
Tohrei dengan kemampuannya menangkap kedua monster panggilan si demon. Dua monster itu ia langsung lenyapkan begitu saja.
Demon itu terkejut karena kedua monster panggilan yang termasuk yang terkuat telah dilenyapkan oleh Tohrei dengan begitu mudahnya.
‘Sial! Aku harus menggunakan kartu terakhirku!’ Ia tak memiliki pilihan, dengan meng-summon budaknya yang terakhir dia berpikir ia bisa mengalihkan Tohrei dan kabur.
“!” Sebuah lingkaran sihir muncul di depannya. Lingkaran sihir itu berwarna hitam pekat.
‘Dia juga bisa menggunakan spirit summon?’ Batin Tohrei.
Dari lingkaran sihir itu keluar sesosok layaknya seorang pencabut nyawa. Dia memiliki jubah hitam, wujud dalamnya tidak terlihat karena kegelapan yang sangat pekat. Tohrei bahkan tidak mampu melihat kaki dari spirit itu. Sang spirit kegelapan itu membawq sebuah sabit besar dengan noda darah yang sudah busuk di bilahnya.
‘Kekuatan spirit ini lebih rendah dari Ifrit, jadi ia tak akan jadi masalah.’ Tohrei menyerang spirit itu dengan pedang Celerize ZX namun ditangkis oleh spirit itu dengan sabitnya.
Spirit bernama Vaareist itu kemudian mengeluarkan skillnya. Aura kegelapan merembes keluar dari tubuhnya dan disaat yang bersamaan dia menyerang Tohrei dengan sabitnya. Tebasannya mengeluarkan energi kegelapan yang bisa membuat sesuatu menjadi membusuk.
Tohrei dengan mudah menghindarinya, malahan dia juga melahap energi kegelapan yang berasal dari tebasan Vaareist dengan skill gluttony.
[Mendapat energi kegelapan, butuh lebih banyak energi kegelapan lagi untuk membangkitkan skill Darkness Magic. Progres : 5%]
Tohrei melesat maju. Dia berniat untuk melahap spirit itu agar bisa mendapatkan sihir kegelapan.
Vaareist tidak diam saja, ia kembali melesatkan puluhan tebasan. Akan tetapi pada akhirnya serangannya malah dilahap oleh Tohrei.
[Progres : 15%]
Tanpa sang spirit itu sadari, Tohrei sudah beradap tepat di depan matanya. Tangan kiri Tohrei mencengkram kepalanya dan melahapnya.
“” Seketika tubuh spirit itu terlahap oleh kabut hitam dan mati.
[Mendapatkan skill : Dark Magic.]
“Sekarang, bagaimana dengan demon itu?” Tohrei mengalihkan pandangannya dan mencari demon itu. Hasilnya nihil, disekitarannya tak terlihat sama sekali demon itu.
__ADS_1
“Ah, dia kabur. Tapi dia sama sekali tidak berpikir kalau aku bisa melacaknya ya?” Tohrei menggunakan area detection.
“Ketemu.” Tohrei lalu kemudian menggunakan switch untuk berpindah ke lokasi demon itu.
Sementara itu demon tersebut terus berlari dengan rasa takut. Ketika berpikir dirinya sudah aman, dia menengok ke belakang dan tanpa disangka dari kekosongan muncul Tohrei.
“Lenyaplah !”
“Akh!!!” Itulah teriakan terakhirnya sebelum terlahap oleh gluttony Tohrei.
“Ah, aku lupa bertanya mengenai tujuannya, aku malah asal serang. Yah, mungkin gluttony juga bisa melahap ingatannya.”
[Anda naik ke level 367!]
[Skill : Monster summoning diperoleh.]
[Anda memperoleh ingatan lawan, apa anda menerimanya? Memperoleh ingatan melalui gluttony merupakan kesempatan yang langka.]
“Oh? Ternyata benar-benar bisa. Kalau begitu akan kuterima.”
[Ingatan diterima.]
Ingatan yang asing masuk ke dalam memorinya, itu adalah ingatan dari demon itu. “Ini...”
Tohrei dengan cukup cepat memahami ingatan demon itu.
Demon itu awalnya adalah bawahan dari seorang raja iblis, namun ia memberontak karena ketidak puasannya berada di bawah raja iblis. Pada akhirnya dia berhasil kabur dari kejaran iblis lain dan sampai ke benua ini. Sebenarnya demon yang Tohrei ambil ingatannya ini bernama Devourde, dia berasal dari benua Abyssal. Devourde yang sampai ke benua ini akhirnya bisa merasa bebas dan bertindak sesukanya. Dia merampas apapun yang menurutnya menarik, termasuk kota ini.
Alasan Devourde memberontak pada raja iblis adalah karena dia tidak ingin menuruti orang lain yang menundukkan sang raja iblis. Orang yang menundukkan raja iblis sangat tidak Devourde sukai.
Tohrei kemudian tidak dapat menyelidiki lebih jauh karena ingatan yang ia dapat hanya sebatas itu.
“Raja iblis, benua Abyssal, dan juga orang yang lebih kuat dari raja iblis. Aku tidak bisa mengambil informasi dari ingatannya lagi tapi kurasa ini sudah cukup.”
__ADS_1
“Ikumi, apa semua monster sudah kau habisi?” Tohrei berbicara dengan Ikumi melalui telepati.
“Sudah Master, tapi aku tidak tahu harus diapakan tubuh mereka.” Jawab Ikumi.
“Tunggulah, aku akan kesana, aku akan mengurusnya.” Setelah itu Tohrei pergi menuju ke tempat Ikumi.
Begitu sampai, Tohrei melihat banyak sekali mayat para monster yang tertumpuk. Tohrei segera menggunakan gluttony untuk melahap semua monster itu.
Karena melahap banyak monster, Tohrei mendapatkan skill baru, yaitu skill Monster Lord yang menjadi pasive skill.
Monster Lord memiliki efek yang membuat monster secara naluriah tunduk kepadanya. Namun ada beberapa monster yang tidak bisa ia tundukkan dengan skill ini seperti monster dengan rank yang terlalu tinggi dan monster yang memiliki kemampuan khusus tertentu.
Setelah urusan disana selesai, mereka berdua kembali ke kota. Begitu sampai di kota mereka disorak layaknya seorang pahlawan. Mereka langsung pergi ke guild petualang dan bertemu Bearine. Suasana diluar terlalu ramai. Ikumi hanya berdiri disamping Tohrei.
Begitu sampai di kantor Bearine, Tohrei langsung duduk di sofa tamu. “Fyuh, ada apa dengan orang-orang itu.”
“Haha, itu wajar tuan Yami, anda sudah menyelamatkan mereka dari serangan monster yang mungkin jika tidak ada anda maka kota ini akan hancur jadi wajar mereka merayakannya.”
“Yah kurasa begitu.”
“Oh ya, anda mendapat salam dari walikota, dia memberikan imbalan untuk anda dan menitipkannya ke saya. Saya juga akan menaikkan rank anda dan rekan anda ke A rank, sebenarnya saya ingin anda dan rekan anda naik ke rank S tetapi untuk naik rank S perlu ujian khusus.”
“Aku tidak keberatan dengan imbalannya. Untuk ujian rank S itu, kurasa kami tidak akan ikut.”
“Huh? Mengapa? Bukankah itu hal yang bagus?”
“Kami akan segera pergi dari kota ini dan ke Aelion Empire.”
“Saya tidak akan memaksa, anda pasti memiliki kepentingan sendiri.”
“Ngomong-ngomong apa anda ingin tumpangan untuk kesana? Saya bisa membantu untuk mencari tumpangan yang cepat. Jarak dari kota ini ke Aelion Empire cukup jauh anda tahu?” Bearine menawarkan bantuan kepada Tohrei.
“Kau tidak usah memikirkan itu tuan Bearine, aku punya cara sendiri untuk pergi kesana.”
__ADS_1
“Cara sendiri?” Bearine tidak tahu cara apa yang bisa Tohrei gunakan untuk pergi kesana. Ia hanya bisa menduga-duga.