
Tohrei secara tidak sengaja menemukan chaos goblin dan blessing goblin yang saling berseteru dan blessing goblin berada dalam keadaan sekarat sedangkan chaos goblin unggul dengan jumlahnya. Maka dari itu Tohrei menyelamatkan mereka dari chaos goblin. Ia berhasil membunuh semua chaos goblin itu.
“Si ... Siapakah anda?” Salah satu blessing goblin bertanya.
“Aku? Aku Tohrei.” Tohrei menjawab dengan santai.
“Terima kasih tuan Tohrei karena telah menyelamatkan kami, entah sudah jadi apa kami jika tidak diselamatkan oleh anda.”
“Santai saja, oh ya, sepertinya kalian sedang dalam keasaan kritis, bagaimana jika kusembuhkan?” Tohrei menawarkan penyembuhan kepada mereka.
“Jika anda tidak keberatan kami akan menerimanya.”
Dengan begitu Tohrei menggunakan skill healingnya untuk menyembuhkan luka para blessing goblin.
“Sekarang akan kukatakan ini, apa kalian ingin menjadi pengikutku?” Tanya Tohrei kepada para blessing goblin.
“Dengan senang hati tuan!” Mereka mengangguk setuju.
‘Aku tidak menyangka mereka akan langsung menerimanya begitu saja.’ Tohrei tidak menyangka hal itu.
“Kalau begitu masuklah ke dalam inventory.” Itu yang ia ucapkan setelah para blessing goblin setuju menjadi pengikutnya.
“Inventory?—” Para blessing goblin seketika masuk ke dalam inventory.
“Yosh, mari lanjutkan penaklukkan.” Tohrei pergi kembali melakukan misi.
__ADS_1
Selanjutnya Tohrei menemukan kobold, monster anjing yang berwujud humanoid. Tohrei menemukan sebuah desa dengan tembok kayu, di desa itu bermukim para kobold. Di gerbang desa terdapat dua kobold yang masing-masing memegang tombak sedang berjaga.
Tohrei menggunakan switch untuk langsung muncul di gerbang. Seketika kedua kobold yang berperan sebagai penjaga gerbang langsung menghunuskan tombak mereka ke arah Tohrei. Tatapan waspada nampak terlihat di kedua mata mereka.
“Apa maumu manusia?! Pergi dari sini!” Salah satu kobold memberi peringatan.
“Pergi? Sayangnya aku tidak akan melakukan itu.”
“Jika kau masih keras kepala kami akan menyerangmu!”
“Serang aku jika kalian memang bisa.” Tohrei mencoba untuk memancing mereka.
Kedua kobold itu kesal dan akhirnya menusukkan tombaknya ke arah Tohrei. Namun secara tiba-tiba tombak kedua kobold itu lenyap membuat mereka terkejut dan tidak jadi melakukan serangan.
“Apakah ini tombak milik kalian?” Seketika para kobold mengalihkan pandangan mereka ke Tohrei. Dua kobold itu terkejut melihat kedua tombak mereka berada di tangan Tohrei.
“Bagaimana bisa tombak kami ada di tanganmu?!”
“Masa bodo! Ayo kita serang dia dengan menggunakan tangan kosong!” Kobold yang lain mencoba cara lain untuk menyerang yaitu dengan tangan kosong.
“Ayo!” Mereka melesat ke arah Tohrei.
Dua kobold itu menyerang dengan menggunakan cakar dan taring.
“Sungguh pilihan yang salah, kalian harusnya memilih untuk menyerah saja.”
__ADS_1
Ketika dua kobold itu mencoba untuk menyerang menggunakan cakar, Tohrei menanggkap kedua tangan mereka dan meremukkannya sedikit.
Itu membuat keduanya berteriak kesakitan dan mencoba mundur namun tidak bisa. Mereka hanya bisa terlutut dengan pergelangan tangan yang masih digenggam Tohrei.
“Baiklah kurasa main-mainnya sudah cukup.” Tohrei melepas pergelangan tangan kedua kobold itu dan menggunakan healing kepada pergelangan tangan mereka. Tohrei yakin mereka tidak akan menyerang kembali setelah menyaksikan dan merasakan sendiri kekuatannya.
Keduanya pun terkejut karena tangan mereka sembuh secara tiba-tiba. “Bawa aku ke hadapan pemimpin kalian, aku tidak ingin membuang-buang waktu dan ingin segera menyelesaikan misiku.” Monster-monster yang harus ia taklukan masih sangat banyak sehingga ia tidak ingin membuang-buang waktu.
Kedua kobold itu saling bertatapan sebelum mereka mengangguk seolah menyetujui sesuatu.
“Kami akan memberitahu raja terlebih dahulu untuk ini.” Salah satu kobold pergi ke dalam desa dengan niat memberitahu keberadaan dan niat Tohrei disini.
‘Raja? Apakah itu sebutan yang berlebihan untuk seseorang yang hanya memimpin desa?’ Tohrei merespon sebutan untuk pemimpin mereka.
“Usahakan lakukan dengan cepat.” Tohrei menyuruh sang kobold melaporkan itu dengan cepat.
Setelah beberapa saat, kobold itu kembali dan mengatakan bahwa dia diizinkan untuk masuk dan bertemu raja mereka.
Tohrei dikawal oleh kedua penjaga gerbang sampai ke sebuah tenda, itu adalah tempat dimana pemimpin mereka berada. Setelah sampai, kedua penjaga kemudian pamit undur diri dari sana dan kembali berjaga di gerbang.
“Jadi apa yang membawamu kesini manusia? Tidak biasanya manusia bisa berbicara bahasa kami.” Sang pemimpin kobold duduk di singgasana sederhana. Wajahnya terlihat lebih mirip serigala dibanding anjing tidak seperti kobold lain.
Apa yang dibicarakannya adalah bahasa monster yang menjadi bahasa untuk semua monster di dunia ini. Dikatakan bahwa hanya sedikit makhluk non monster yang bisa berbicara bahasa monster.
“Singkat saja, jadilah pengikutku.” Tohrei langsung menyatakan niatnya tanpa basa-basi.
__ADS_1