
“Oh? Tahap apa yang kau maksud?” Tohrei menonaktifkan skill High Vinsibility begitu skeleton pembawa gerobak pergi.
Keberadaan Tohrei dan Ikumi mengejutkan lich itu. Dia langsung merasa waspada, dia sama sekali tidak merasakan keberadaan mereka berdua sebelum Tohrei berbicara.
“Penyusup? Bagaimana keberadaan kalian tidak bisa kurasakan sama sekali sebelumnya? Apa kalian menggunakan skill khusus?” Sang lich menghentikan kegiatannya dan segera bertindak waspada.
“Itu bukanlah hal penting yang perlu kau ketahui. Lebih penting dari itu, untuk apa kristal-kristal mana ini?” Tohrei bertanya.
“Sama seperti jawabanmu, ini bukanlah hal yang perlu kau ketahui.” Sang lich meng summon dua skeleton knight.
Kedua skeleton itu setara dengan monster rank A. Penampilan mereka layaknya seorang kesatria berarmor hitam, namun bagian dalam mereka adalah tengkorak. Sang Lich waspada hingga mengeluarkan dua buah skeleton knight. Ia tahu bahwa kekuatan mereka berdua tidak bisa dianggap remeh karena bisa masuk ke dungeon ini.
Di mulut gua dungeon, terdapat penghalang, hanya orang yang memiliki kekuatan yang cukup kuat yang mampu melewati penghalang itu.
“Bunuh mereka berdua!” Titah sang lich kepada kedua skeleton knight itu.
“Kau pikir bisa melakukan itu? Tunduklah padaku! !” Tohrei menggunakan skillnya, yaitu Regnare yang mampu memerintahkan apapun yang dibawah level sang pengguna.
Seketika lich beserta dua skeleton knighr hasil summonnya tertunduk dengan paksa oleh tekanan tak diketahui.
‘Tekanan apa ini?! Aku tidak bisa berdiri!’ Batin sang lich.
“Sekarang, jawab semua pertanyaanku.”
“Tch!” Lich itu hanya bisa berdecak kesal.
“Ah iya, Ikumi, sebaiknya kau awasi pintu masuk, usir jika ada yang mencoba masuk ke sini.”
“Baik Master.” Ikumi segera melaksanakan perintah Tohrei.
“Sekarang, jawab pertanyaan tadi, untuk apa kristal-kristal mana ini?” Tohrei memiliki satu dugaan bahwa lich ini ingin menciptakan mantra sihir dari sekumpulan kristal mana itu. Apalagi jumlahnya sangat banyak, pastinya sihir yang ingin ia gunakan tidaklah kecil. Ini bisa saja berbahaya.
“I..itu...,” Lich itu terlihat ragu menjawab.
“Jawab atau akan kuhancurkan dungeon ini!”
“Baik! Baik! Akan kujawab!” Ia berbicara dengan panik.
“Aku menggunakan kristal-kristal mana ini untuk menggunakan sihir kehidupan.”
“Sihir kehidupan? Untuk seorang lich sepertimu, bukankah itu adalah sihir yang sangat bertentangan. Bagaimana bisa seorang lich bisa menggunakan sihir kehidupan? Dan tujuannya apa?”
__ADS_1
Sihir kehidupan adalah sihir yang sangat langka dan biasanya hanya bisa digunakan untuk menghidupkan kembali makhluk tingkat rendah.
“Aku secara kebetulan menemukan sebuah scroll berisi sihir kehidupan. Sejujurnya, sihir utamaku sebelum menjadi undead adalah sihir kehidupan, tetapi setelah menjadi lich sihir kehidupanku tersegel.”
“Namun, entah mengapa sihir yang kudapatkan dari scroll itu bisa digunakan. Namun perlu sangat banyak mana hingga aku harus menggunakan kristal mana.” Lanjutnya.
“Dan untuk tujuannya sendiri, itu untuk menghidupkan diriku sendiri kembali.”
“Yang kuherankan, bagaimana bisa pengguna sihir kehidupan sepertimu malah berakhir menjadi lich?” Ya, itu mengherankan, atribut sihirnya terlalu berlawanan.
“Setelah menguasai sihir kehidupan, aku terobsesi untuk mempelajari sihir kematian dan pada akhirnya aku malah menjadi gila karena mencoba menguasai kedua sihir yang bertentangan itu. Pada akhirnya aku menjadi lich karena hal tersebut.”
“Sihir yang saling bertentangan bisa menyebabkan efek seperti itu?”
“Sejauh yang ku ketahui, tidak ada orang yang bisa menguasai dua sihir yang bertentangan. Kecuali untuk sihir elemental dasar, mereka semua bisa dikuasai secara bersamaan, tetapi aku sangat jarang melihat orang yang bisa menguasai semua elemen dasar.”
“Begitu ternyata.” Tohrei mengerti perkataannya.
“Satu pertanyaan terakhir, apa tujuanmu setelah hidup kembali, jika kau berniat baik maka aku akan membiarkanmu, tetapi jika niatmu jahat maka akan kuhapuskan dirimu sekarang.”
“Aku... Tidak tahu, aku tidak memikirkannya. Tetapi kini aku sudah menyesali perbuatan jahatku selama masih hidup, namun entah kenapa jiwaku masih menetap di dunia ini.”
“Kalau begitu bagaimana jika kau menjadi pengikutku?”
“Ya...” Tohrei menggunakan skill regnare dalam pertanyaannya, jadi sudah pasti jawaban yang ia dapat adalah kejujuran.
Setelah itu tiba-tiba dari arah belakang, terlihat sebuah cahaya terang. Itu berasal dari sebuah lingkaran sihir.
“Hm? Apa itu?” Tohrei mempertanyakan lingkaran sihir itu.
“Itu adalah lingkaran sihir yang kuciptakan untuk sihir kehidupan, jika itu menyala artinya sihirnya sudah siap.”
“Sejak tadi kita saling berbicara, bagaimana sihir itu aktif secara tiba-tiba?”
“Tahap terakhir dalam sihir ini, yaitu menunggu sihirnya siap secara sendirinya. Maka dari itu tanpa tindakan saya pun sihir itu aktif karena sudah masuk tahap terakhir.”
“Jadi, artinya kini kau bisa menghidupkan dirimu kembali?”
“Ya, kalau begitu saya permisi dulu tuan.” Lich itu berjalan menuju lingkaran sihir tersebut.
“!” Seketika cahaya dari lingkaran sihir itu menjadi semakin terang hingga menutupi tubuh lich itu.
__ADS_1
Tak lama kemudian, cahayanya meredup dan memperlihatkan wujud aslinya. Yang terlihat adalah seorang wanita berambut hijau bercampur violet tanpa pakaian.
Tohrei pun terkejut dan langsung menutup mata serta menenangkan diri. “Hah..., kau tidak bilang kalau kau seorang perempuan. Jika kau mengatakannya, aku akan menyiapkan pakaian lebih awal.”
Tohrei dengan skill creationnya menciptakan pakaian dan memberikannya kepada dia.
“Apa kau sudah selesai?”
“Ya, saya pikir anda sudah bisa membuka mata.”
Tohrei pun membuka matanya, kini Tohrei bisa melihat wujudnya dengan lebih jelas. “Suaramu sebelumnya sangat serak, tidak kupikirkan bahwa kau ternyata perempuan.” Tohrei hanya bisa menatap kosong seolah merasa ditipu.
“Um ngomong-ngomong, maaf jika tidak sopan, tetapi sepertinya saya tidak bisa melihat terlalu jelas.”
“Kalau begitu kelihatannya kau mengalami rabun, aku akan membuatkanmu sesuatu untuk membantumu.”
“Nampaknya seperti itu.”
Tohrei membuat sebuah kacamata dan memasangnya di dirinya.
“Dengan begini seharusnya kau bisa melihat dengan lebih jelas bukan?”
“Ya, terima kasih tuan. Sebelumnya aku tidak memiliki masalah dalam pengelihatan, tetapi setelah hidup kembali menjadi seperti ini. Nampaknya ini efek samping sihir itu.”
Saat ini rasnya adalah manusia, namun setengah dari keberadaannya masih mengandung setengah lich. Dia saat ini bisa dianggap sebagai Half Lich.
“Oh ya, saya belum mengetahui nama tuan, karena kita akan menjadi tuan dan bawahan jadi saya harap bisa mengetahui nama anda.”
“Kau bisa memanggilku Tohrei, bagaimana denganmu?”
“Saya tidak begitu mengingat nama saya, bahkan sebelumnya saya tidak tahu jenis kelamin saya jadi mohon maaf untuk sebelumnya.” Ia membungkukkan badannya.
“Kalau begitu bagaimana jika aku memberimu nama?”
“Saya tidak keberatan tuan.”
‘Rambutnya berwarna violet dan hijau, maka namanya adalah....’
“Mulai sekarang namamu adalah Viriete, bagaimana?”
“Saya menyukai nama pemberian tuan, mulai sekarang, saya adalah bawahan tuan. Anda bisa memberi saya perintah apapun.” Viriete berlutut di hadapannya.
__ADS_1
‘Entah kenapa aku merasa dejavu, mungkin hanya perasaanku saja.‘ Pikir Tohrei.