The Endless System

The Endless System
Ch 141 — Sekolah


__ADS_3

Keesokan harinya, Tohrei meminta para penduduk untuk mengosongkan satu lahan besar untuk wilayah pembangunan sekolah. Bangunan yang akan dijadikan wilayah pembangunan tentunya digusur, namun Tohrei memberi kompensasi yang pantas seperti membangun bangunan yang sama di tempat yang berbeda.


Tohrei membuat wilayah sekolah di sini sudah pasti untuk memudahkan para warga untuk datang. Jika dirinya membuat wilayah tersebut dipinggiran Dezalene Kingdom, maka akses para penduduk untuk menuju sekolah terlalu jauh. Maka dari itu dia menempatkannya di tengah Dezalene.


Ngomong-ngomong tentang Dezalene Kingdom, Tohrei sudah mengumumkan pada penduduk tentang nama itu sekaligus dengan perencanaan pembuatan sekolah dan perpustakaan.


Pembuatan perpustakaan akan dilaksanakan setelah dirinya membangun sekolah. Itu karena pembangunan perpustakaan akan terlalu rumit dibandingkan membangun sekolah.


Tohrei awalnya ingin membuat sekolah juga melayang, sama halnya dengan perpustakaan. Namun, perpustakaan sudah memakan banyak ruang di langit, jika dia membuat sekolah sebagai bangunan yang melayang juga, maka semakin banyak ruang di langit yang terpakai.


Ini sedikit mengundang perdebatan, namun pada akhirnya disetujui keputusan untuk membuat sekolah di permukaan tanah.


Disamping itu, perpustakaan yang dibuat melayang tentunya akan mengundang sebuah pertanyaan bagi banyak orang.


Jika bangunan itu dibuat melayang, maka bagaimana cara mengakses tempat itu?


Jawabannya mudah, Tohrei akan membangun gerbang teleportasi untuk transportasi antara permukaan dengan perpustakaan.


Tohrei akan membuat gerbang teleportasi yang mirip dengan yang ada di penghubung antara Aelion Empire dengan Beastafaria Kingdom. Akan tetapi, gerbang teleportasi yang akan dia buat sedikit berbeda dengan milik kedua negara itu.


Gerbang teleportasi yang akan Tohrei buat tidak memiliki efek samping seperti mual dan pusing. Itu disebabkan oleh modifikasi yang dibuat oleh sistem. Tohrei meminta sistem untuk menemukan solusi dibalik kelemahan dari gerbang teleportasi.


***


“Creation,” bisik Tohrei di hadapan sebuah lahan kosong yang luas.


Begitu Tohrei mengucapkan sepatah kata itu, sebuah bangunan besar tercipta dalam sekejap mata. Itu merupakan bangunan yang disebut "sekolah".

__ADS_1


Sekolah tersebut memiliki empat lantai, sesuatu yang belum wajar di dunia ini karena bangunan di dunia ini sewajarnya paling tinggi hanya memiliki 2 lantai dengan satu loteng.


Sekolah itu dibuat dengan bahan yang sangat kuat, tidak mungkin bisa dihancurkan hanya karena sebuah gempa. Tohrei pun yakin bahwa Ryui sekalipun tidak akan bisa menghancurkannya dengan sihirnya karena bahan yang Tohrei gunakan sangat mahal, sampai membabat banyak poin tukar miliknya.


Tohrei menggunakan poin tukar karena bahan yang dia gunakan tidak ada di dunia ini sehingga Tohrei harus membelinya dari toko sistem.


Gaya bangunan dari sekolah ini kurang lebih sama seperti bangunan dari akademi Aelion, sebuah gaya bangunan khas abad pertengahan.


Sekolah ini sendiri dibagi menjadi dua bagian. Bagian kanan merupakan sekolah untuk humanoid. Sedangkan bagian kiri untuk warga non-humanoid.


Bagunan untuk non-humanoid dibuat sedikit lebih besar untuk menyesuaikan dengan ukuran para warga non-humanoid. Tohrei membuatnya berdasarkan makhluk dengan ukuran terbesar dan tertinggi di Dezalene.


Seperti sekolah pada umumnya, sekolah ini memiliki berbagai fasilitas seperti aula latihan, lapangan olahraga, dan yang lainnya.


Sekolah ini menjadi sekolah pertama di wilayah ini, sehingga sekolah ini akan dinamai sesuai dengan nama wilayah ini, membuatnya memiliki nama Akademi Dezalene.


Para pendidik itu salah satunya adalah Gobtina. Ada beberapa calon guru lain yang saat ini masih Tohrei didik untuk menjadi guru.


Walau pemahaman para monster di sini sangat cepat, bukan berarti mereka bisa langsung memahami sebuah ilmu dengan sekali dengar. Dikarenakan hal tersebut, Tohrei membuat sebuah efek buff yang meningkatkan lebih jauh pemahaman para calon guru, dengan begitu Tohrei bisa mengajari mereka dengan cepat.


Buff itu dia dapatkan dari sistem. Dia membelinya seharga 100 poin tukar. Efek dari buff itu bisa keluar ketika Tohrei membuka sebuah scroll yang sistem berikan.


Orang-orang mungkin akan berpikir bahwa akan lebih mudah jika langsung mengajari semua monster dengan menggunakan buff itu. Akan tetapi, kenyataannya itu tidak mudah karena efek buff hanya terbatas pada puluhan orang.


“Apa kalian sudah mengerti? Jika sudah, maka besok kita akan lanjut ke materi berikutnya.” Tohrei saat ini sedang berdiri di samping sebuah papan tulis, mengajar puluhan calon guru.


Para calon guru langsung mengangguk karena dengan begitu cepat memahami penjelasan yang dijabarkan olehnya. Kelas bubar setelah Tohrei menyatakan pelajaran hari ini telah selesai.

__ADS_1


Saat ini Tohrei berada di sebuah ruangan yang nanti akan dipakai sebagai kelas untuk para murid. Namun, karena dia masih harus mengajar para calon guru, belum ada orang dengan status murid akademi di sini.


“Hari tampaknya sudah mulai gelap, aku harus segera kembali ke mansion,” ujar Tohrei yang menatap langit di balik jendela kelas.


Tohrei awalnya akan segera berjalan keluar, namun suara hentakan sepatu terdengar datang menuju kelas ini, membuatnya penasaran siapakah itu.


“Master! Aku datang menjemput, loh!” seru Ikumi yang berhenti di depan pintu kelas.


“Oh, Ikumi? Untuk apa kau repot-repot ke si—?!” Tohrei sedikit terkejut ketika melihat Ikumi mengenakan pakaian yang tidak ia duga sama sekali.


“Seragam itu ... untuk apa kau memakai seragam itu?” tanya Tohrei yang merasa heran.


Pakaian yang dipakai oleh Ikumi merupakan seragam untuk murid humanoid untuk akademi Dezalene. Tohrei mendesainnya dengan sederhana, yaitu jas almamater hitam dengan garis merah yang di bagian dalamnya adalah kemeja putih.


Di kerah Ikumi, terlihat terikat dasi merah yang terlihat cocok dengan Ikumi. Rok yang dikenakan sama sederhananya, hanya rok hitam dengan aksen merah yang panjangnya hampir mendekati lutut.


Dilihat bagaimanapun, Ikumi terlihat imut menggunakan seragam itu. Akan tetapi Tohrei penasaran dari mana Ikumi mendapatkannya.


“Ini? Aku mendapatkannya dari kak Urashia! Dia bilang ingin aku mencobanya, apa ini cocok untukku?” tanya Ikumi yang senang ketika Tohrei memperhatikan pakaiannya.


“Itu adalah seragam murid akademi Dezalene, kurasa Urashia memberinya padamu karena kau kelihatan cocok memakainya.”


“Menurut Master ini cocok? Aku harus berterima kasih pada Kak Urashia nanti.” Ikumi tampak senang mendengar tanggapan Tohrei.


Tohrei menghela napas, Urashia bisa mendapatkan seragam itu karena Tohrei sempat menanyakan pendapat Urashia mengenai seragam itu. Urashia meminta satu untuk diberi pendapat nanti. Tohrei tak menyangka seragam itu malah dipakaikan pada Ikumi.


“Ayo, segera ke mansion, hari sudah mulai gelap.” Tohrei berjalan keluar bersama Ikumi dari dalam kelas.

__ADS_1


__ADS_2