
Usai makan bersama yang berlangsung sebentar, Relon memandu Tohrei menuju nona yang ia layani.
“Nona ku merupakan walikota dari kota ini, dirinya saat ini sedang dalam masa yang sulit, lebih jelasnya akan diberitahu langsung oleh nona sendiri.” Dalam perjalanan menuju ke nonanya itu, Relon mengatakan itu.
‘Walikota ya? Kurasa cucu Ersila bukanlah orang biasa, sama sepertinya.’
Ersila, walau dirinya merupakan seorang pelayan, dia memiliki kemampuan bertarung yang setara seorang kesatria tingkat atas. Dia juga dibekali oleh Aluciel Flames Magic, sihir langka yang hanya dimiliki oleh darah keturunan keluarga dari Ersila.
Tohrei penasaran apakah cucu dari Ersila bisa menggunakan api berwarna merah muda itu atau tidak.
Mereka berdua menghentikan langkahnya ketika sampai ke sebuah mansion yang paling megah di kota ini. Mansion itu merupakan kediaman dari walikota.
“Saya akan menunggu di sini, anda bisa langsung masuk, tuan Tohrei,” ujar Relon yang menatap ke arah Tohrei dengan senyumnya.
Tohrei masuk ke dalam mansion itu, mendapati bahwa ruangan di dalamnya begitu dihiasi oleh bunga-bunga yang membuat bau dari mansion itu seolah seperti sebuah kebun bunga yang memancarkan keindahan.
“Ho ...? Ruangan yang sungguh bunga ya?” Tohrei berkomentar mengenai ruangan yang baru saja ia masuki ini.
“Bunga merupakan lambang keindahan, saya sendiri mampu mengatakan kalau ruangan ini akan terlihat hampa jikalau tak dihiasi setangkai bunga.” Seorang gadis dengan suara yang halus menyambut kehadirannya.
Seorang gadis datang menuju Tohrei dengan menuruni tangga. Jalannya yang tenang dan tidak terburu-buru membuatnya tampak anggun.
Tidak ada angin kencang yang bertiup di ruangan ini, namun entah mengapa rambutnya yang berwarna merah muda itu tampak tergerai indah. Matanya yang berwarna biru muda kelihatan sepertu akan menusuk seseorang jika ditatap terlalu lama. Tidak terlihat ekspresi benci, namun tatapan tajamnya itu begitu mempesona.
__ADS_1
Gaun yang dipakainya terlihat seperti gaun kasual berwarna putih. Susunan bunga terpasang sebagai hiasan di pinggangnya. Bunga merah tertata di rambutnya. Dirinya seperti sosok evolusi dari sebuah bunga. Secara keseluruhan, gadis itu tampak ayu di mata siapapun.
“Perkenalkan, nama saya adalah Alisa Rosefene, anda bisa memanggil saya Alisa, Tuan Muda.” Alisa menundukkan badannya dengan hormat, menyadari seberapa terhormatnya sosok di hadapannya.
“Rambut serta aura berwarna merah muda itu ... kau benar-benar cucu dari Ersila ya?” Tohrei tersenyum tipis melihat wujud Alisa.
“Saya sungguh bersyukur anda bisa hidup dengan selamat, bahkan menjadi pemuda yang sangat tampan.” Alisa memuji rupa dari Tohrei.
Walau dari wajah mereka terlihat seperti berada di umur yang sama, kenyataannya Alisa 5 tahun lebih tua dari Tohrei, jika mengesampingkan pengalaman hidup Tohrei dari kehidupan yang sebelumnya.
“Tuan Muda, ya? Aku tidak mengerti mengapa kau menyebutku seperti itu.” Tohrei heran mengapa Alisa menyebutnya sebagai tuan muda.
“Saya akan menjelaskannya.” Alisa mengajak Tohrei menuju ke ruang tamu. Di sana, Alisa menjelaskan dengan detail tentang dirinya dan yang terjadi di kerajaan ini.
Orang-orang hanya mengetahui bahwa sang raja bermarga Yuusei. Sang ratu bernama Elicia Von Evilia, seorang wanita yang dikatakan sebagai perempuan tercantik pada waktu itu.
Alasan dari kehancuran kerajaan ini bukanlah dikarenakan penjajahan atau pun pemberontakan. Namun itu disebabkan oleh entitas misterius yang menghancurkan hampir setengah dari populasi negeri ini.
Hingga saat ini, identitas dari entitas itu masih misterius karena orang yang melihat langsung wajah dari entitas itu sebagian besar telah dibinasakan sendiri olehnya.
Alisa, yang saat itu baru berusia 5 tahun, beruntung karena dirinya saat itu berada jauh dari lokasi kehancuran. Dirinya hanya mendapat kabar bahwa ratu dan neneknya dikabarkan menghilang ketika korban lainnya ditemukan mati mengenaskan.
Kesedihan yang sangat mendalam tentu dialami oleh Alisa. Kehilangan neneknya merupakan sebuah keputusasaan. Namun, dia bangkit dengan merelakan hilangnya mereka tanpa mengetahui kabar mereka.
__ADS_1
Usai kehancuran dari kerajaan itu, kepemimpinan menjadi sulit karena sang raja telah tiada dalam insiden itu.
Hingga suatu hari, seorang bangsawan mendeklarasikan dirinya untuk menjadi raja yang baru. Hasil kepemimpinannya cukup bagus dalam membangun ulang negeri ini. Negeri ini dibangun ulang sesuai nama marga dari raja yang baru, yaitu Heistihart.
Masa kepemimpinan raja pertama Heistihart cukup bagus dan pada masa itu Alisa dipromosikan menjadi seorang walikota setelah lulus dari akademi karena statusnya yang dekat dengan keluarga kerajaan yang sebelumnya.
Namun, ketika raja pertama tiada karena suatu penyakit, anaknya yang masih labil harus menggantikannya. Hasil kepemimpinannya sangat buruk hingga membuat keadaan ekonomi Heistihart terguncang.
Ini membuat Alisa merasa khawatir dengan nasib Heisthart. Disisi lain, dirinya secara tiba-tiba mendapat sebuah surat yang ditulis dari 15 tahun yang lalu berisikan kabar dari ratu Alicia.
Alisa kemudian menyelidiki anak dari Ratu Alicia yang bernama Tohrei Yuusei dan akhirnya menemukannya. Dirinya berpikir bahwa mungkin saja Tohrei, yang merupakan keturunan dari raja, bisa membangkitkan Heistihart dari situasi yang terpuruk.
“Jadi itulah mengapa kau memanggilku ...”
“Ya, itu sebabnya anda dipanggil Tuan Muda, atau yang lebih tepatnya harus disebut sebagai Pangeran Evilia Kingdom,” ujar Alisa.
“Oh ya ampun ... ini asal usul yang merepotkan ...” Tohrei memegang kepalanya, sama sekali tidak menduga bahwa dirinya merupakan pangeran dari sebuah kerajaan yang hancur.
“Rambut hitam yang anda miliki persis sama dengan sang raja dan rambut putih yang menutupi telinga kanan anda juga sama seperti Ratu Elicia. Saya sudah pasti akan percaya anda adalah sang pangeran,” ucap Alisa yang membahas warna rambutnya.
“Pangeran ... ya?” Tohrei sedikit termenung, memikirkan status yang baru dijabarkan kepadanya.
“Anda memegang status pangeran, apa anda tidak mau mengambil alih kembali kerajaan yang bobrok ini, Tuan Muda?” tanya Alisa yang berekspresi dengan serius.
__ADS_1