
Beberapa hari berlalu dan serangan yang kedua terjadi.
“Ho? Jumlahnya 5 kali lipat dari sebelumnya, dengan tambahan monster yang lebih kuat. Nampaknya orang yang mengendalikan mereka sangat waspada.” Tohrei tersenyum tipis melihat para monster dari kejauhan. Ikumi berada di sampingnya.
Orc, Troll, Direwolf, Goblin, Titan, High Orc, Hobgoblin, dan King Troll. Itu adalah monster yang menyerang kali ini. Tidak jauh beda dengan sebelumnya, hanya saja dengan tambahan sedikit monster dengan rank yang tinggi.
Mereka langsung turun dan menghadapi para monster itu. Mereka menerjang maju tanpa takut menghadapi mereka.
Beberapa orang menyaksikan pertarungan mereka di atas tembok walau orang-orang itu tahu bahwa ada kemungkinan diri mereka akan dalam bahaya.
“!” Tohrei membuat tanah disekitarnya bergerak keluar menghantam para monster yang berniat menyerangnya.
Kemudian Tohrei menggunakan Celerize ZX unuk menebas lawan-lawannya. Celerize ZX adalah senjata yang sudah lama ia gunakan. Celerize ZX memiliki dua mode yaitu sword mode dan gun mode. Tohrei saat ini menggunakan sword mode.
Sementara itu Ikumi melawan para monster juga, dengan kekuatan anginnya yang begitu kuat ia mengalahkan para lawannya.
“!”
Seketika sebuah badai angin kencang beserta sedikit petir tercipta dan menghantam para monster dan menerbangkan mereka. Bahkan beberapa dari monster itu langsung mati karena badainya. Para monster yang tersisa dalam badai nya Ikumi bersihkan dengan katananya.
Ketika mereka sibuk bertarung, salah satu monster yang berukuran super besar berniat untuk menyerang mereka. Itu adalah Titan(bukan att*ck on titan).
Ukurannya melebihi tinggi tembok kota, namun untungnya jarak titan dengan kota cukup jauh.
“Serahkan itu pada saya Master!” Ikumi menerjang maju menyerang titan.
“Ya!” Tohrei ingin level Ikumi berkembang jadi dia membiarkan Ikumi untuk menghabisi titan itu.
Ikumi melompat tinggi dan mengeluarkan katana dari sarungnya. Tekanan angin super kuat tercipta di sekitar bilahnya. Dalam sesaat Ikumi sudah berada di hadapan titan itu dan saling menatap.
__ADS_1
Dengan cepat Ikumi melesatkan katananya dan melebas kepala titan itu. Seketika kepala lawannya terpisah dari tubuhnya.
Tubuh titan itu pun langsung terbaring di tanah dan menghantam para monster. Jatuhnya titan itu menyebabkan getaran sesaat yang menyebar hingga ke kota.
Orang-orang terkejut dan menghentikan kegiatan mereka sesaat untuk melihat apa yang terjadi namun Tohrei dan Ikumi sama sekali tidak terhenti dan terus menghabisi lawannya.
Exp yang deras terus muncul di notifikasi Tohrei namun para monster itu masih belum cukup untuk menaikkan levelnya. Disamping itu, Ikumi menaikkan levelnya secara drastis.
Hingga secara tiba-tiba sesuatu muncul di belakang Tohrei dan menyerangnya secara tiba-tiba. Tohrei menangkis serangan itu dengan pedangnya dan terhempas beberapa meter.
Ia bisa terhempas karena dia pikir tak perlu terlalu banyak kekuatan untuk menangkisnya namun dugaannya salah karena kekuatan lawannya lebih kuat dari perkiraannya.
‘Siapa dia? Dengan kekuatannya seharusnya dia cukup kuat.’ Tohrei meningkatkan kewaspadaannya.
“Aku heran mengapa para budakku bisa kalah oleh para makhluk rendahan seperti manusia, ternyata ada cecunguk sialan yang menggangguku.” Seseorang muncul dari bayang-bayang, dia adalah orang yang sebelumnya menyerang Tohrei dengan diam-diam.
‘Demon?!’ Tohrei tidak menyangka bahwa ia dapat melihat ras demon.
Dari yang Tohrei ketahui, demon seharusnya adalah ras yang sudah punah di benua ini. Jika ada demon disini berarti ada kemungkinan bahwa dia adalah seorang ancient demon yang artinya dia adalah iblis yang hidup sejak zaman kuno karena demon sendiri diceritakan memang hidup di zaman yang cukup kuno di benua ini.
‘Ras dengan kata ancient tidak bisa kuanggap remeh.’
“Karena sudah disini maka akan kuhabisi kau karena sudah mengganggu urusanku manusia rendahan!” Demon itu melesat maju dan menyerang Tohrei dengan terang-terangan.
“Ikumi! Urus para monster untukku, aku akan bertarung dengan demon ini.” Tohrei berkomunikasi dengan Ikumi menggunakan telepati.
Tohrei menghindari serangannya, hal itu membuat demon itu kesal. ‘Jika kuukur menurut kelincahannya, setidaknya levelnya tak jauh dengan ku. Tetapi statusnya tidak bisa dibandingkan denganku.’ Pikir Tohrei.
“Apakah kau seorang Ancient Demon?” Tohrei betanya di tengah pertarungan.
__ADS_1
“Ancient apa? Aku tidak tahu apa yang kau maksud, lebih baik menyerah dan akan kupermudah kematianmu!”
‘Dia bahkan tak tahu apa itu ancient demon padahal ia seorang demon? Apa itu berarti dia bukan ancient demon?’ Dugaan Tohrei melemah.
Mereka saling adu pukul, namun tak satupun mengenai Tohrei. Sedangkan lawannya babak belur dipukul olehnya.
“Kalau begitu, apa kau yang mengendalikan para monster ini?”
“Jika iya memangnya kenapa?! Apa kau sekarang merasa takut hah?!”
“Tidak, malah aku sangat senang!” Tohrei menggunakan creation dan telekinesisnya. Dengan creationnya dia menciptakan sebuah pedang super besar dan mengendalikannya dengan telekinesis. Ia lalu menebas demon itu menggunakannya.
Tanah terhempas akibat pedangnya yang super besar. Tak hanya menghempaskan tanah, para monster juga ikut tertebas akibat pedang itu.
‘Master?!’ Ikumi melihat dari kejauhan bahwa Tohrei menghempaskan sebuah pedang super duper besar. Dia segera menghindar sembari terkagum-kagum melihatnya.
Tohrei pergi ke tempat dimana seharusnya demon itu tertebas. Dia memeriksa dari kejauhan bahwa demon itu sudah terkapar sekarat walau tak sampai tertebas menjadi dua.
‘Dia masih bisa bertahan dari pedang besar itu?’ Tohrei menarik kembali pedang super duper besarnya itu.
Ketika Tohrei melihat lebih dekat, ternyata demon itu masih hidup dan berusaha bangkit. ‘Aku tidak menyangka cecunguk itu bisa melakukan itu!’ Demon itu merasa menyesal meremehkan manusia yang ia hadapi.
Tak lama dia melihat Tohrei terbang mendekat ke arahnya. ‘Sial dia menuju kemari!’
Dalam keadaan yang sekarat demon itu mencoba menggunakan kemampuannya yang lain.
“!”
“!”
__ADS_1
Ia meng-summon dua monster dalam waktu yang hampir sama, mereka berdua adalah sebagian besar dari kartu trufnya.
‘Meng-summon dua monster? Itu tidak berguna.’ Tohrei mendadak menjadi lebih cepat dan menghadapi dua monster yang disummon oleh demon itu.