The Endless System

The Endless System
Ch 80 — Cresil


__ADS_3

Tohrei bersama dengan yang lain berjalan pergi ke penginapan. Mereka sedikit berbincang saat di jalan.


“Tuanku, apa anda tidak merasa bahwa orang yang bernama Cresil itu nampak mencurigakan?” Tanya Ifrit pada Tohrei. Dia sedikit khawatir karena mungkin orang itu akan mengganggu rencana tuannya.


“Aku juga merasa begitu, mungkin saja lawannya tidak datang karena berkaitan dengannya.” Ujar Urashia.


“Hmp! Apapun itu, orang itu bisa kuhadapi.” Ryui berkata dengan sombong.


“Tak ada yang berbicara padamu.” Ucap Tohrei pada Ryui.


“H..ha?! Apa maksudmu?!”


“Bagaimana menurutmu Master?” Tanya Ikumi.


“Menurutku? Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku sudah punya rencana sendiri untuk mengatasinya. Yah itu karena aku sudah tahu rahasianya.” Jawab Tohrei dengan senyum santai.


“Eh Master sudah tahu rahasianya? Kalau begitu katakan Master! Katakan!” Ikumi terlihat penasaran.


“Tidak akan kukatakan sekarang.” Ucap Tohrei yang menolak.


“Eh? Kenapa?” Ikumi mempertanyakannya.


“Sudahlah Ikumi, tuan pasti punya rencana sendiri. Kita hanya perlu diam dan mengikuti.” Ujar Ifrit.


Secara tiba-tiba, Tohrei berhenti. Itu membuat yang lain keheranan. Tohrei terlihat fokus, lalu ia tersenyum tipis.


“Ada apa tuanku?” Tanya Ifrit yang bertanya mengenai alasan Tohrei berhenti.


“Ayo pergi ke arah kanan.” Tohrei mengarahkan mereka ke gang sebelah kanan.


“Tidak biasanya kita melewati jalan ini, memangnya ada apa disini?” Tanya Ryui yang tak tahu tujuan mereka melewati jalan ini.


“Heh, lihat saja.” Di tengah perjalanan mereka di gang itu, sebuah teriakan terdengar.


“B*jingan sialan! Apa perlu memakai cara kotor seperti ini?!” Terdengar suara seorang pemuda. Tohrei mengenali suara siapakah itu.


“Ada sebuah teriakan!” Ucap Ifrit yang menyadari kehadiran suara itu.

__ADS_1


Akhirnya mereka sampai ke ujung gang dan menemui dua orang yang sedang bertarung. Mereka bertarung di gang yang lebih luas dari yang Tohrei serta yang lain lewati.


“Eh? Bukankah mereka...” Ikumi mengenali dua orang itu.


“Harciest dan juga Cresil, mereka peserta turnamen seperti kita juga.” Lanjut Ifrit.


“Kalian tunggulah disini, aku akan kesana!‘ Tohrei melesat menuju ke pertarungan mereka.


Semacam asap hitam melesat dari arah Cresil ke arah Harciest. Sejak tadi Harciest kewalahan untuk melawan Cresil.


“!” Harciest menciptakan sebuah tembok besi untuk menghalangi serangan lawannya.


Asap hitam buatan Cresil tak mempan, namun Cresil kembali memberi serangan pada Harciest. “!”


Cresil melesat maju memberi serangan fatal dengan tangannya yang dilapisi kegelapan. Tembok ‘Gawat!’ besi buatan Harciest hancur dan kini serangan Cresil tinggal berjarak sedikit darinya.


Akan tetapi, disaat itu, Tohrei melesat dengan kecepatan suara dan menghentikan Cresil.


‘Apa?! Sejak kapan?!’ Cresil terkejut dengan keberadaan Tohrei yang menghadangnya secara tiba-tiba.


“Cih! Jika sudah begini maka akan ku bunuh kalian berdua sekaligus!” Cresil berdecih, dia mengeluarkan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya. Aura yang kelam nampak terlihat disekitar tubuhnya.


Tak lama, dari bayangannya keluar sesosok monster berkaki empat yang hanya berupa siluet hitam dengan sepasang mata merah.


‘Ho? Bukankah itu makhluk yang menyerangku saat itu?’ Tohrei tersenyum tipis.


“Ka..kau? Bukankah kau yang dari turnamen itu?” Harciest nampak terkejut melihat keberadaan Tohrei.


“Ya, kau sendiri juga bukannya dari turnamen itu?”


“Bagaimana kau bisa disini? Tidak, maksudku untuk apa kau menolongku?” Tanya Harciest.


“Heh, tidak juga, tujuanku kesini adalah untuk menghadapi si Cresil ini. Aku ingin lihat seberapa kuatnya dia.”


“Blaince! Serang mereka!” Perintah Cresil pada monster bawahannya.


Blaince bergerak cepat menyerang Tohrei dan Harciest dengan keempat kakinya. Namun serangannya sama sekali tidak berarti. Tohrei menangkis serangannya dengan mudah dan mementalkan Deira dengan mudah menggunakan tangannya.

__ADS_1


‘Blaince kalah? Maka akan kugunakan spell itu!’ Cresil menyiapkan sebuah mantra.


“!” Dari bayangan Tohrei dan Harciest muncul sesosok makhluk yang mencoba memerangkapnya.


Namun Tohrei segera mengalahkan makhluk itu. Harciest yang terperangkap segera Tohrei selamatkan.


‘Aku tidak bisa mengeluarkan spell ku lebih dari ini! Aku harus melapor!’ Cresil berniat kabur, dia menggunakan skill terbang untuk mencoba kabur.


‘Hoho, kau pikir kau bisa pergi dari kota ini?’ Tohrei tersenyum tipis sebelum mengaktifkan skillnya.


“!” Waktu seketika melambat, debu yang berterbangan pun ikut melambat.


Tohrei dengan santai terbang dan menghampiri Cresil. Tujuannya bukanlah untuk menangkapnya, ia memiliki tujuan lain yang menurutnya lebih menarik daripada sekedar menangkap.


“ Kau tidak bisa keluar dari kota ini, kau juga harus tetap mengikuti turnamen, juga tindakanmu sebelumnya tidak akan bisa dilakukan lagi.” Tohrei mengarahkan perintahnya pada Cresil menggunakan Regnare.


“Daripada menangkapnya, akan lebih menarik jika aku bertarung dengannya di arena nanti.”


Setelah memberi perintah itu, Tohrei kembali ke posisi awalnya dan merubah waktu menjadi normal kembali. “”


Setelah itu Cresil berhasil kabur dari tempat ini, namun dia tidak akan bisa meninggalkan kota ini.


“Hei mengapa kau membiarkannya kabur?” Tanya Harciest yang mempertanyakan tindakan Tohrei.


“Dia tidak akan kabur, dia akan kembali ke turnamen nanti.” Ucap Tohrei yang menjawab Harciest.


“Hah..., terserahlah, yang penting aku berterima kasih karena sudah menyelamatkanku.” Harciest tahu bahwa lebih baik berterima kasih daripada membuat masalah.


“Bukan apa-apa, ngomong-ngomong bagaimana bisa kejadiannya jadi seperti ini?”


“Orang itu secara tiba-tiba datang dan berkata bahwa aku harus mati. Nampaknya itu cara yang sama untuk menghilangkan musuhnya di ronde kedua.” Ucap Harciest.


“Kalau begitu berhati-hati lah dijalan.”


“Ya!” Harciest pergi melewati gang yang berbeda.


“Apa yang baru saja terjadi Master?” Tanya Ikumi. Mereka berempat menghampiri Tohrei setelah pertarungan selesai dan Harciest pergi.

__ADS_1


“Bisakah kau menjelaskannya Ifrit?” Tohrei meminta Ifrit untuk menjelaskan karena dia yakin Ifrit sudah menganalisa pertarungan tadi.


“Dengan senang hati tuan.” Jawab Ifrit sebelum menjelaskan pada yang lain.


__ADS_2