The Endless System

The Endless System
Ch 25 — Sang Nona


__ADS_3

Tohrei memindahkan mereka semua dengan switch ke kediaman Tohrei. Atau lebih tepatnya di depan pintu masuk mansion miliknya. Mereka semua kecuali Tohrei terkejut dengan perpindahan tempat yang terjadi.


“Apa kau ada di dalam, Ifrit?” Tohrei mengetuk pintu untuk memastikan.


Beberapa saat setelah Tohrei mengetuk, pintu itu terbuka dan memperlihatkan seorang wanita berambut merah. Ialah yang membuka pintu untuknya. Dia adalah Ifrit.


“Selamat datang kembali tuanku.” Ifrit menundukkan badan sesaat lalu kembali berdiri tegak.


Para direwolf merasa merinding melihat sosok Ifrit seolah melihat sesuatu yang mengerikan. Sedangkan Urashia nampak waspada karena merasakan sesuatu yang kuat dari Ifrit.


“Dan siapa mereka yang dibelakang anda tuanku?” Ifrit melirik ke Urashia dan kawanan direwolf yang Tohrei bawa.


“Ah, mereka? Urashia adalah pengikut baru ku dan kawanan direwolf ini aku bawa untuk memastikan sesuatu. Apa kau bisa memanggil Ikumi?”


“Kami akan menunggu di halaman belakang.” Tohrei berniat pergi dengan Urashia dan kawanan direwolf.


“Baik tuanku, saya akan segera memanggil nona Ikumi.” Ifrit menundukkan badannya lalu pergi dan menutup pintu.


“Baiklah, ayo ikuti aku.” Tohrei menyuruh Urashia dan kawanan direwolf untuk mengikutinya.


***


Mereka menunggu di halaman belakang.


“Siapa wanita yang tadi itu honey?” Urashia mengutarakan rasa penasarannya kepada Tohrei.

__ADS_1


“Dia adalah Ifrit, salah satu pengikutku.” Jawab Tohrei.


“Begitu kah?” Urashia merasa waspada kepada Ifrit. Entah mengapa dia merasa bahwa dia akan tersaingi olehnya dalam suatu hal.


“Master!” Sebuah suara terdengar tak jauh, itu adalah suara Ikumi. Dia dengan begitu gembira datang dan memeluk Tohrei. Ifrit bersamanya di belakang. Tohrei mengelus kepala Ikumi.


Kawanan direwolf terkejut ketika menyadari kedatangan Ikumi. Mereka merasa familiar dengan Ikumi. “Di...dia?! Tidak salah lagi! Dia adalah nona!”


Seketika para direwolf berlutut dengan hormat di hadapan Ikumi. “Kalian? Bukannya kalian bawahannya papa?” Ikumi merasa mengenal kawanan direwolf ini.


“Ya! Kami kembali untuk anda nona! Tetapi nampaknya ada perubahan yang sangat tidak terduga disini, anda berubah menjadi manusia?” Tentu mereka menyadari perbedaan yang terjadi. Nona yang mereka kenal adalah direwolf kecil yang bahkan belum bisa berbicara namun kini dia dengan lancar berbicara dan bahkan berubah wujud.


“Itu karena dia sekarang adalah fenrir.” Tohrei menjawab.


Seketika para direwolf terkejut, mereka tidak dapat begitu saja percaya bahwa yang di depan mereka adalah makhluk legendaris. Apalagi sebelumnya Ikumi hanyalah direwolf seperti mereka.


“Kalau begitu apa yang akan anda lakukan nona?”


“Hm..., Ikumi rasa mau terus melayani Master!”


“Jika itu keputusan nona, maka kami akan mengikuti anda.”


“Daripada itu, kenapa kalian tidak melayani master saja? Master itu lebih kuat dan hebat dibanding Ikumi loh!” Ikumi berpendapat tentang masternya.


“Ah ya, kami belum mengucapkan terima kasih. Kami sangat berterima kasih kepada anda, berkat anda nona selamat dan kami bisa bertemu kembali dengan nona.”

__ADS_1


Para DireWolf itu menundukan badannya sebagai tanda berterima kasih secara tulus pada Tohrei.


“Tidak apa, kurasa ini hanya sebuah kebetulan. Jadi sepertinya mulai sekarang kalian akan menetap disini melayani Ikumi.”


“Tidak hanya melayani nona Ikumi, tetapi kami akan melayani anda juga tuan. Tuan dari nona adalah tuan kami juga dan seperti perintah nona Ikumi, kami akan lebih menghormati dan lebih memprioritaskan anda ketimbang nona Ikumi.”


“Eh? Memangnya itu tak apa?” Tohrei melirik ke Ikumi tetapi tanggapan Ikumi sungguh tidak dia duga.


*Good Job!*


Ikumi mengacungkan jempol kepada kawanan direwolf. Kalimat good job seolah tertulis di acungan jempolnya.


“...” Tohrei hanya terdiam dengan raut wajah tersenyum paksa.


Setelah itu, sesuatu yang mengejutkan terjadi. Yah, ini hanya mengejutkan bagi satu orang saja.


“Kau sangat imut! Namamu Ikumi kan? Apa aku boleh jadi kakakmu?!” Urashia secara tiba-tiba datang dari belakang memeluk Ikumi.


“Huee?! Si..siapa kakak ini?! Kenapa kakak tiba-tiba memelukku dengan erat?!” Ikumi begitu terkejut ketika seseorang secara tiba-tiba memeluknya dari belakang.


“Tentu saja karena kamu imut!” Urashia menempel kepada Ikumi.


“Kak Ifrit! Tolong aku!” Ikumi menoleh ke arah Ifrit dengan wajah yang antara risih atau takut.


Ifrit hanya diam sambil menutup mata, dia sama sekali tidak merasa bahwa Urashia mengancam.

__ADS_1


__ADS_2