The Endless System

The Endless System
Ch 136 — Kobold Yang Aneh


__ADS_3

Tohrei menyusuri hutan Ashfriet, ketika dalam perjalanan dia terhentikan oleh beberapa monster yang mengganggu.


“Huh? Apa para monster ini belum ada kapok-kapoknya merusuh di hutan ini?” Tanya Tohrei ketika melihat segerombolan Kobold yang tampaknya sangat kelaparan mengelilinginya.


“Manusia ... akhirnya ... makanan!!” Para kobold ini sepertinya memang sangat kelaparan hingga berani memangsa manusia.


Biasanya kobold hanya melawan makhluk yang lebih kecil dari dirinya untuk dimakan. Melihat betapa laparnya para kobold ini, mereka sepertinya sudah berada di ujung tanduk.


Para kobold itu menyerang Tohrei dengan persenjataan sederhana seperti pisau batu yang sudah retak dan tombak yang sudah mau patah. Tentunya dengan persenjataan seperti itu sangat mustahil melawan Tohrei.


“Apa kalian berpikir untuk memakanku? Sungguh pemikiran yang bodoh.” Tohrei tanpa sadar mengaktifkan skill pasifnya yaitu Monster Lord.


Dengan skill Monster Lord, Tohrei tanpa melakukan apapun bisa menundukkan monster dengan tingkat di bawahnya.


Karena skill itu, para kobold dengan sendirinya tunduk dan mengurungkan niatnya untuk menjadikan makanan.


Mereka pasti akan berpikir bahwa diri mereka bodoh jika berniat memakan sosok di depannya, yang kini terlihat sangat mengancam, seolah dirinya adalah raja dari para monster.


“Hm? Kalian sekarang kelihatan ketakutan? Apa-apaan ini? Dimana rasa lapar kalian?” Tohrei dengan senyum tipis menatap para kobold yang kini berlutut di hadapannya.


Ketika suara Tohrei semakin mengintimidasi, para kobold itu baru menyadari siapa sosok di depan mereka. Tidak lain dan tidak bukan adalah sosok yang merampas hutan ini dan menjadikannya wilayahnya, dia adalah sang Ashfriet Forest Lord.


Keringat dingin bercucuran di punggung mereka, rasa takut menyelimuti mereka saat nasib mereka tampak akan hancur. Namun mereka terpikir sebuah ide yang mungkin bisa membuat mereka selamat.


“Ma-maafkan aku tuan, ka-kami hanya mencoba bertahan hidup! Makanan di hutan semakin menipis! Kami tidak ada pilihan lain!” Salah satu kobolf berinisiatif untuk mengatakan itu walau dengan sedikit tergagap.


“Hmm?” Tohrei merasa para kobold ini ingin mengatakam lebih dari itu, sehingga dia hanya menanggapinya dengan kata “Hmm”.


“O-oleh karena itu, jika tuan berkenan, apa kami boleh tinggal di wilayah tuan agar kehilangan rasa lapar ini? Kami pasti akan bekerja keras untukmu tuan!” Mereka tahu bahwa wilayah pemukiman yang dibangun Ashfrier forest lord merupakan wilayah yang makmur sehingga membuat permintaan seperti itu.

__ADS_1


“Kalian ingin aku mengizinkan kalian tinggal? Biar aku pikirkan dulu itu.”


Para kobolf menjadi sangat gembira ketika mendengarnya. Namun mereka terlalu berharap tinggi hingga harapan mereka langsung merosot turun.


“Tetapi setelah dipikir-pikir, kurasa sangat mustahil aku menerima itu,” Ujar Tohrei dengan senyum tanpa dosa.


“Apa ...?” Para kobold hanya bisa ternganga mulutnya.


“Kalian sudah berani menyerangku dan saat menyadari kalau aku adalah penguasa hutan ini kalian langsung menjilat, aku tidak perlu bawahan seperti itu, lagipula aku tidak butuh penduduk tambahan.”


“Ha-hanya karena itu?!”


“Iya, hanya itu.” Tohrei masih menunjukkan senyumnya pada para kobold.


Entah apa alasannya, Tohrei menggunakan skill telekinesis pada para kobold sehingga membuat mereka melayang. Mereka sudah berpikir bahwa ini sudah menjadi akhir dari riwayat mereka.


“Aku sedang tidak mau menjadi kejam saat ini, jadi terimalah kebaikan ini. Aku akan melempar kalian secara acak ke wilayah lain, yah aku tidak tahu kalian akan mendarat ke mana.” Tohrei melempar mereka secara acak dengam telekinesis.


Seusai Tohrei melakukan pengusiran itu, dirinya kembali melanjutkan perjalanan. Tohrei menikmati pemandangan disini. Sembari menguap, dia mendengarkan deru angin yang meniup daun-daun di hutan ini.


“Oh? Tampaknya aku hampir sampai,” Ujarnya begitu melihat sebuah tembok besar yang berdiri kokoh melindungi sebuah wilayah.


Pohon-pohon yang ada di sekitar tembok digunduli, itu dilakukan agar area sekitar tembok bisa diawasi lebih mudah oleh para penjaga. Ifrit lah yang menyarankan hal ini. Tohrei menuju ke area itu dengan santai.


“Hooam, ya ampun mengapa rasanya hari ini mengantuk sekali?” Seorang Kobold saat ini sedang menjaga tembok yang dekat dengan gerbang.


Kobold itu merasa ingin langsung berganti sif, itu sangat terlihat dari ekspresi malasnya. Akan tetapi, ekspresi itu langsung sirna begitu melihat sesosok manusia terlihat keluar dari hutan dan menuju ke gerbang.


Kobold itu menggelengkan kepalanya dan segera pergi untuk melihat lebih jelas siapa manusia itu.

__ADS_1


“I-itu!? Bukankah itu Tuan Tohrei?!”


Tohrei segera menyadari keberadaan kobold itu. Ia menoleh dan melambai pelan ke arahnya. Melihat hal tersebut, kobold itu segera menuju ke gerbang lalu membukanya.


Namun, ketika gerbang dibuka, Tohrei langsung menodongkan pedang ke arah kobold itu. Sang kobold terkejut bukan main, mengapa tuannya mengarahkan senjata ke arahnya?


“Membukakan gerbang ke seseorang yang belum teridentifikasi dengan benar, bukankah itu sama saja membawa dirimu kepada kematian?” Dengan senyum tipis Tohrei menatap kobold itu dengan tajam.


“Ap—?! Tidak mungkin! Apa kau bukan tuan Tohrei?!” Kobold itu segera menjauh lalu seger bersiap menyerang.


Akan tetapi, ketika dirinya melihat eskpresi serius dari sang kobold, dia tertawa terbahak-bahak.


“Hahaha! Kau menganggap itu serius?” Tohrei tertawa terbahak-bahak melihat tingkahnya.


“Sebenarnya apa maksudmu?”


“Aku tadi hanya bercanda, aku sungguh Tohrei yang asli.” Tohrei menekan kobold itu menggunakan darah yang tertanam di tubuh sang kobold, menunjukkan dirinya adalah Tohrei sungguhan.


“Tadi itu hanya sedikit peringatan untuk tidak mengantuk ketika bertugas, aku tidak akan tahu seperti apa nasibmu jika orang asing sungguh menyamar jadi diriku.” Tohrei mendekatinya dengan membisikkannya.


Kobold itu seketika merasa merinding.


“Ba-baik!” Serunya dengan terbata-bata.


“Kalau begitu waspadalah lain kali!” Tohrei kemudian pergi meninggalkan kobold itu dengan berjalan santai.


“Aku merasa jantungku akan copot!” Kobold itu kini merasa menjadi harus lebih waspada, perkataan Tohrei menjadi sebuah peringatan dibenaknya sebagai seorang penjaga tembok.


Para kobold saat ini sedang dalam musim dimana mood mereka akan kacau, sehingga tak heran jika mereka menjadi brutal ketika kelaparan ataupun menjadi sangat malas ketika mengantuk.

__ADS_1


Akan tetapi, Tohrei sama sekali tidak mengetahui hal semacam itu, dia hanya secara kebetulan menemui para kobold yang bertingkah laku seperti itu.


__ADS_2