
Dikarenakan hanya ada tiga kristal yang tersedia, maka yang akan memakainya pertama adalah Magreis, Isabella, dan Zen.
Cara memasuki kristal itu sederhana, hanya dengan menyentuhnya maka mereka akan masuk ke dalam kristal.
Kristal sudah diatur agar berhenti bekerja ketika mereka telah mengevolusikan sihir mereka.
Masing-masing dari mereka mendapat ilusi yang berbeda. Dimulai dengan Magreis, dia hidup di suatu tanah tandus di dalam dunia ilusi itu.
Magreis hidup sebagai seorang yatim piatu yang bisa makan sesuatu dengan sangat terbatas.
Di tanah tandus itu hanya ada sedikit air dan dia hanya bisa makan makanan bekas hewan buas. Entah keajaiban apa itu, Magreis masih tetap hidup.
Suatu ketika bertemu dengan seorang pria ahli beladiri yang kebetulan melakukan perjalanan melewati tanah itu. Karena merasa kasihan, maka pria itu membawa Magreis.
Maka Magreis mengikuti pria itu, pergi dari tanah tandus itu. Namun perjalanan mereka tak mudah karena luasnya tanah tandus.
Dikala mereka melanjutkan perjalanan, mereka secara tak sengaja menemukan seorang anak perempuan yang seumuran dengan Magreis, yang saat itu berusia 12 tahun.
Anak perempuan itu hampir mati kelaparan namun pria ahli beladiri itu menyelamatkannya. Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan anggota tambahan.
Setelah perjalanan yang cukup lama, akhirnya mereka keluar dari tanah tandus, berada di sebuah hutan.
Suatu ketika, monster menyerang mereka, membuat sang pria beladiri harus melindungi Magreis dan anak perempuan itu.
Disaat itulah Magreis menyadari bahwa dia harus menjadi kuat agar bisa membantu pria beladiri itu dan melindungi anak perempuan tersebut.
Tahun-tahun pun berlalu, banyak yang telah terlalui. Pria beladiri itu sudah ia panggil sebagai guru. Gurunya kini telah tiada karena racun di tubuhnya, sehingga hanya menyisakan dirinya dan anak perempuan tanpa nama yang kini Magreis beri nama Eli.
__ADS_1
Magreis dan Eli terus berkelana dari satu tempat ke tempat yang lain, untuk mencari tempat yang benar-benar terlindungi.
Namun di perjalanannya, mereka dihadang monster yang sangat kuat. Eli terluka parah karena para monster itu sehingga membuat Magreis marah.
Karena kemarahan itu, Magreis kembali membangkitkan sihir lavanya, namun itu saja tak cukup karena pada akhirnya dia sekarat walau telah menggunakannya.
Akan tetapi, tanpa terduga sihirnya berevolusi. Sihirnya berubah menjadi Overlava Magic, sihir yang puluhan kali lebih kuat dari lava magic biasa.
Setelah itu ia menghabisi semua monster dengan sihir tersebut. Seketika simulasi berakhir bagi Magreis.
“Ugh..., untuk sebuah ilusi tadi itu sangatlah panjang.” Keluh Magreis yang baru saja terbangun dari simulasinya.
Di samping itu terdapat Isabella dan Zen yang telah mengakhiri simulasinya lebih dulu. Mereka berdua menyelesaikan simulasi lebih cepat beberapa jam.
Mereka berdua mendapat ilusi yang sangat mudah mereka tangani. Sihir mereka juga berhasil berevolusi.
Magreis selesai tengah malam, sedangkan mereka berdua selesai pada sekitar matahari terbenam.
Dalam simulasi, mereka bisa saja menjalani hidupnya bertahun-tahun, namun di dunia nyata waktu yang mereka jalani hanyalah sekitar beberapa bulan.
Sesi pertama dari simulasi ini berjalan hingga 2 bulan. Segera setelah Venoire tahu bahwa sesi pertama telah berakhir ia langsung meminta murid sesi kedua untuk memasuki kristal.
Diantaranya adalah Eriana, Harciest, dan Sei. Mereka menjalani simulasi esok harinya.
Akan tetapi, itu tak berjalan terlalu lancar. Ketika Eriana memakainya, kristal malah mengalamu eror sehingga Eriana segera dikeluarkan paksa dari kristal tanpa mengalami evolusi.
Sedangkan itu, Sei hanya dalam sehari bisa langsung keluar dari kristal simulasi. Sihirnya berevolusi menjadi Eversor Magic, gabungan dari sihir racun, kabut, dan asam.
__ADS_1
Sementara itu, Harciest menjalani simulai lebih lama daripada yang lain. Dua kristal kosong dengan cepat, namun kedua kristal itu tidak bisa dimasuki. Itu karena Harciest masih melakukan simulasi.
Kristal baru bisa dimasuki lagi jika ketiga kristal itu telah kosong semua. Ketiga kristal itu harus kosong semua karena ketiga kristal itu harus beroperasi secara bersamaan.
Disisi lain, Harciest menjalani hidupnya di dunia ilusi. Harciest menjalani hidupnya sebagai seorang blacksmith yang payah.
Harciest selalu membuat senjata yang gagal. Namun dia tak pernah menyerah dan terus mencoba menemukan solusi walau terus ditertawakan.
Harciest selalu berada di ruang tempatnya selama 24 jam dan hanya keluar sesekali. Bahkan ia selalu makan di ruang tempa.
Harciest terus menempa tanpa memikirkan seberapa banyak bahan mentah yang telah ia habiskan.
Ketika ia baru menyadari seluruh bahan tempanya habis, maka Harciest mencoba mencari bahan.
Dia mendengar bahwa di suatu gunung terdapat bijih besi yang berlimpah namun tempat itu dijaga oleh monster sehingga tak ada yang berani mendekatinya. Harciest memberanikan diri pergi ke sana tanpa rasa takut.
Akan tetapi sungguh sial karena dia ditemukan oleh monster itu dan berakhir sekarat. Ketika dia hampir mati, seseorang membunuh monster itu dan pergi mengambil suatu hal di dalam gua yang menjadi tempat tinggal monster tersebut.
Harciest tidak tahu siapa orang itu. Setelah itu dia pergi begitu saja tanpa memedulikan bijih besi yang sangat berlimpah di gua itu. Harciest tidak menghiraukannya.
Karena tak tahu bagaimana cara membawa semua bijih besi ini, maka Harciest membuat tempat untuk menempa disana.
Untuk makanan tidak ada masalah karena makanan di gua ini sangat berlimlah. Tanpa melihat waktu, harciest terus menempa hingga akhirnya setelah tak terhitung senjata yang dia buat, sebuah senjata paling sempurna miliknya tercipta.
Dia mengevolusikan pedang besi menjadi pedang Vonsdaleite, logam legendaris yang tak pernah terbukti ada. Karena hal itu, sihir metal harciest berevolusi menjadi Absolute Metal Magic.
Setelah berhasil melakukan itu, simulasi berakhir. Sihirnya benar-benar berevolusi. Setelah ini adalah giliran Tohrei untuk melakukan simulasi.
__ADS_1