
Terdapat tiga orang lagi yang belum menyelesaikan ujiannya. Yaitu ialah Isabella, Harciest, dan Magreis.
Di ujian Isabella, terlihat bahwa seluruh ruangan yang dijadikan tempat pengujian berantakan. Seluruh boneka di ruangan itu saling bertumpukan dan membuat sebuah gunung boneka.
Yang aneh di sini, sosok Isabella sama sekali tak terlihat. Yang terlihat hanyalah boneka beruang teddy milik Isabella yang sudah kembali ke ukuran normalnya.
Di keadaan yang hening itu, secara tiba-tiba saja keluar sebuah tangan mungil dari gunungan boneka. Tangan itu memegang sebuah boneka ... boneka yang mirip dengan Isabella.
Tentu, kalian tahu tangan siapa itu. Sosok pemilik tangan itu perlahan keluar dari gunungan boneka sambil memegang penguji, sang Doll Magic Spirit.
“Apa aku lulus sekarang?” Isabella bertanya sambil mengangkat boneka magic spirit itu dengan ekspresi datar.
“Y—ya ...” Boneka magic spirit itu nampak seolah berkeringat dingin, dia telah melihat betapa mengerikannya kekuatan Isabella. Dia kini tak meragukan kelulusan Isabella di ujian ini.
***
“Makhluk apa itu?! Besi bergerak ini nampak mengerikan!” Harciest saat ini sedang lari dari kejaran sebuah robot dengan kecepatan serta serangan yang mengerikan.
Harciest tak yakin bisa mengalahkan benda yang ia sebut besi bergerak itu. Maka dari itu saat ini ia sedang bersembunyi disalah satu gedung.
Harciest melirik keluar, mengecek keberadaan robot itu. “Fyuh ... kurasa dia sudah tidak ada.” Harciest bernapas lega.
“[Tar ... get T3rdeteks1 ...]” Tanpa diduga, robot itu sudah berada di belakang punggung Harciest.
__ADS_1
Harciest yang segera menyadari keberadaan robot itu segera berbalik dan mengayunkan pedangnya.
Namun robot itu dengan cepat bergerak mundur dan menembakkan misil dari pundaknya. Tentu saja misil itu meluncur ke arah Harciest. Seketika Harciest terpental dari gedung itu dan jatuh dari ketinggian.
“Bongkahan besi sialan!!! Tidak ada gunanya lari terus! ”
Seketika sebuah armor terpasang ke seluruh tubub Harciest. Armor itu berwarna coklat, layaknya sebuah perunggu.
Akan tetapi sejatinya itu bukanlah perunggu, melainkan logam bernama Manaire, sebuah material yang memiliki efek melayang.
Harciest memodifikasi logam ini dengan membuatnya bisa melayang hanya pada saat tertentu dan inilah saatnya.
Begitu Harciest menggunakan armor itu, dia berhenti terjatuh dan melayang di udara. Di bagian punggung armor itu, terdapat sebuah hiasan seperti sayap yang membuat armor ini semakin terlihat seperti apa kegunaannya.
Alasan Harciest tak menggunakan armor ini sejak awal, itu karena Harciest belum terlalu bisa mengendalikan armor ini walau dialah yang menciptakannya.
Harciest yang masih dalam penyesuaian terpaksa menghindar dengan posisi yang hampir terbalik.
“Makhluk apa itu sebenarnya??!! Betapa tidak masuk akalnya itu!” Harciest yang sama sekali tak mengenal mesin berteknologi tinggi tentu tak mengenal istilah robot sehingga ia tentu sangat kebingungan dengan identitas dari bongkahan besi di depannya.
Robot itu memiliki struktur tubuh layaknya manusia, namun masih menyisakan beberapa bagian seperti armor tambahan dan perangkat peluncur misil.
Yang menurut Harciest tidak masuk akal adalah karena robot itu mampu terbang. Harciest tidak tahu bahwa pendorong roket yang ada di sebagian tubuh robot itulah yang membuatnya bisa terbang.
__ADS_1
Robot itu meluncur kembali ke arah Harciest, kini ia tak menembakkan misil. Melainkan sebuah laser dari telapak tangannya.
Harciest yang sudah bisa sedikit menyesuaikan kini bisa menghindar lebih baik. Itu walau ia masih hampir terkena serangan laser itu.
“Aku tak punya pilihan lain, aku harus menggunakan ini, !”
Seketika, tercipta sebuah golem yang tak diciptakan dengan batu, melainkan dengan mythril.
Membuat logam sekuat itu cukup menguras mana miliknya. Namun itu sepadan karena golem itu mampu menciptakan besi sama sepertinya.
Pertarungan sengit tak terhindarkan. Walau Harciest terkena serangan robot itu berkali-kali dan golemnya perlahan tergores, robot itu pun juga ikut mengalami kerusakan.
Beberapa bagian robot itu telah rusak hingga menimbulkan percikan listrik dari tubuhnya. “Beri dia serangan terakhir!” Harciest memerintahkan golemnya.
Golem Harciest lalu menumbuk robot itu ke tanah. Ia terus menumbuknya dengan terus menambah bobot besi di tangannya.
Golemnya melepaskan tangannya dari robot itu setelah memberinya tumbukan terkakhir. Kini robot itu hanya menyisakan bongkahan logam dan kabel-kabel penghubung yang sudah terputus.
“Kuharap ini sudah selesai ...” Harciest menghilangkan golemnya dan turun ke tanah lalu melepaskan armornya. Selain susah dikendalikan, armor itu memberi hawa yang sangat panas ketika dipakai sehingga menurutnya lebih baik dilepas ketika selesai digunakan.
“Hahaha, walau tak memenuhi ekspetasiku, kau sudah cukup luar biasa.” Seseorang yang entah berada dimana terdengar suaranya.
“Suara darimana itu?!” Harciest mencoba kembali berdiri, namun dirinya terlalu lelah setelah pertarungan sebelumnya.
__ADS_1
“Aku adalah Metal Magic Spirit, yang bisa kukatakan adalah, kau lulus ujian dariku, jadi mulai sekarang aku adalah pendampingmu.”
“Eh? Tunggu?! Eh...?!” Harciest secara tiba-tiba saja terkena silauan cahaya dan berpindah dari tempat sebelumnya.