The Endless System

The Endless System
Ch 48 — Tiga Orang Hero


__ADS_3

“Tadi itu sudah cukup hebat Ikumi.” Tohrei memuji Ikumi.


“Terima kasih Master! Master sendiri sungguh hebat!” Ikumi menghampiri Tohrei.


Para penonton bersorak, mereka kagum dengan kekuatan keduanya. Melihat kekuatan keduanya membuat mereka merasa bangga melayaninya.


***


Sementara itu beberapa bulan yang lalu di bumi, tak lama setelah kejadian tabrakan bus yang dialami Tohrei.


Tiga orang murid SMA sedang berjalan berdampingan setelah pulang dari sekolahnya. Dua orang perempuan dan satu orang laki-laki.


“Nee-nee, apa kalian sudah dengar? Katanya Tohrei dari kelas 1-1 kecelakaan loh! Kudengar dia koma setelah itu.” Seorang gadis berambut coklat panjang memulai pembicaraan.


“Orang yang sombong itu? Dia selalu menolak gadis-gadis dengan cara yang dingin. Kurasa pantas dia menerima itu.” Seorang gadis berambut hitam panjang berkata sambil tersenyum puas. Dia sebenarnya punya hubungan yang tidak baik dengan orang yang dimaksud.


“Sudah-sudah, tidak baik membicarakan orang lain, apalagi mencelanya.” Seorang pemuda dengan rambut biru tua mencoba menasihati temannya.


“Mencela? Yang kukatakan itu benar, Kazuya.” Gadis berambut hitam itu membalas pemuda berambut biru yang bernama kazuya.


“Tetapi tetap saja, jangan membicarakannya dari belakang Mayumi.”


“Kalian sibuk sekali ya berbicara berdua seperti sepasang kekasih, sampai mengabaikanku.” Gadis berambut coklat merasa terabaikan.


“Ke....kekasih?! Apa maksudmu Mizuhara?!” Kazuya seketika berbicara terbata-bata.


“Kazuya! Mizuhara! Ada yang aneh!” Mayumi mencoba memanggil keduanya. Dia merasakan hal yang aneh terjadi. Sebuah lingkaran dengan aksara aneh tercipta dibawah kaki mereka bertiga. Hanya dirinya yang menyadari itu.

__ADS_1


“Ada ap—?” Kazuya ingin bertanya akan tetapi lingkaran di bawah kaki mereka secara tiba-tiba bersinar terang.


“!!!”


Setelah itu mereka terteleportasi ke tempat yang asing. Di sekeliling mereka terdapat sejumlah orang berjubah.


“Ki...kita berhasil! Kita berhasil memanggil pahlawan!” Salah satu dari orang berjubah itu bersorak senang atas keberhasilan mereka.


Mereka semua lega dan senang telah berhasil memanggil mereka. Mayumi, Mizuhara, dan Kazuya hanya bisa kebingungan karena tak menerima kejelasan apapun.


“Ano, ada yang bisa menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi?” Kazuya menganggat tangan, bertanya kepada para orang berjubah itu.


“Ah tentu saja tuan pahlawan, kami akan jelaskan selama perjalanan.” Mereka diantar ke sebuah ruangan dengan melewati sebuah lorong. Ditengah perjalanan itu, mereka dijelaskan apa yang terjadi saat ini.


Dunia saat ini digemparkan karena kemunculan iblis yang datang dari benua lain. Iblis-iblis itu datang dengan tujuan menginvasi tanah ini. Agar bisa mengusir mereka, sebuah kekaisaran bernama Aelion Empire mencoba sihir kuno untuk memanggil pahlawan dari dunia lain.


Mereka bertemu Emperor— tidak, yang mereka temui adalah seorang Empress. Tatapannya sangat mencerminkan seorang pemimpin. Nampaknya tidak ada seorang kaisar di kekaisaran ini.


Dikatakan kalau untuk kembali ke dunia mereka maka mereka harus mengalahkan raja iblis. Mereka harus berlatih dan menaikkan level agar dapat berhadapan dengan para iblis.


Untung saja, class Hero membuat level mereka naik dengan begitu mudah. Karena class itu mereka dapat hampir mencapai level 200 dalam waktu beberapa bulan. Orang normal tidak akan dapat naik level secepat itu.


Mereka menjalani misi untuk mengalahkan iblis dan menjalani misi dari guild petualang.


Suatu ketika, mereka mendapatkan misi dari kekaisaran. Misi yang mereka dapatkan adalah penyelidikan ke hutan Ashfriet, hutan terbesar yang dihuni oleh berbagai monster. Diduga dari laporan para petualang, di hutan itu berdiri wilayah milik iblis. Untuk memastikan kebenarannya mereka diutus.


Jika benar disana ada wilayah milik iblis, maka mereka akan langsung memusnahkannya. Setelah beberapa hari berjalanan akhirnya mereka sampai di wilayah yang dimaksud. Mereka melihat tembok yang tinggi berdiri tegak.

__ADS_1


“Ini kah wilayah yang dimaksud?” Mayumi memperhatikan tembok itu.


“Ya pasti di dalamnya ada iblis, kita harus membunuhnya segera!” Kazuya merasa begitu yakin.


“Yah, tetapi kenapa kita tidak periksa dulu?” Mizuhara mengatakannya.


“Kita tidak punya waktu untuk itu! Ayo segera kita serang!” Kazuya nampak tidak sabaran.


***


Sementara itu diwaktu yang sama, Urashia bersama monster lain melakukan perburuan untuk persediaan makanan. Ketika sedang berburu mereka melihat manusia yang asing menuju ke wilayah mereka.


‘Manusia? Mereka ada tiga, aku harus laporkan ini pada honey.’ Urashia melihat tiga manusia yang bersenjata lengkap dengan armor. Satu pemuda dan dua perempuan.


“Laporkan ini pada Tuan Tohrei.” Urashia memerintah salah satu hobgoblin.


“Baik.” Hobgoblin itu mengangguk pelan lalu pergi melapor tanpa suara.


‘Mereka bisa saja berbahaya, aku harus menghadang mereka.’


“Untuk kalian, teruslah berburu, aku akan menghadapi mereka bertiga.” Urashia berbisik kepada para bawahannya.


Mereka mengangguk pelan memahami dan menuruti perintah itu.


“Hiia!” Pemuda dengan rambut biru maju duluan dengan pedang besar yang ia bawa. Dia adalah Kazuya. Dengan ancang-ancang yang mantap, dia berniat menyerang tembok itu. Aura biru memancar di pedangnya.


Akan tetapi secara tiba-tiba pedangnya dihadang oleh seseorang, yaitu Urashia. Dia menghadangnya hanya dengan tangan kosong. Matanya yang tajam menunjukkan bahwa dia adalah seorang predator.

__ADS_1


“Apa tujuan kalian kesini?” Urashia bertanya dengan penuh ketenangan.


‘A...apa?! Pedangku dihalau hanya dengan tangan kosong?! Sungguh tidak mungkin!’


__ADS_2