The Endless System

The Endless System
Ch 106 — Spirit Queen


__ADS_3

Sementara itu, di jalur Sei dan Venoire ...


Mereka berjalan tanpa hambatan, mereka tak terkena sinar menyilaukan seperti yang lain. Itu karena mereka semua telah mempunyai Magic Spirit.


Sei sebenarnya juga memiliki Magic spirit, namun itu tak diberitahu oleh siapapun kecuali Venoire.


Alasan mereka pergi ke jalur yang sama, itu karena mereka berniat pergi ke salah satu ruangan inti dari magic spirit altar.


Tanpa halangan, mereka masuk ke sebuah ruangan yang nampak sama seperti sebelumnya namun jauh lebih luas. Ruangan ini merupakan inti dari magic spirit altar. Mengapa ini disebut ruangan inti?


Itu karena berdiri sebuah singgasana besar yang terbentuk dari kristal di tengah ruangan. Alasan lainnya mereka disini karena ketika ujian magic spirit selesai, maka sang pengguna sihir yang lolos ujian akan secara otomatis akan terteleportasi kesini. Itu akan membuat Venoire bisa lebih mudah berkumpul dengan para murid.


Venoire bisa mengetahui bahwa jalur ini berisi ruangan inti adalah karena dipandu oleh magic spiritnya.


Mereka berdua terfokus ke singgasana disana. Singgasana itu nampak kosong awalnya, akan tetapi tiba-tiba saja muncul sosok seorang wanita yang duduk di singgasana itu.


“Sudah lama tak bertemu, Noire, juga Sei.” Wanita itu menyapa dengan santai pada keduanya.


“Ya, sudah sungguh lama kita tak berjumpa, tetapi ada apa anda muncul disini Ratu Spirit?” Orang yang duduk di depan mereka adalah ratu spirit, sosok yang menjadi penguasa diantara semua spirit di spirit world.


Begitu sang ratu spirit muncul, dari samping Venoire dan Sei muncul dua sosok yang merupakan spirit.


Disisi Sei terdapat ular kobra dengan kaki dan tangan layaknya manusia. Ia berlutut di hadapan sang ratu spirit. Ia adalah Poison Magic Spirit yang merupakan rekan Sei.


Sedangkan disisi Venoire, terdapat seorang bocah kecil yang terlihat seperti berumur 12 tahun. Ia berpakaian putih futuristik dan rambutnya pun putih panjang. Ia merupakan magic spirit pendamping Venoire.

__ADS_1


Sosok disamping Venoire juga ikut berlutut di hadapan ratu spirit. Sudah kewajiban bagi setiap spirit untuk hormat kepada ratu spirit.


“Kalian boleh berhenti berlutut sekarang wahai para spirit.” Ucap sang ratu dengan lembut. Dua spirit yang berlutut pun kembali berdiri.


“Kalau tak salah saat pertama kali dan sekaligus terakhir kali kita berjumpa, anda mengatakan kalau anda hanya ke dunia ini jika ada yang membuatmu tertarik kan?” Ucap Venoire.


Spirit Queen adalah sosok yang tak bisa meninggalkan spirit world. Ia harus senantiasa menjaga dunia itu. Namun ia bisa mengirim hologram untuk melihat dunia manusia akan tetapi itu sangat terbatas.


Alasan itu bisa terbatas karena hologramnya hanya bisa muncul di magic spirit altar, lalu terdapat batasan waktu untuk menggunakan hologram.


Saat ini, sosok ratu spirit yang duduk di singgasana itu hanyalah sebuah hologram dari dunia spirit.


Karena penggunaan yang terbatas, maka ia hanta muncul pada saat-saat yang membuatnya tertarik.


Venoire mengalami hal yang cukup langka sebelumnya, yaitu mendapat perhatian dari ratu spirit.


“Ya, memang ada yang membuatku tertarik hingga muncul disini. Tetapi sebenarnya aku disini untuk menyampaikan pesan yang penting.” Ucap Ratu spirit.


“Sebuah pesan penting?” Venoire nampak penasaran dengan pesan penting yang ingin ratu spirit sampaikan.


“Ya, sebenarnya aku tak menduga kalian akan datang sendiri kesini dengan membawa pengguna sihir lain. Awalnya aku ingin menyampaikan pesan ini lewat Hestize, tetapi karena kita bertemu disini kurasa akan lebih mudah.” Hestize adalah nama dari magic spirit Venoire.


Ratu spirit mampu mengenali setiap spirit yang terlahir di dunia spirit. Tak peduli seberapa banyak jumlah spirit disana, ia tetap akan mengenalinya.


“Jadi apa yang ingin kau sampaikan?” Sei sama sekali tak menunjukkan formalitas dalam kalimatnya. Ia nampak seperti tidak peduli jika yang ada dihadapannya adalah ratu spirit.

__ADS_1


“Hahaha kau sama sekali tidak berubah ya Sei.” Bukannya merasa marah, Ratu spirit malah tertawa mendengar ketidak sopanan Sei.


“Ugh saya mohon maafkan sikap tak sopan Sei Ratu ...” Perefson, magic spirit Sei memohon maaf.


“Itu tak apa, karena Sei sudah tak sabaran maka akan kuberitahu segera. Toh waktuku juga terbatas.” Ratu spirit pun lalu menjelaskan pesan yang ingin ia sampaikan.


Ratu spirit menjelaskan bahwa akan ada ancaman besar yang akan masuk ke dunia manusia. “Mesphyra, sang Evil Spirit telah tiba ke dunia ini.”


“Mesphyra? Kenapa dia bisa disebut ancaman besar ratu?” Tanya Venoire.


“Mesphyra merupakan spirit dengan sifat dan kekuatan yang sangat berbahaya. Dia awalnya telah kuusir dari dunia spirit, namun suatu ketika dia kembali namun kami berhasil mengalahkannya dan mengurungnya.” Ratu spirit lanjut menjelaskan.


Ratu spirit menduga bahwa Mesphyra melemah ketika kembali ke dunia spirit. Ketika dirinya diusir, awalnya kekuatan Mesphyra setidaknya seperempat dari milik Spirit queen.


Mesphyra pernah mengundang sedikit kehancuran di dunia spirit. Mereka hanya bisa mengusirnya dari dunia spirit karena Mesphyra tak bisa dibunuh, dia memiliki keabadian.


Akan tetapi ketika Mesphyra kembali ke dunia spirit, kekuatannya diperkirakan tak lebih dari setengah kekuatan ratu spirit.


“Namun tanpa disangka dia bisa kabur dari dunia spirit, satu-satunya tujuannya setelah kabur sudah pasti adalah dunia ini, aku tak tahu tujuannya tetapi berhati-hatilah.” Ucap ratu spirit setelah menjelaskan tentang Mesphyra.


Spirit queen punya kekuatan untuk menghancurkan dunia ini jika seandainya dia bisa berkeliaran bebas. Akan tetapi Mesphyra punya setidaknya kurang dari setengah kekuatan spirit queen, itu saja sudah bisa membawa kekacauan pada dunia manusia.


“Dengan kekuatan kalian saja tak cukup menghentikannya, Venoire. Tetapi tentang saja, kuyakin akan ada yang bisa mengatasi Mesphyra dan aku sudah tahu siapa orangnya.” Spirit queen mencoba untuk tidak membuat Venoire dan yang lain cemas serta panik.


“Memang siapa yang bisa mengatasi monster seperti itu?” Venoire tentu penasaran.

__ADS_1


“Itu ... aku tak mau ku beritahu hehe. Akan lebih seru jika kau tak mengetahuinya Venoire.”


“Hah ... jika itu yang dikatakan ratu spirit maka saya akan diam.” Venoire hanya bisa menghela napas.


__ADS_2