The Endless System

The Endless System
Ch 31 — Ikumi & Reikami VS Centenia Serpent I


__ADS_3

Demikian waktu berlalu, pembangunan telah dimulai. Dengan menggunakan blueprint yang diberikan Tohrei dan juga bahan bangunan yang diciptakan Tohrei, pembangunan berjalan dengan sangat lancar.


Tidak semua monster membantu pembangunan, sebagian melakukan perburuan di luar wilayah Tohrei. Urashia dan Ifrit ikut dalam perburuan itu. Adapun yang menyiapkan makanan untuk para monster yang membangun.


Saat ini Tohrei berada di kediamannya.


‘Hm? Sepertinya mereka sudah tiba.’ Tohrei membatin setelah menggunakan area detection ke luar wilayahnya. Dia tersenyum tipis menyadari sesosok makhluk yang mencoba menerobos tembok yang ia telah buat.


[Misi : Biarkan mereka mencari bantuan dan kalahkan bantuan itu


Biarkan para monster yang diusir mencari bantuan dari monster lain. Lalu kalahkan bantuan mereka.


Hadiah :


(1) Skill : Gluttony


(2)Skill : Speed Of Sound


(3) 1.000 Poin Tukar


(4) +100.000 EXP]


Sebuah layar hologram muncul. Itu adalah misi yang sebelumnya pernah Tohrei sebutkan. Inilah alasan Tohrei membiarkan mereka kabur.


‘Ikumi, Reikami, aku ada tugas untuk kalian.’ Tohrei dengan menggunakan skill telepati memberikan mereka berdua misi. Tohrei mendapatkan skill ini beberapa saat yang lalu. Orang yang menerima telepati darinya juga dapat membalas dengan telepati juga.


‘Tugas apakah itu tuanku?’


‘Tugas apa Master?’


‘Pergilah ke tembok di arah barat, ada makhluk yang mencoba menyusup disana, kalian bisa bawa hidup atau mati kesini. Jika mampu, bawa tubuhnya kesini.’

__ADS_1


‘Laksanakan.’


‘Baik!’


—Sementara itu di tembok barat—


Centenia serpent telah sampai di tembok barat setelah diantara oleh salah satu monster.


“Jadi disini ya? Itu berarti kau kini sudah tak berguna.” Centenia serpent melirik ke arah monster yang telah mengantarnya kesini. Dia dengan cepat memangsanya hingga monster itu tak sempat bereaksi.


“Apa yang dipikirkan manusia ini membuat tembok seperti ini? Apa dia pikir pelindung rapuh ini berguna untuk melindungi wilayahnya? Akan kuhancurkan!” Sang Sentenia Serpent menganggap rendah tembok buatan Tohrei, dia mencoba untuk menghancurkannya dengan kekuatannya.


Centenia serpent mencoba menghancurkan tembok itu dengan ekornya namun ketika ekornya akan bertabrakan dengan tembok sesuatu yang tidak ia ekspetasikan terjadi. Serangannya malah memantul kepada dirinya sendiri.


“Apa yang terjadi?” Centenia Serpent kebingungan dengan apa yang terjadi pada serangannya.


“Jadi kaulah makhluk yang mencoba menyusup?” Suara yang asing terdengar tak jauh. Centenia serpent segerah menoleh ke asal suara. Dia melihat dua sosok asing, mereka berdua memiliki sepasang telinga serigala di atas kepala mereka.


Bagaimana tidak? Centenia serpent adalah monster dengan rank A, sedangkan mereka berdua berada di rank S ke atas.


Reikami, dia adalah Diamond Direwolf Emperor yang memiliki rank S. Centenia serpent bisa dianggap hanyalah seekor semut jika dibandingkan dengannya.


Sedangkan Ikumi, dia adalah monster dengan rank S+. Dia bisa dibilang sedikit lebih tinggi dibanding Reikami.


“Siapa kalian makhluk kecil? Jangan menghalangi jalanku.” Centenia serpent dengan sombongnya berkata kepada mereka berdua.


“Paman Reikami, ayo kita cepat lakukan ini agar Master senang dengan perbuatan kita!” Ikumi berkata kepada Reikami.


“Apa yang anda katakan benar nona. Mari kita cepat bawa dia ke hadapan tuan Tohrei.”


Centenia Serpent yang merasa terabaikan mulai kesal. “Jangan abaikan aku makhluk kecil!” Dengan amarahnya, centenia serpent mengeluarkan laser racun dari beberapa mulutnya.

__ADS_1


Namun ketika laser itu hampir mengenai mereka, angin tak kasat mata menangkis laser racun itu.


“Kau sangat tidak sopan menyela pembicaraan orang ya.” Ikumi dengan kesal menatap tajam ular tersebut dengan suara yang mengintimidasi.


Centenia serpent begitu tercengang menyadari serangannya berhasil ditangkis oleh gadis kecil itu.


Angin yang mengangkis serangan centenia serpent adalah skill pasif milik Ikumi yang bernama Ultimate Wind Barrier.


“Apa Ikumi boleh menyerang duluan?”


“Tentu saja nona.”


“Kalau begitu, !” Ikumi mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah centenia serpent. Seketika sebuah lingkaran sihir dengan ukuran yang besar tercipta di hadapannya. Dari lingkaran sihir itu keluar bor angin yang layaknya angin put*ng beliung.


“Beraninya kau!” Centenia Serpent tak diam saja, dia juga mengerahkan serangan. Ratusan panah racun tercipta, panah racun itu melesat ke arah serangan Ikumi. Ukuran panah racun itu tak main-main hingga bisa beradu dengan sihir Ikumi.


Kedua serangan itu saling beradu hingga sihir Ikumi menjadi lebih unggul dan membuat perbedaan diantara keduanya.


“Guaaaghh!!” Sihir Ikumi yang begitu kuat membuat Centenia serpent terpental mundur.


“Bagaimana paman Reikami?” Ikumi melirik Reikami, dia mencoba meminta pendapatnya.


“Itu sungguh hebat nona.” Reikami tersenyum tipis ke arah Ikumi, namun dia dengan cepat menoleh ke arah centenia serpent.


“Tetapi dia masih belum tumbang juga ya.” Reikami berkata ketika mengalihkan pandangannya ke arah centenia serpent.


“Hm mungkin itu karena Ikumi tidak memakai kekuatan penuh, kalau Ikumi pakai kekuatan penuh Ikumi rasa itu akan membuat tubuhnya hancur.” Ikumi belum menggunakan kekuatan penuh saat itu.


“Beraninya! Beraninya! Beraninya!” Kemarahan centenia serpent sudah diambang batas. Dia kini mencoba untuk menggunakan skill ultimatenya.


“!” Semua mulut centenia serpent mengeluarkan laser racun yang tertuju ke satu titik yang dimana dititik itu memadat menjadi sebuah bola besar yang dipenuhi racun.

__ADS_1


“Terima ini!” Centenia serpent melesatkan bola racun super besar itu ke arah mereka berdua.


__ADS_2