The Endless System

The Endless System
Ch 23 — Urashia


__ADS_3

Setelah melukai golden bear berkali-kali dengan pedangnya, Tohrei menyimpan pedangnya dan berbalik badan. Golden bear kini terbaring tak berdaya namun kesadarannya belum hilang.


“Sekarang akan kutanyakan ini.” Tohrei berjalan ke arah golden bear.


“Ada apa kau tiba-tiba mengejarku?”


“Aku merasakan aura yang kuat! Maka aku ikuti aura itu dan ternyata itu berasal darimu. Aku mencoba bertarung melawanmu untuk membuktikan apa kau benar-benar kuat dan ternyata kau lebih kuat dariku.” Jelas golden bear.


“Jadi apa yang akan kau lakukan jika aku memang lebih kuat darimu?”


“Sudah jelas, aku akan jadikan kau pasangan hidupku.” Golden bear berkata dengan serius.


Seketika Tohrei tersedak, dia sangat terkejut mendengar perkataan golden bear ini. “Hei, hei, kau serius?”


“Ya, aku serius.”


‘Ini gawat, apa sebaiknya ku usir saja dia?’


“Ekhem, mengesampingkan hal itu, aku akan memberimu tawaran.” Tohrei berdehem mencoba mengalihkan topik.


“Tawaran? Tawaran untuk menikahiku?” Golden bear menunjukkan mata yang berbinar-binar.


“Bukan!” Tohrei memukul kepala golden bear dengan sedikit tenaga.


“Tawaranku adalah, apa kau ingin menjadi pengikutku? Jika tidak maka kau harus keluar dari wilayahku, karena mulai sekarang tempat ini bukan wilayahmu lagi.”


“Menjadi pengikutmu? Aku lebih memilih menikahimu daripada itu.”


“Jangan bicarakan pernikahan lagi! Berikan saja jawabanmu!” Tohrei memukul kepala golden bear sekali lagi.


“Aduh! Baiklah akan kujawab. Kupikir menjadi pengikutmu lebih baik daripada diusir. Setidaknya aku bisa dekat denganmu dan membuat hubungan denganmu lalu akhirnya menjadi pasangan!”

__ADS_1


“Hah..., terserahlah.” Tohrei hanya bisa menghela napas.


[Misi penaklukan monster telah selesai! Anda mendapatkan hadiah : (1) 5.000 poin tukar (2) 500.000 exp (3) Magic Skill : Flame Magic, Water Magic, Wind Magic, Earth Magic!]


[Pesan naik level dipersingkat]


[Anda naik ke level 360.]


‘Yosh, sekarang aku hanya perlu pergi ke kediamanku kembali, tetapi tunggu, kupikir tidak masalah untuk memberikan darahku kepada golden bear ini. Nampaknya dia akan setia, toh darahku juga membuat penerimanya tidak bisa menolak perintahku.’ Tohrei terpikir untuk memberikan darahnya kepada golden bear yang yelah ia kalahkan ini.


“Hei golder bear, kau kini sudah menjadi pengikutku, akan tetapi akan kutanyakan ini : Apa kau bersumpah setia padaku?” Tohrei mengucapkannya sembari melakukan healing kepada beruang itu.


“Tentu saja! Beruang ini akan selalu setia kepadamu dan tidak akan pernah berkhianat!” Golden bear menjawab dengan bersungguh-sungguh.


“Bagus! Kalau begitu akan kuberi kau kehormatan untuk mendapatkan darahku!” Tohrei menggigit jempolnya hingga mengeluarkan sedikit darah. Dia meneteskan satu titik darahnya kepada kepada golden bear.


Seketika tubuh golden bear bersinar terang. “I..ini...?” Sinar itu menyamarkan tubuh golden bear hingga tidak dapat dilihat.


[Golden Bear(A) berevolusi menjadi Warthern Bear(S)!]


Ketika sinarnya memudar, sosok golden bear berubah. Yang ada disana bukanlah seekor monster beruang namun adalah siluet seorang perempuan.


‘Oi oi, dia berubah jadi seperti itu?’ Tohrei sudah menduga siapa siluet itu.


Wujud perempuan itu semakin jelas, di atas kepalanya terdapat sepasang daun telinga beruang yang tentu tidak dimiliki oleh manusia. Perempuan itu memiliki rambut coklat panjang yang terlihat indah. Keindahan itu juga dimiliki oleh matanya yang berwarna keemasan. Proporsi tubuhnya nampak sepantaran dengan Tohrei.


“Suamiku! Aku berevolusi!” Perempuan itu menghampiri Tohrei dan memeluknya secara tiba-tiba.


‘Sudah kuduga..., dia adalah beruang itu.’


“Kau ini jangan asal main peluk...,” Tohrei menutup matanya seolah tidak ingin melihatnya.

__ADS_1


“Eh? Memangnya kenapa? Ini tanda rasa sayangku tahu!”


“Soalnya..., kau itu tidak mengenakan apapun kau tahu?!” Seperti yang Tohrei bilang, ia tidak mengenakan apapun, bahkan sehelai pun.


Tohrei menciptakan pakaian dengan creation dan memberikannya kepadanya untuk dikenakan. “Pakailah ini atau jika tidak jangan harap aku akan melihat ke arahmu.” Tohrei menodongkan pakaian kepadanya sambil memandang ke arah lain.


”Baiklah jika suamiku yang berkata begitu.” Ia tanpa keberatan mengenakan pakaian itu. Dia nampak bisa mengenakannya dengan baik entah bagaimana padahal dia sebelumnya sepenuhnya berbentuk beast.


“Bagaimana menurutmu? Apa aku cantik?” Setelah mengenakan pakaian, dia mencoba menarik perhatian Tohrei.



“Yah..., jika dilihat kau memang terlihat cantik.”


“Ya kan?” Ia berkata dengan percaya diri.


“Oh ya, aku harus memberimu nama.” Saat Tohrei sebelumnya melihat statusnya, dia sama sekali tidak memiliki nama. Oleh karena itu dia berniat untuk memberinya nama.


“Bagaimana kalau..? Urashia, benar, mulai sekarang namamu adalah Urashia. Dan aku, Tohrei.” Tohrei mengatakan nama yang terpikirkan olehnya dan memperkenalkan namanya.


“Baik!”


“Hm? Nampaknya ada sesuatu di luar sana.” Tohrei menggunakan area detection untuk mengecek area luar dinding dan ia menemukan sekelompok direwolf sedang bergerak menuju ke arah wilayahnya.


“Apa maksudmu Suamiku?”


‘Direwolf? Mereka nampaknya pergi menuju ke wilayahku.’ Tohrei memperhatikan sekelompok direwolf itu.


***


sori klo berasa krinz •_• author sendiri juga ngerasa gitu pas nulis chapter ini

__ADS_1


__ADS_2