
Tohrei harus menggunakan speaker dan mikrofon karena jumlah pendengar disini sangat banyak. Bisa saja suaranya tidak akan terdengar.
“Disini aku hanya ingin memberitahu, kalian yang enggan menjadi pengikutku diperbolehkan pergi. Namun dengan syarat kalian tidak boleh menginjakkan kaki di wilayahku.” Tohrei berbicara dengan menggunakan mikrofonnya.
“Yang ingin menjadi pengikutku berbicaralah! Aku hanya butuh pengikut yang setia.” Tidak ada yang angkat berbicara, namun tak lama ada yang angkat bicara.
“Kami bersedia menjadi pengikut setia.” Yang angkat bicara adalah blessing goblin yang sebelumnya diserbu oleh chaos goblin. Itu bukanlah blessing goblin yang pertama ia temui. Dia sepertinya mewakili blessing goblin yang lain.
Dengan begitu, Tohrei menggunakan switch untuk memindahkan mereka kesini. “Apakah ada lagi?”
“Aku bersedia.” Salah satu kobold mengangkat tangan, dia adalah sang raja kobold. Sesaat setelah itu kobold lain mengangkat tangan.
Tohrei memindahkan mereka kesini dan mencari lagi yang bersedia menjadi pengikutnya. “Aku tak ingin berlama-lama, cepatlah berbicara jika ingin menjadi pengikutku.
Setelah itu seekor basilisk berbicara. “Aku, aku bersedia menjadi pengikutmu.”
“Kau ingin menjadi bawahannya? Sungguh?! Apa yang kau pikirkan?!” Basilisk lain tidak tahu alasan mengapa dia lebih memilih menjadi pengikutnya daripada bebas.
__ADS_1
“Kekuatannya lebih besar dariku, tetapi bukan itu intinya. Aku memilih menjadi pengikutnya karena aku melihat sosok yang hebat dalam dirinya dan aku ingin berada dibawah sosok itu.” Dia dengan serius mengungkapkannya. Para basilisk lain terdiam sesaat.
“Aku juga merasa begitu.” Beberapa basilisk berpendapat sama.
Kemudian beberapa monster memutuskan berniat menjadi pengikut Tohrei. Mereka dipindahkan ke tempat yang sama dengan para kobold dan blessing goblin. Walau yang ingin menjadi pengikut Tohrei cukup banyak, yang tidak ingin menjadi pengikut Tohrei juga sama banyaknya.
“Jadi, kalian yang tidak ingin menjadi pengikutku tahu kan apa yang akan kalian dapat?”
“Kalian akan diusir.” Tohrei dengan menggunakan switch dan area detection memindahkan para monster yang menolak ke luar wilayahnya.
“Tuanku, mengapa anda membiarkan hidup mereka yang menolak?” Ifrit yang penasaran bertanya.
“Sekarang, untuk kalian, aku akan membawa kalian untuk menguji kesetiaan kalian.” Tohrei melirik ke para monster yang ingin menjadi pengikutnya.
“Kalian jangan ribut ya.” Tohrei mengalihkan pandangannya ke arah para bawahannya. Kemudian ia memindahkan dirinya sendiri dan para monster itu ke tempat lain.
***
__ADS_1
“Sekarang, kalian bilang berniat untuk menjadi pengikut setia ku bukan?” Setelah berpindah dengan speaker dan mikrofonnya.
“Kalau begitu apa kalian bersedia untuk menjadi pengorbananku jika itu adalah perintahku?” Tohrei beralih ke wajah serius.
Mereka nampaknya sudah yakin, mereka sudah membuat keputusan ini maka tidak ada jalan. Mereka pula yakin jika mereka dikorbankan maka mereka tidak lah sia-sia. Mereka menjawab bersedia kepada Tohrei.
“Maka mari buktikan.” Tohrei dengan skill creation dan hyper telekinesis menciptakan serta mengendalikan ratusan besi tajam.
“Korbankan darah kalian untukku!” Ratusan besi tajam itu jatuh menghujani mereka. Dari lubuk hati mereka entah mengapa tidak ada rasa penyesalan. Mereka dengan tulus mengikuti perintah Tohrei.
Namun, tepat sebelum salah satu besi tajam menancap, Tohrei menggunakan time slow dan dengan cepat melenyapkan semua itu. Waktu ia normalkan kembali.
“Eh? Tidak terjadi apa-apa.” Para monster membuka mata karena kebingungan akan besi tajam yang seharusnya sudah menancap di tubuh mereka. Kini besi tajam itu tidak terlihat satu pun.
“Itu tadi hanya untuk menguji kalian, jika kalian bukan pengikut setia maka kalian akan langsung lari dari sini. Dan nampaknya beberapa melakukannya.” Tohrei menyadari saat beberapa dari para monster menutup mata, ada yang lari sebelum besi tajam bergerak jatuh.
Monster yang kabur sudah langsung ia pindahkan menggunakan switch. Kini adalah saatnya para monster yang setia kepadanya untuk menerima darahnya.
__ADS_1
“Nah, sekarang adalah saatnya kalian mendapatkan kekuatan. Akan kuberikan darahku kepada kalian yang setia kepadaku.” Tohrei memberikan darahnya setetes perorang.