The Endless System

The Endless System
Ch 125 — Heat Rage


__ADS_3

Babak kedua dimulai, babak ini diberi batas waktu, yaitu 3 jam. Mereka harus mengumpulkan poij sebanyak-banyaknya dalam waktu hanya beberapa jam.


Mereka dipindahkan ke pulau yang terpisah oleh tiga hutan. Yaitu hutan hujan, yang kebanyakan dihuni oleh monster seperti monster ular dan buaya. Lalu ada hutan rimba, hutan ini dihuni oleh monster seperti monster kera dan macan.


Kemudian yang terakhir adalah hutan salju, hutan ini sangat dingin sehingga hanya dihuni oleh monster yang sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan dingin seperti monster serigala dan monster harimau putih.


Para peserta pertandingan diturunkan ke pulau itu secara acak sehingga mereka tidak akan tahu dipindahkan kemana. Tohrei berada di area hutan salju, eriana berada di hutan rimba, magreis di hutan hujan, dan harciest di hutan bersalju juga. Mereka segera mengumpulkan poin.


5 menit sudah berlalu sejak babak kedua dimulai. Sang mc acara memperlihatkan bagaimana keadaan masing-masing peserta secara bergantian.


“Mari kita beranjak ke hutan hujan, apa yang sedang terjadi disana?” Layar berpindah ke wilayah hutan hujan dan menunjukkan Magreis yang sedang sibuk bertarung melawan seekor ular raksasa.


“Lihatlah! Itu adalah Magreis dari perwakilan Aelion. Nampaknya dia sedang kesulitan menghadapi monster ular raksasa itu!” MC acara meng fokus kan layar ke Pertarungan Magreis.


“Apa kalian tahu mengapa dia nampak kesulitan? Itu karena sihir yang ia miliki tidak cocok dengan lingkungan yang ia tempati. Magreis memilikj sihir magma atau lava sehingga sangat tidak cocok di hutan hujan.” Jelas Mc acara sekaligus komentator.


Magreis terus melawan ular raksasa tersebut dengan hati-hati, tidak seperti dirinya yang biasanya bertarung dengan menggelora. Itu karena jika salah langkah sedikit, kekuatannya yang tidak cocok dengan lingkungan ini malah akan merugikannya.


“Matilah ular kadut!” Ular raksasa itu sudah hampir mati, namun—


— terakhirnya diambil oleh orang lain. Sebuah sihir meluncur ke arah monster yang ia lawan dan mengambil last hit. Akibatnya poin yang seharusnya menjadi miliknya malah direbut.


“Poin milik Magreis direbut?! Siapa yang melakukan itu?!” Clowner terkejut akan hal itu.


Magreis merasa terkejut namun langsung mencari pelaku dari tindakan ini dengan kesal. “B4jingan! Siapa yang merebut poinku?!”

__ADS_1


Setelah melihat ke segala arah, akhirnya dia menemukan siapa pelakunya, yaitu seorang prua berjubah. “Kau!” Magreis segera mengejar pria itu dengan melompat dari satu pohon ke pohon yang lain.


“Oh?! Ternyata yang merebut itu adalah Celles dari perwalikan Heistihart kingdom! Sungguh tindakan yang licik untuk mendapatkan poin!” Clowner menanggapi tindakan dari Celles.


Celles merupakan pengguna mud magic, earth magic, dan poison magic. Dia memakai jubah yang hampir menutupi seluruh bagian tubuhnya. Namun dengan penampilan seperti itu, Celles bisa dengan mudah kabur. Magries mengejar Celles dengan kesalnya.


Namun secara tiba-tiba Celles hilang dari pandangan Magreis. “Apa? Kemana hilangnya dia?!” Magreis menghentikan langkahnya, merqsa bingung.


“Sekarang!”


Serangan beruntun melesat ke arah Magries secara tersembunyi. Akan tetapi Magreis segera menghindarinya begitu sadar ada serangan dari arah belakang.


“Apa-apaan itu?!”


“Serangan tersembunyi? Ternyata pelakunya adalah perwakilan dari Ruby! Mereka adalah Ruviny dan Frelesy.” Clowner memindahkan perhatian ke dua orang yang merupakan perwakilan Ruby itu.


Magreis segera menemukan lokasi mereka dan langsung saja melesat menyerang mereka.


“Gawat! Kita ketahuan!” Ruviny dan Frelesy segera pergi dari tempat persembunyiannya untuk menghindari serangan Magries.


Yang mereka berdua lakukan bukan hanya menghindar, mereka berdua melakukan serangan kembali kepada Magreis.


“!” Frelesy mengerahkan sebuah spell dimana ia menciptakan sebuah bunga yang mampu membuat orang yang menghirup tertidur perlahan.


“Hah? Rasa kantuk apa ini? Aku masih harus bertarung...” Magreis merasa matanya perlahan akan menutup.

__ADS_1


“!” Ruviny menciptakan akar yang mengikat tubuh Magreis.


Dengan begitu Frelesy dan Ruviny bisa menyerang Magreis dengan bebas, atau begitulah seharusnya jika Magreis tidak secara tiba-tiba memancarkan api yang begitu membara.


“A-apa yang terjadi?!” Clowner nampak bingung.


“Hghhh!!!” Magreis menggertakkan giginya, tubuhnya yang dipenuhi api membangunkannya.


“Apa yang terjadi padanya?!” Frelesy merasa kebingungan dengan kejadian tak terduga ini. Seharusnya sleeping flower miliknya bisa membuat orang lain tertidur pulas, namun mengapa Magreis malah sebaliknya?


“Kita harus menghindar dari sini atau kita akan terkena dampaknya!” Baru saja Ruviny mengatakan itu, sebuah gelombang misterius membuat mereka terhempas.


“I-ini...?” Magreis merasa aneh dengan keadaan tubuhnya, entah apa yang terjadi padanya.


“Ini merupakan salah satu kemampuanku, ini menjadi skill pasif bagimu karena sudah menjadi master dariku.” Sebuah suara terdengar dari sampingnya. Itu berasal dari spirit yang menjadi rekan kontrak dari Magreis.


“Skill ini bernama Heat Rage! Ini akan aktif ketika kau mengalami hal bahaya ketika tak sadarkan diri. Dengan ini kau akan dibangunkan paksa dan akan mendapatkan kekuatan 5 kali lipat dari biasanya!” Jelas sang spirit kepada Magries.


“Ini sungguh hebat!” Magreis mengepalkan tangannya lalu melihat ke sekitar, menyadari bahwa musuhnya sedang bergerak kabur darinya.


“Kalian pikir kalian bisa kabur? Tentu saja tidak!” Magreis melesat ke arah salah satu dari mereka. Kondisi hutan tidak menjadi penghalangnya. Targat pertamanya adalah Ruviny.


“!” Begitu Ruviny terkena serangan itu, dia langsung tereleminasi dengan alasan dirinya tadi terkena serangan fatal.


Usai selesai dengan Ruviny, Magreis menyerang Frelesy dan mendapatkan hasil yang sama, yaitu kekalahan bagi Ruviny.

__ADS_1


“Sungguh kejadian yang tidak terduga! Apa yang sebenarnya terjadi pada Magries?!” Sang komentator yaitu Clowner merasa heboh.


__ADS_2