
TES 30
Diluar wilayah Tohrei, monster-monster yang telah ia usir sedang mengumpat. Mereka sangat kesal karena diusir dari sana.
“Manusia itu! Jika saja aku bisa menghancurkannya!” Salah seekor basilisk berteriak kesal membicarakan Tohrei.
“Tetapi dia terlalu kuat! Bahkan jika kita menyerbu nya masih ada bawahannya yang sangat kuat.” Fierce bear itu teringat dengan bawahan-bawahan Tohrei yang telah mengalahkan mereka.
“Hei bagaimana jika kita meminta bantuan kepada monster yang lebih kuat?” Seorang orc mengusulkan ide tersebut.
“Ide yang bagus! Tetapi siapa yang bisa kita pintai bantuan?” Orc lain bertanya.
“Aku tahu monster yang bisa.” Seekor basilisk seakan tersenyum jahat.
Mereka pergi ke suatu tempat yang di dalamnya berdiam seekor monster yang sangat kuat. Makhluk itu hidup di sebuah gua besar yang dipenuhi oleh tulang belulang monster serta manusia.
“Tuan Serpent, ada yang ingin saya bicarakan.” Seekor basilisk angkat bicara dengan gemetar. Dia takut akan mengundang kemarahan makhluk itu jika bicara tidak sopan.
“Ular kecil? Apa urusanmu datang kesini? Ditambah dengan membawa monster-monster lain.” Sosok itu tidak nampak jelas, yang terlihat jelas dari dirinya hanyalah sepasang mata merah menyala yang begitu menekan. Suaranya yang keras terdengar ke seluruh gua.
“Ka...kami datang kesini karena ada berita yang harus anda dengar!”
“ Hoo? Jika itu bukan berita yang menarik maka nyawamu akan menghilang disini sekarang juga.”
“Jadi, apa berita yang ingin kau sampaikan?” Sang Serpent bertanya.
Para monster yang mendengarnya seketika bergidik ketakuan. “Se..seorang manusia berniat menguasai seluruh hutan! Kini dia sudah menguasai setengahnya. Jika anda tidak segera membunuhnya maka seluruh hutan akan segera dikuasai manusia itu seluruhnya dan itu pasti merugikan anda kan?”
__ADS_1
“Apa kalian bercanda? Jangan membuatku tertawa! Tidak mungkin ada seorang manusia yang bisa menguasai hutan ini.” Sang serpent menganggap itu hanya candaan.
“I..itu benar! Kami dikalahkan dengan begitu mudah olehnya! Kami tidak akan berani berbohong pada anda!”
“Apa kalian begitu lemah hingga bisa dikalahkan dengan mudah oleh manusia?Bawa aku ke tempat dimana manusia itu berada. Jika kalian berbohong kaliam akan tahu akibatnya.” Sang Serpent menunjukkan seluruh wujudnya.
Dia berwujud layaknya seekor ular super raksasa. Dia memiliki ratusan kepala, sepasang mata merah menyala yang terlihat sebelumnya hanya salah satu dari sedikit mata miliknya. Ia adalah sang Centenia Serpent.
“Ba..baik.”
“Oh ya, kebetulan aku sedang lapar, kalian tidak keberatan untuk menjadi santapanku bukan?” Centenia Serpent menatap para monster lain dengan tatapan yang mendominasi.
“Hii!!” Kengerian mereka memuncak, mereka segera kabur dengan semampu mereka.
Namun baru beberapa langkah berlari, mereka secara tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri. Diantara mereka hanya terdapat satu yang baik-baik saja.
“Tunjukkan jalannya padaku.” Centenia serpent berbicara kepada monster yang tersisa.
***
Sementara itu, di wilayah Tohrei.
Semua monster berkumpul dihadapan Tohrei. Mereka saling berbincang-bincang karena Tohrei belum mengumumkan sesuatu.
“Jadi, bisakah kalian diam sebentar?” Tohrei berkata dengan ramah.
Seketika seluruh monster dengan patuh menghentikan pembicaraan mereka dan diam.
__ADS_1
“Oke, sepertinya langsung ke intinya saja. Hari ini aku berencana untuk melakukan pembangunan pemukiman. Aku tidak mungkin membiarkan kalian hidup tanpa tempat untuk berteduh.”
“Ma..maaf menyela tuan Tohrei, ada yang ingin kutanyakan.” Seorang hobgoblin bertanya dengan gugup.
“Hm? Tanyakan saja, akan kujawab semampu ku.”
“Siapa yang akan memimpin pembangunan? Kami para monster tidak memiliki kemampuan seperti membangun karena kami monster biasa hidup di alam liar. Bahkan kami para goblin tidak bisa melakukannya, tempat tinggal yang pernah kami tinggali hanyalah peninggalan nenek moyang kami.”
“Tenang saja, ada seseorang yang kupikir bisa melakukannya.” Tohrei melirik ke arah seseorang.
“Majulah Zeirock.” Tohrei memanggil salah satu bawahannya, yaitu Zeirock. Dia adalah orc yang mampu berevolusi menjadi wrath orc.
“Baik!” Zeirock maju dengan badan tegak.
“Dialah yang akan memimpin pembangunan, ikuti perkataannya ketika melakukan pembangunan.”
Beberapa saat sebelum ini, Tohrei berbicara dengan Zeirock. Itu mengenai dirinya yang menjadi pemimpin pembangunan.
“Zeirock, aku menginginkanmu menjadi pemimpin pembangunan pemukiman yang akan aku umumkan pagi ini.”
“A...apa? Saya? Mengapa? Bahkan saya tidak memiliki kemampuan untuk melakukan itu.” Zeirock terkejut dengan keputusan Tohrei yang menginginkan dirinya untuk melakukan itu.
“Sudahlah jangan banyak bicara.” Tohrei melempar sebuah gulungan perkamen kepada Zeirock.
“Apa ini?”
“Buka saja dan kau pasti akan percaya bahwa kau bisa mengemban tugas ini.” Tohrei menepuk pelan pundak Zeirock.
__ADS_1
Begitu Zeirock membukanya, segala pengetahuan yang tak pernah ia tahu kini masuk ke dalam kepalanya dalam sekejap. Itu adalah pengetahuan tentang berbagai hal tentang pembangunan dari dunia Tohrei. Ia mendapatkannya dari sistem.