The Endless System

The Endless System
Ch 131 — Atomic


__ADS_3

Tohrei, sebagai orang pertama yang tiba di lantai kedua mendapati bahwa tempat ini memiliki lokasi yang berbeda.


Ini terjadi 30 menit sebelum peserta yang lain tiba.


Tohrei saat ini berada di sebuah kota kosong yang tampak sudah lama ditinggalkan dengan begitu banyaknya bangunan yang sudah rusak.


“Kurasa ini lantai kedua ...” Tohrei melihat ke sekitarnya.


“Tohrei dengan begitu cepat tiba di lantai kedua! Sedangkan itu peserta lain masih berada di lantai pertama, mari kita lihat bagaimana aksi Tohrei di sini.” Clowner menyerukan komentarnya sampai kedengaran begitu semangat.


Dari belakang, terdengar sebuah suara yang sama sekali tidak bisa dibilang merdu, suara itu lebih terdengar seperti sebuah pekikan.


“Grruue ...”


Tohrei menoleh dengan pelan kebelakanh dan menemukan bahwa suara itu berasal dari monster undead yang tampak seperti zombie.


Begitu Tohrei menoleh, undead itu tanpa basa -basi menerjang ke arahnya dengan tujuan menggigitnya.


Akan tetapi absolute avoidance membuat serangan undead itu meleset dan membuatnya lengah. Tohrei dengan cepat memegang kepala undead itu dan memecahkan.


Akibat dari tindakan, cairan hijau dengan menjijikan muncrat, namun berkat absolute avoidance cairan itu tak mampu menyentuh kulit Tohrei, bahkan tangannya yang memecahkan kepala itu.


“Dia dengan brutal memecahkan kepala undead itu! Sebaiknya anak kecil jangan melihat ya!” Anak kecil pasti akan muntah melihat adegan itu.


“Aku hanya sekedar iseng memecahkan kepalanya tetapi ini lebih menjijikan dari yang kubayangkan,” ujar Tohrei dengan santai.


Disamping itu, Tohrei sadar bahwa kenyataan undead yang akan ia hadapi bukan sekedar itu saja karena kini semakin banyak undead dalam jumlah besar datang dengan niat membunuhnya.


“Hm ... kurasa aku akan membantai saja kalian dengan barbar, tetapi sebelum itu ... sistem, analisa seluruh wilayah di lantai ini, gunakan poin status ku.”

__ADS_1


[Menganalisa ...]


[Analisa selesai, terdapat 6 buah undead yang menyimpan kunci di kepala mereka. Tidak ada yang bisa dianalisa lagi selain fakta bahwa para undead ini merupakan undead yang diciptakan dari monster untuk menyerupai manusia.]


“Untuk sebuah turnamen mereka sampai melakukan ini huh? Yah lebih penting lagi sebaiknya aku kumpulkan semua kunci itu.”


Tohrei menangkap enam undead yang memiliki kunci di kepalanya. Seperti sebelumnya, Tohrei memecahkan kepala para undead itu namun tidak sekuat sebelumnya untuk mencegah kunci di dalamnya ikut hancur.


“Sudah ku dapat semua.” Tohrei melempar enam undead yang sudah dia pecahkan kepalanya dan mengambil enam kunci itu.


“Kunci ini pasti pintu ke lantai ketiga, tetapi karena aku hanya perlu satu sebaiknya sisanya ku pencar saja untuk peserta lain.”


Clowner tak bisa berhenti terkejut karena Tohrei bisa dengan tepat mendapatkan ke enam kunci dengan mudahnya.


“Di-dia mengambil semuanya ...” gumam Clowner dengan keringat dingin.


“Oh ya, karena kuncinya hanya ini, maka kurasa tidak masalahkan membereskan seluruh undead disini?” Tohrei dengan santai mengucapkan itu.


“Biar ku buat ini mudah untuk peserta yang lain.” Tohrei mengarahkan tangannya ke kota, tampak akan mengeluarkan sebuah bom atom untuk meledakkan kota itu.


Kenyataannya, Tohrei memang akan meledakkan kota itu dengan kekuatan yang hampir ledakan atom.


“” Tohrei dengan nada bercanda melancarkan sihirnya.


Seketika, ledakan yang amat besar tercipta. Ledakan itu bahkan hingga menyebabkan kerusakan pada kamera pengawas pertandingan.


“Ap—?!” Clowner begitu terkejut melihat layar yang tiba-tiba kosong.


Usai itu, Clowner dihubungi pihak panitia dan dia langsung memahami situasi.

__ADS_1


“Ekhem tampaknya sesuatu terjadi sesuatu di lantai kedua, maka dari itu mari lihat pertunjukkan para peserta di lantai pertama! Apa kalian penasaran bagaimana cara mereka pergi ke lantai kedua?” Clowner mencoba mengalihkan para penonton dari kejadian barusan.


“Hahaha! Aku tidak menyangka dia sekuat itu!” Seorang bocah tampak tertawa riang melihat aksi Tohrei.


“Kenapa kamu begitu senang Tion?” Seorang pria paruh baya di sampingnya merasa heran dengan sikap bocah itu.


Mereka berdua merupakan sepasang ayah dan anak yang merupakan ras beastman Lioned.


“Apa ayah tahu?! Dia adalah orang yang bisa mengalahkan ku tiga hari yang lalu!” Bocah bernama Tion itu mengatakannya dengan semangat.


Pria paruh baya itu merupakan ayah dari Tion, seorang raja dari Beastafaria Kingdom, Rion Lioned. Sedangkan itu, Tion merupakan anak dari raja, orang yang menantang Tohrei bertarung begitu saja beberapa hari yang lalu dan berujung kalah.


“Anak manusia itu kelihatannya memang menarik, terasa seperti bukan manusia sama sekali ...” Ujar Rion dengan senyum tipis namun sedikit berkeringat dingin karena merinding dengan kekuatan yang dimiliki Tohrei.


Sementara itu, di lantai 2 usai Tohrei menghancurkannya, kini lokasi tersebut tampak hancur total, lebih hancur dari sebelumnya.


“Ini pemandangan yang hebat! Tetapi sehebat apapun ini aku harus tetap pergi. Akan ku tinggalkan kalian, kunci-kunci tak berguna.” Tohrei melempar lima kunci yang tidak ia gunakan ke sembarang tempat secara acak.


“” Tohrei memeriksa kunci untuk mencari tahu jalan menuju lantai ketiga.


[2nd Floor key


Kunci kedua, bisa membuka jalan menuju lantai ketiga. Gunakan untuk membuka pintu balai kota, dengan begitu jalan menuju lantai ketiga akan terbuka.]


“Hmm ... ? Kalau tidak salah aku memang melihat sebuah balai kota ...” Tohrei melihat sekitaran kota yang sudah ia hancurkan.


Tohrei melihat sebuah balai kota yang tampaknya telah disebutkan di informasi item kunci. Balai kota itu terlihat sama sekali tidak hancur, sepertinya balai kota itu memang khusus untuk tidak dihancurkan.


“Itu kah?” Tohrei terbang menuju balai kota itu dan mendarat tepat di depan pintu.

__ADS_1


“Oh? Slotnya pas!” Tohrei memasukkan kunci ke pengunci pintu dan membukanya.


Seketika pintu terbuka dan membawanya ke lantai ketiga. Usai dirinya dipindahkan, pintu kembali tertutup dengan rapat.


__ADS_2