The Endless System

The Endless System
Ch 138 — Mencari Kandidat


__ADS_3

Perpustakaan, tempat tersebut sangat lekat dengan apa yang disebut pengetahuan. Tujuan dari pendidikan adalah mendapat pengetahuan, sehingga sudah pasti perpustakaan merupakan aspek penting dalam hal ini.


Pendidikan merupakan sesuatu yang para rakyat Ashfriet perlukan saat ini. Maka dari itu Tohrei berencana untuk membangun perpustakaan, disamping membangun sebuah sekolah yang juga adalah hal yang dirinya perlukan.


Tohrei berkeinginan untuk membuat perpustakaan besar, dengan begitu Ashfriet sama sekali tidak kekurangan pengetahuan dari buku.


Tohrei berniat untuk membeli buku-buku dalam jumlah banyak dari sistem. Akan tetapi, sebelum melaksanakan itu, dirinya berniat mencari kandidat jenius dalam pengetahuan.


Sembari mencari kandidat, Tohrei berjalan-jalan disepanjang Ashfriet. Dirinya ingin melihat lebih perkembangan wilayah ini. Ketika dirinya sedang melakukan itu, Tohrei secara tak sengaja melihat insiden yang sedikit merepotkan.


“Woah tampaknya jalan ini cukup sibuk.” Selama dirinya lalu-lalang di sini, banyak orang yang begitu sibuk dengan pekerjaan.


Tohrei saat ini sedang menggunakan jubah agar wajahnya tidaj terlalu terlihat. Para warga di Ashfriet sangat mengenal wajahnya, sehingga jika dirinya menunjukkan wajah secara terang-terangan maka para warga akan bersujud terus-menerus di hadapannya.


Salah satunya adalah seorang orc yang sibuk mengangkut buah-buahan dengan keranjang kayu yang besar.


Akan tetapi, Tohrei melihat seorang hobgoblin berlari dengan terburu-buru hingga menabrak orc itu.

__ADS_1


“Ack?! Oi hati-hati kalau jalan!” Orc itu cukup kesal ketika melihat buah-buahan yang dia angkut berjatuhan karena tertabrak hobgoblin itu.


Tohrei membantu orc itu mengambil buah-buahan tersebut menggunakan telekinesis.


“O-oh terima kasih. Eh! Tunggu bukankah anda—?!” Tohrei menghentikan orc itu untuk mengatakan sesuatu.


“Jangan keras-keras, aku akan kerepotan jika mereka menyadarinya.” Orc itu bisa melihat siapa dirinya, yaitu Ashfriet lord, Tohrei.


“Ma-maafkan hamba,” Ujar orc itu dengan terbata-bata.


“Sebaiknya kau lanjut bekerja, aku akan pergi.”


Disamping itu, Tohrei memperhatikan hobgoblin yang sebelumnya. Tohrei bukan curiga atau apapun, tetapi merasakan keunikan dari hobgoblin itu.


Tohrei mengingat jelas bagaimana penampilan hobgoblin tadi. Kacamata bulat terpasang di wajahnya. Yang membuatnya makin unik adalah buku besar yang dia topang dengan kedua tangannya.


“Sebuah buku dimiliki oleh hobgoblin? Menarik, mari hampiri dia.” Hobgoblin itu tampak terburu-buru memang, entah ingin kemana dia tetapi Tohrei bisa mencarinya segera.

__ADS_1


Rupanya, hobgoblin itu pergi ke sebuah ladang buah stroberi yang merupakan lahan perkebunan yang dikelola Ashfriet.


“Kau sepertinya agak telat, Gobtina.” Seorang kobold wanita yang sedang menyiram tanaman menyapanya.


“Aku tidur terlalu malam jadi aku hampir telat, maafkan aku bibi.” Gadis Hobgoblin bernama Gobtina itu menggaruk kepalanya sembari menundukkan badan.


“Huft ... itu pasti karena kau sibuk membaca buku kan? Yah sebaiknya kau kurangi kebiasaan seperti itu, begadang untuk membaca buku.” Wanita kobold itu hanya bisa memaafkan Gobtina sembari menghela napas.


“Seorang hobgoblin yang suka membaca buku, ya? Dia pastinya merupakan kandidat yang cocok.” Tohrei, seperti seorang stalker, diam-diam mendengarkan mereka.


Ketika wanita kobold itu keluar, Tohrei menanyakan kapan Gobtina menyelesaikan pekerjaannya.


“Kapan dia selesai? Hm ... sekitar matahari terbenam, memang apa yang tuan Tohrei perlukan darinya?” Kobold itu menjawab, lalu bertanya.


“Aku ada urusan yang penting dengannya, ini mengenai perkembangan Ashfriet.” Ungkapnya sedikit pada wanita kobold itu.


Kobold itu heran, karena seingatnya gobtina bukanlah orang penting selain fakta bahwa dia merupakan goblin yang bisa mengenali tulisan manusia, bahkan bisa mudah memahaminya.

__ADS_1


Tetapi wanita kobold itu mengatakan bahwa dia akan menyampaikan perkataan Tohrei kepada Gobtina nanti.


__ADS_2