The Endless System

The Endless System
Ch 57 — Masa Lalu Eriana & Tohrei(6)


__ADS_3

Seorang ksatria berkuda memimpin pasukan yang dikatakan sebagai pasukan kekaisaran. Dia memakai zirah yang nampak berbeda dan lebih kuat dari yang lain. Wajahnya terlihat tegas dan garang. Dia adalah jendral dari pasukan itu.


“Seluruh pasukan! Tangkap para bandit itu dan ikat mereka! Utamakan keselamatan tuan putri!” Sang pemimpin pasukan mengerahkan perintahnya kepada para bawahannya.


“Laksanakan!!” Para pasukan menjawab, mereka menangkap para bandit itu. Kekuatan pasukan itu di atas mereka sehingga mereka dapat di tangkap dengan mudah.


“Apa anda baik-baik saja nyonya?” Salah satu prajurit mencoba menyelamatkan Ersila.


“Ya, saya baik-baik saja.” Ersila mengangguk pelan. Dia sama sekali tidak berekspektasi mengenai kedatangan para pasukan ini. Dia bingung mempertanyakan alasan kehadiran mereka yang muncul secara tiba-tiba.


“Kumpulkan para bandit itu!”


“Ya pak!” Para prajurit dari pasukan itu membawa bandit yang mereka tangkap untuk berkumpul.


Setelah itu, jendral itu turun dari kudanya dan berjalan menuju Eriana. Dia langsung berlutut di hadapan Eriana dan menundukkan kepalanya.


“Saya, Jendral Albert diminta untuk membawa anda kembali anda ke istana.” Jendral itu mengatakannya dengan hormat dihadapannya.


“Jendral Albert? Bagaimana kau bisa tahu aku berada disini?” Eriana nampak penasaran.


“Kami datang ke kota ini karen mendapatkan laporan bahwa ada kegiatan ilegal di kota ini. Ditambah penculikan yang sering terjadi disini. Saya sendiri tidak menyangka menemukan keberadaan Anda secara kebetulan. Kami telah menangkap pemimpinnya.” Jendral bernama Albert memberikan penjelasan.


“Jadi apakah kita bisa kembali sekarang, tuan putri?” Albert bertanya.

__ADS_1


“Apa anda akan pergi sekarang tuan putri?” Tohrei mencoba untuk bersikap hormat, dia saat ini berada di hadapan seorang jendral yang mengabdi pada kekaisaran. Jika dia tidak bersikap hormat, mungkin saja dia akan diberi hukuman yang berat.


Eriana yang menyadari perubahan gaya bicara Tohrei merasa mengerti alasannya. Dia kemudian menjawab. “Ya, kurasa hanya sampai sini kalian menemaniku.”


“Maaf jika saya tidak sopan bertanya, tetapi siapakah dia tuan putri?” Albert bertanya.


“Dia adalah orang yang menemaniku kembali ke kekaisaran, dia juga yang menyelamatkanku.”


“Kalau begitu saya berterima kasih, kami sebenarnya ingin membawamu ke hadapan Empress karena telah menyelamatkan putri, tetapi maaf, saat ini kami tidak bisa melakukan itu.” Albert berterima kasih sekaligus meminta maaf.


“Ti..tidak, itu...,”


“Kalau begitu apa anda akan kembali sekarang tuan putri?” Albert bertanya.


“Saya akan menunggu.” Albert kembali berdiri dan izin pamit sebentar berkumpul dengan para bawahannya.


“Sayang sekali sepertinya kita tidak bisa bersama lebih lama lagi Rei.” Eriana menyayangkan itu.


“Tidak apa, aku yakin suatu saat kita akan bertemu lagi.” Tohrei berkata dengan tersenyum lebar.


“Kalau begitu ada satu hadiah kecil untukmu, sebagai perpisahan.”


“Hadiah?” Tohrei kebingungan dengan hadiah yang Eriana maksud.

__ADS_1


Eriana mendekati telinga Tohrei dan berbisik. “Aku menyukaimu.” Suara lembut itu masuk ke dalam telinganya. Setelah membisikkan kalimat itu, Eriana mencium pipi Tohrei dan beranjak pergi.


“Sampai jumpa Rei!” Eriana melambaikan tangan dan pergi ke jendral albert. Eriana berkata urusannya sudah selesai.


Tohrei terdiam, tanpa sadar pasukan yang menangkap para bandit telah pergi bersama Eriana.


“Ayo kita pulang, Ersila. Urusan kita disini sudah selesai.” Tohrei memberi Ersila perintah.


“Dimengerti, tuan muda.” Ersila muncul entah darimana. Sebelumnya ia sibuk melepas orang-orang yang ditangkap oleh para bandit bandit. Dia juga dibantu oleh pasukan jendral Albert untuk melepas mereka. Kini orang-orang itu sudah aman dibawa oleh pasukan jendral Albert.


“Kurasa ini pertama kalinya aku jatuh cinta...” Tohrei bergumam sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan menatap langit.


“Ayo pergi Ersila.” Tohrei mulai berjalan pergi.


“Ya, tuan muda.” Ersila dan Tohrei pun berjalan dengan santai pergi dari kota itu dan kembali pulang.


—Perbatasan Hutan Ashfriet, Masa Kini—


Setelah beberapa jam berlari dengan kecepatan tinggi, Tohrei dan Ikumi akhirnya mencapai batas dari hutan. Tohrei merasakan hal itu dari skill Area detectionnya. Dia juga melihat lingkungan apa yang ada di luar hutan ini.


Begitu mencapai luar hutan, angin segar menerpa mereka. Pemandangan yang mereka lihat adalah padang rumput berbukit dengan luas yang tak bisa dilihat dengan mata telanjang Tohrei maupun Ikumi.


“Waah...! Indahnya....” Ikumi terlihat merasa takjub dengan pemandangan yang ia lihat.

__ADS_1


__ADS_2