuk formasi!” Mayumi memimpin mereka.
“Tidak akan kubiarkan!” Urashia menggunakan kemampuannya, tanah tempat ketiga musuhnya berpijak secara tiba-tiba menghilang dan terganti oleh sebuah lubang besar yang di dasar lubang itu terdapat duri tajam yang siap menusuk mereka.
__ADS_1
“Mizuhara gunakan skillmu!” Mayumi menoleh ke arah Mizuhara.
“Tentu saja! ” Tongkat sihir Mizuhara bercahaya dan begitu saja ketiganya dapat melayang sebelum mencapai dasar lubang.
Sementara itu Urashia juga masuk ke dalan lubang sambil melesatkan pukulan ke arah mereka.
“Apa dia sudah gila?! Dia juga menjatuhkan dirinya?!” Mayumi tak habis pikir melihat tindakan Urashia.
‘Akan tetapi, melihat kemampuannya sepertinya dia mampu memanipulasi tanah, jadi bukanlah masalah baginya jika harus masuk ke lubang yang ia ciptakan sendiri.’ Batin Mayumi.
“Kazuya tahan dia!”
Kazuya menggunakan pedangnya untuk menangkis pukulan Urashia. Akan tetapi hasilnya buruk, pukulan Urashia membuat Kazuya jatuh ke dasar lubang. Sihir yang membuatnya melayang seolah tidak berguna untuk menghentikan laju jatuhnya.
Urashia juga mampu melayang, dia berdiri tanpa pijakan sama seperti mereka.
Dilain sisi, Kazuya yang tidak bisa menghentikan laju jatuhnya segera menancapkan pedang besarnya ke dinding tanah. Lajunya pun berhenti dan dia bernapas lega. Sekarang dia berusaha untuk naik ke atas.
Pedangnya mampu ditangkis dengan mudah oleh Urashia menggunakan lengannya. Ia menyerang balik menggunakan tangan kirinya.
Sebelum serangannya mengenainya, Mayumi segera bergerak mundur dan menyerahkan serangan selanjutnya kepada Mizuhara.
Begitu Mayumi mundur, Mizuhara menyerang menggunakan sihirnya. “!” Bola api sebesar bola basket melesat ke arah Urashia.
Diluar ekspetasi mereka, Urashia melenyapkan bola apinya dengan cara mengepalnya dengan tangannya.
__ADS_1
“Dia melenyapkannya?!” Mizuhara terkejut melihat sihirnya lenyap hanya dengan kepalan tangan.
“Jangan terkecoh!” Mayumi melesatkan serangan. Bagi seorang ahli pedang sepertinya, menyerang di tempat yang tak memiliki pijakan sangatlah sulit.
"!” Mayumi melesatkan ratusan tebasan ke arah Urashia dalam waktu singkat. Urashia berusaha menghindarinya secepat mungkin.
“Mayumi mundurlah!” Mizuhara memanggil Mayumi. Lingkaran sihir tercipta di bawah Urashia. Dari lingkaran sihir itu keluar serangan laser yang besar. Wujud Urashia hingga tidak terlihat.
“Jangan sampai membunuhnya, kita butuh informasi darinya.”
“Tenang saja, aku tidak akan membunuhnya kok.” Kata Mizuhara.
“Keputusan yang salah, kau harusnya menyerang dengan kemampuan tertinggi. Yah, walau melakukannya, itu tidak akan merubah apapun.” Suara Urashia terdengar. Laser perlahan lenyap, akan tetapi mereka melihat Urashia masih dalam keadaan yang utuh.
“Ap—?!” Mereka tersentak kaget. Namun belum selesai merespon, mereka secara tiba-tiba terikat oleh tanah dan tidak bisa melepaskan diri.
“Kalian tetaplah diam disitu. Jika pun kalian bergerak, tindakan itu tidak akan melepaskan kalian.”
“Mizuhara! Mayumi! Aku akan segera menyelamatkan kalian.” Kazuya datang, dia dengan sigap melesat menyerang Urashia dari sisi kirinya. Serangannya dilapisi oleh aura yang tebal. Jika terkena maka akan mengeluarkan dampak yang sangat besar.
Akan tetapi, pedangnya dengan begitu mudah ditangkap Urashia. Urashia melempar Kazuya beserta pedangnya ke dinding tanah. Seketika ia terhantam begitu keras.
“Agghh!” Kazuya mengerang kesakitan ketika menghantam dinding tanah.
“Ah, aku teringat, seharusnya Honey sebentar lagi datang.” Honey yang ia maksud adalah Tohrei.
__ADS_1
“Kalian tetaplah disitu hingga Honey datang, hidup kalian ada ditangannya.”