The Endless System

The Endless System
Ch 85 — Monster's Rank


__ADS_3

“Apa kau baik-baik saja Ifrit?” Suara samar terdengar, nampaknya itu adalah suara Tohrei.


“Tuanku...?” Ifrit perlahan mulai sadar. Dia melihat ke sekitar, nampaknya saat ini dia berada di ruang rawat.


Tohrei yang membawa Ifrit ke ruang perawatan, dia menyembuhkan Ifrit dengan skill healnya.


“Nampaknya saya telah kalah.” Ifrit mengucapkan itu dengan kecewa. Kalah di depan tuannya sungguh memalukan.


“Mengapa kau terlihat murung? Tak ada hal yang memalukan disini.”


“Tapi saya telah....”


“Kalah? Bagiku tidak, Ryui itu hanya seorang penindas orang yang lebih lemah darinya.” Ucap Tohrei yang meyakinkan Ifrit untuk menghiraukan kekalahannya.


“Hei! Aku bisa mendengarmu!” Dari pintu ruangan, terdengar suara Ryui. Ia masuk ke dalan ruang perawatan.


“Apa? Bukankah yang ku katakan itu benar?” Balas Tohrei dengan santainya.


“Benar apanya?! Kau itu memfitnahku!” Ryui berlari menuju Tohrei dengan marah.


“Nih coklat.” Tohrei melempar sepotong coklat dan Ryui menangkap coklat itu dengan cepat menggunakan mulutnya.


“Ugh, aku masih tak akan melupakan hal yang tadi.” Ryui memendam amarahnya karena sudah diberi coklat oleh Tohrei.


“Ngomong-ngomong bagaimana keadaanmu Ifrit?” Ryui bertanya kepada Ifrit.


“Aku...., baik-baik saja berkat tuanku yang menyembuhkanku.”


“Ngomong-ngomong, harus kuakui bahwa seharusnya kau adalah SS-rank puncak, SS-rank biasa seharusnya tak mampu memojokkanku. Uh, singkatnya aku takjub dengan kemampuanmu.” Ryui memberi pujian kepada Ifrit.


Ifrit sedikit terdiam, ia lalu membalas. “Terima kasih nona Ryui, tetapi aku belum bisa sekuat itu.”


“Apa kau ingin tanding ulang lain kali?” Ryui bertanya pada Ifrit.


“Tentu, lain kali aku pasti akan menjadi lebih kuat.”


“SS-rank? Apa itu semacam penentu tier?” Tohrei sedari tadi tak mengerti apa maksud dari rank yang mereka sebutkan.


“Nampaknya tuan belum tahu, kami para monster mempunyai tingkatan. F-rank, E-rank, D-rank, C-rank, B-rank, A-rank, S-rank, SS rank, dan X-rank, setahuku ada tingkatan yang lebih tinggi tetapi aku belum tahu tingkat yang lebih tinggi itu.” Ujar Ifrit, ia kemudian menjelaskan lebih lanjut.


“Setiap rank dihitung dari level yang mereka miliki.”


F-rank : level 1-15

__ADS_1


E-rank : level 16-30


D-rank : level 31-40


C-rank : level 41-50


B-rank : level 51-85


A-rank : level 86-150


S-rank : level 151-300


SS-rank : level 301-1.000


X-rank : level 1.001-tidak diketahui


“Spirit juga termasuk dalam kategori monster, saya saat ini berada di level SS-rank awal.”


“Dan aku berada di X-rank.” Ucap Ryui dengan sombong.


Mendengar penjelasan itu Tohrei terbelalak, dia memperkirakan ranknya dari levelnya saat ini. Levelnya saat ini adalah 360, itu artinya dia saat ini berada di rank SS.


‘Ternyata aku sekuat itu, tetapi kenapa aku bisa berhadapan dengan Ifrit dan Ryui?’ Tohrei merasa heran.


Suara sistem secara tiba-tiba terdengar, sudah lama ia tak mendengar itu. ‘Sistem? Apa kau bisa menjelaskan?’


[Biasanya, stat akan mengikuti jumlah dari levelnya, itu artinya, jika seseorang memiliki level 100 maka statnya juga 100. Namun itu tak berlaku untuk anda, ini karena stat yang anda miliki adalah reward dari sistem dan bukanlah hasil usaha sendiri. Dengan stat anda saat ini, anda seharusnya lebih kuat dari monster X-rank.]


Tohrei menjadi lebih terkejut mendengar ucapan sistem. Dia sedikit tersenyum tipis, namun dia tak lupa bahwa Ifrit mengatakan bahwa ada rank yang lebih tinggi dari X-rank, itu artinya dirinya tak sepenuhnya overpower.


“Kenapa anda terlihat terbelalak tuanku?” Tanya Ifrit yang melihat ekspresi dari tuannya.


“Ah, tak ada apa-apa. Oh ya, sebentar lagi adalah pertandingan Ikumi, apa kau mau ikut menyaksikan, Ifrit?”


“Ya, saya juga ingin melihat penampilan nona Ikumi.”


***


Pertandingan ketiga adalah Ikumi melawan Cresil. Ikumi diminta oleh Tohrei untuk tidak menggunakan kekuatan penuhnya. Jika ia menggunakan kekuatan penuh ada kemungkinan identitasnya sebagai wolf beast akan terbongkar. Tohrei menyarankan Ikumi untuk hanya menggunakan setengah kekuatan penuhnya.


Alasan sebenarnya Ikumi diperintahkan begitu karena misi dari sistem. Sistem berkata bahwa misi ini penting agar Tohrei bisa mendapat misi yang berkaitan.


Ikumi saat ini hanya setara setara monster B+ karena mengurangi kekuatan aslinya menjadi setengah. Tentu ini hanya berlaku sementara.

__ADS_1


Sama seperti yang lain, Ikumi juga memakai topeng dan jubah dalam pertarungan. Dia memakai topeng rubah putih.


Lawannya, Cresil juga memakai jubah dan topeng. Namun topeng yang dikenakan oleh Cresil hanya menutupi bagian atas wajahnya.


“Apa kalian berdua siap? Pertarungan dimulai!” Wasit memulai pertandingan.


Cresil menyerang lebih dahulu, dia mengeluarkan sebuah spirit dari balik bayangannya. Spirit itu berkaki empat dan memiliki ekor yang tajam. Dia tak memiliki telinga namun dia memiliki empat mata. Dia memiliki tubuh yang sebagian besar hitam.


‘Huh? Rasanya aku mengenal spirit itu. Hoh, nampaknya dia yang menyerangku dari belakang.’ Tohrei mengingat kejadian di babak pertama.


“Apa?! Bukankah itu spirit?!” Salah satu penonton terkejut melihat Cresil mengeluarkan spirit kontraknya.


“Hei bukankah itu tidak adil dua lawan satu?” Penonton lain protes.


Wasit mendiskusikan hal ini dengan pihak penyelenggara lalu diputuskan apa ini melanggar atau tidak. “Makhluk kontrak tak dilarang untuk ikut bertarung.” Wasit mengatakan itu dengan jelas kepada para penonton.


Dengan sedikit kesal para penonton menerima peraturan itu.


Cresil menyerang Ikumi dengan memerintah spirit miliknya. “Serang dia Blaince.” Perintah Cresil pada spiritnya.


Spiritnya yang bernama Blaince segera menuruti perintah dari tuannya. Blaince melesat cepat ke arah Ikumi.


Begitu serangan spirit itu hampir meneganai Ikumi, sebuah penghalang tak terlihat membuat spirit panggilan Cresil itu terpental mundur.


Itu adalah milik Ikumi. Saat ini skill pasif tersebut melemah karena Ikumi mengurangi kekuatannya. Oleh sebab itu bahkan Ikumi ikut sedikit terhempas mundur.


‘Efeknya melebihi apa yang kuduga, nampaknya level pria itu cukup tinggi.’ Batin Ikumi yang mulai serius.


“” Ikumi mengerahkan sihir anginnya.


Sebuah tornado berwarna hijau tercipta memutar seluruh udara di arena. Ikumi berkamuflase dalam tornadonya untuk mengecoh lawannya.


“Kekekek, ini sangat aneh, kurasa kemampuanmu lebih kuat di pertandingan sebelumnya. Ada apa ini?” Cresil tersenyum licik, dia menengok ke arah Blaince.


“Blaince, berubah menjadi asap hitam.” Blaince mengangguk menerima perintah tuannya.


Dalam sekejap Blaince berubah menjadi sebuah asap hitam. Asap hitam itu menyatu dengan angin di sekitarnya dan mengikuti arus tornado. Asap itu terus meluas sembari menyatu dengan tornado milik Ikumi hingga seluruh udara di arena telah dikuasai oleh asap itu.


Para penonton tak bisa melihat apapun selain asap hitam yang menyebar dalam arena.


‘Asap hitam apa ini? Kurasa terlalu berbahaya untuk menghirupnya.’ Batin Ikumi yang terkejut melihat keberadaan asap itu.


“Ketemu.” Ucap Cresil sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2