
Seminggu telah berlalu, pertandingan final akhirnya akan diadakan. Antusiasme para penonton memenuhi gedung arena.
Arena sudah nampak seperti semula walau sebelumnya sempat sedikit hancur oleh iblis. Energi kegelapan terasa memenuhi arena sebelumnya, tetapi berkat para priest yang disewa panitia energi kegelapan itu sudah memudar.
Kedua peserta yang akan saling bertanding di babak final ini maju menuju arena. Kedua peserta itu sama-sama mengenakan topeng dan jubah. Itu merupakan duel antara Tohrei dan Yuuryui. Dari sisi kanan adalah Tohrei dan dari sisi kiri adalah Yuuryui.
“Apa kalian sudah siap?” Wasit bertanya.
“Jika sudah, maka pertandingan dimulai!” Wasit segera mundur menghindari pertarungan.
Begitu pertandingan dimulai, Ryui tanpa basa basi melakukan serangan. “!”
Sebuah shuriken besar tercipta di tangan Ryui. Shuriken itu memiliki motif naga yang sangat kontras. Ryui mengaliri mana dalam jumlah besar ke dalam shuriken. Ryui saat ini sangat serius untuk melawan Tohrei.
Ryui melemparkan shuriken itu dengan gesit ke arah Tohrei. Ryui tak berhenti saja disana, dia membuat serangan lain selagi shuriken melesat.
‘’ Ryui menghentakan kakinya ke tanah. Seketika tanah membentuk retakan. Retakan itu terus memanjang hingga menuju ke Tohrei.
Akan tetapi, tepat sebelum kedua serangan itu mengenai Tohrei—“”
—waktu melambat ketika Tohrei mengaktifkan skillnya. Disaat itu juga Tohrei menggunakan untuk berjalan melewati dua serangan itu dan berjalan berhadapan dengan Ryui.
Tohrei lalu berjongkok dan mengarahkan tangan kanannya di dahi Ryui. “ nonaktifkan.”
Begitu waktu berjalan kembali dengan nornal, Tohrei dengan cepat memberikan sentilan yang sangat kuat hingga Ryui sedikit terhempas dan terjatuh dalam keadaan pingsan.
“...” Para penonton terdiam, tak menyangka pertandingan final yang mereka kira akan berjalan sengit ternyata berakhir dengan begitu cepat. Wasit pun ikut membatu melihat hasil pertandingan.
Setelah beberapa detik terdiam, wasit akhirnya menyatakan pemenangnya. “Pe-pemenangnya adalah Yami.”
Tepuk tangan memenuhi arena, namun tak semeriah sebelumnya. Itu karena ekspetasi mereka pada pertarungan ini hancur begitu saja.
Bagian acara segera saja berganti, kini adalah waktu bagian acara untuk memberi hadiah pada pemenang.
Hadiah diberikan pada 3 juara, juara pertama, juara kedua, dan juara ketiga. Untuk menentukan juara ketiga awalnya panitia berniat mengadakan pertarungan antar semi-finalis yang kalah. Tetapi karena salah satu dari peserta semi finalis sudah tiada, maka Urashia menjadi juara ketiga.
__ADS_1
Selain itu, Ryui menjadi juara kedua dan Tohrei juara pertama. Untuk juara ketiga dan kedua hadiahnya sama-sama koin emas, namun dalam jumlah yang berbeda-beda sesuai peringkat juara.
Sedangkan juara satu, dia akan mendapat sebuah alat sihir dan koin gold yang lebih besar dari juara kedua dan ketiga. Mereka menerima hadiah di arena, dihadapan seluruh penonton.
“Tuan Yami, selamat atas kemenangan anda, apa ada yang ingin kau katakan pada para penonton?” Panitia yang menyerahkan hadiah kepada Tohrei bertanya padanya. Dia memiliki kemampuan untuk mengeraskan suara mau itu pada dirinya sendiri atau orang lain.
“Hm apa yang harus ku katakan ya? Daripada memberi sebuah kata-kata, aku akan memberi hadiah pada kalian.” Tohrei membuka tudungnya, menunjukkan rambut hitam legamnya.
Setelah itu, Tohrei mengarahkan tangannya ke depan. “”
Bersamaan dengannya yang mengucapkan skill, Tohrei memegang topengnya dan seketika topeng itu berubah yang awalnya menutupi seluruh wajah kini hanya menutupi dahi hingga hidung, membuat itu menjadi topeng setengah wajah.
Creation yang Tohrei keluarkan menciptakan ribuan permen yang jatuh berhujanan di seluruh area arena mau itu area bertarung maupun area penonton.
Para penonton dikejutkan dengan itu, benda yang asing bagi mereka turun dari langit. Mereka kebingungan dengan benda asing itu. Masyarakat di dunia ini belum mengenal makanan seperti permen.
“Apa ini? Benda-benda ini turun dari langit!”
“Itu adalah permen, itu adalah makanan yang akan kujadikan hadiah untuk kalian.” Tohrei mencoba menjawab rasa bingung para penonton.
“Sangat jarang tuan melakukan hal ini.” Ifrit yang melihat pemandangan ini terpukau. Ia sudah tahu bahwa ini adalah permen yang merupakan salah satu makanan terbaik yang dibuat tuannya.
Salah seorang penonton mencoba permen tersebut dan betapa terkejutnya ia merasakan rasa manis dari makanan itu. “I-ini sangat manis! Aku belum pernah merasakan makanan yang semanis ini!”
Orang-orang ikut mencoba permen itu dan merasakan hal yang sama. “Ini revolusi makanan dunia!”
Mereka segera mengambil permen sebanyak mungkin, bagi mereka ini bagaikan kesempatan sekali seumur hidup.
Sementara itu, Ifrit dan Ikumi turun ke arena menghampiri Tohrei, Ryui, dan Urashia.
“Yah, kuharap kalian tidak bertengkar hanya gara-gara permen.” Tohrei tersenyum tipis lalu menoleh ke arah keempat rekannya.
“Baiklah, nampaknya ini sudah waktunya untuk kira pergi.” Tohrei kemudian mengalihkan pandangan ke arah panitia lalu berkata, “Kalau begitu aku akan pamit.”
Setelah berkata seperti itu, Tohrei mengaktifkan salah satu skillnya. “” Seketika Ikumi, Ifrit, Urashia, Ryui, dan Tohrei menghilang dari arena.
__ADS_1
...[Misi selesai!...
...Anda mendapat hadiah :...
...(1) 1.000 Status Point...
...(2) +1 Skill Upgrade Ticket]...
...[ Anda juga mendapat hadiah dari turnamen....
...Hadiah sebagai berikut :...
...(1) 10.000 gold coin...
...(2) First Metafos Relic Part ]...
***
Beberapa hari berlalu, Tohrei dan rekan-rekannya masih berada di ibukota akan tetapi mereka menyembunyikan fakta bahwa mereka adalah mantan peserta turnamen sebelumnya. Jika mereka mengungkapkannya, mereka akan dikerumuni banyak orang yang menganggu.
Orang-orang tidak tahu bahwa mereka menetap sementara di penginapan kecuali sang pemilik penginapan.
Namun, yang satu ini sungguh berbeda. Seseorang datang ke penginapan ini dan mencari orang yang disebut Yami dan menyebutkan juga rekan-rekannya.
Tohrei dan rekan-rekannya menanggapi orang tersebut.
“Jadi ada urusan apa orang lain mencari kami?” Tohrei dan rekan-rekannya turun ke lantai satu dan menemukan seorang pria berambut biru tua duduk menunggu mereka.
Pria berambut biru tua itu duduk tenang meminum teh sembari menunggu orang yang ia cari. Ketika mendengar suara Tohrei, ia menoleh dan angkat bicara.
“Oh, anda sudah datang?”
“Aku tidak ingin basa-basi saat ini, jadi bisakah kau beritahu niatmu datang kesini secepatnya?” Tohrei duduk di dekat bangku yang berada di meja yang sama dengan pria tersebut.
“Aku juga ingin secepatnya menyelesaikan ini. Biar kuperkenalkan, namaku Venoire Horive, aku adalah kepala sekolah dari akademi sihir Aelion. Tujuanku datang mencari kalian adalah—”
__ADS_1
“—Untuk menawarkan kalian masuk ke akademi.”
...~Second Arc : The Beginning of The Adventure{End}~...