
“Siapa mereka berdua?”
“Mereka adalah Yami dan Shirou, mereka bergabung dengan guild beberapa hari yang lalu. Mereka cukup mengejutkan karena perkembangan rank mereka, merekq saat ini ada di rank E.” Salah satu petualang menjawab pertanyaan Bearine.
Yami dan Shirou adalah nama samaran untuk mereka berdua. Yami adalah Tohrei sedangkan Shirou adalah Ikumi.
“Tetapi aku tidak menyangka, bahwa kekuatan mereka seperti ini. Dengan kekuatan seperti ini seharusnya paling kecil mereka adalah rank A atau S.”
‘Dari mana datangnya mereka berdua? Mengapa mereka berada di kota ini? Yah, itu bukan pertanyaan yang penting untuk sekarang, jumlah musuh sudah cukup berkurang.’ Batin Bearine.
“Maju! Jumlah musuh sudah berkurang! Dengan jumlah kita, para monster itu bisa kita taklukan!” Bearine menyerukan perintahnya.
Semua petualang pun maju sesuai perintah. Mereka menyerang dengan berbagai skill mereka.
“!”
“!”
“!”
Situasi berbalik, kini para monster terpojokkan. Sang ketua guild, Bearine tidak hanya diam saja. Ia juga melancarkan serangan.
“” Bearine memerangkap para monster dalam sebuah kurungan yang terbuat dari tanah.
“Aku tarik kata-kataku tadi, kembali bertarung bersamaku Ikumi. Kita tunjukkan lebih kekuatan kita. Bertarung bersama disaat seperti ini lebih menarik!” Tohrei melesat pergi menebas para monster begitu menyelesaikan kata-katanya.
“Ya Master.” Ikumi mengikuti arahan Tohrei.
Mereka maju dan ikut kembali menghadapi monster. Para petualang yang cukup kesusahan terus bertarung dibantu oleh mereka.
Para petulang terkejut ketika melihat monster yang mereka hadapi tertebas dan terpisah menjadi potongan-potongan kecil.
Setelah beberapa saat, akhirnya seluruh monster tumbang. Para petualang bersorak atas kemenangan mereka dan dengan letih beristirahat di atas tanah.
“Tuan Yami, Benar?” Dari belakang, seseorang memanggil Tohrei. Ia pun langsung berbalik membalasnya.
__ADS_1
“Ya? Ada apa?”
“Aku sangat berterima kasih atas kontribusimu di misi ini, aku tidak yakin kami bisa membereskan seluruh monster ini jika tidak ada tuan.” Ia adalah Bearine, dia bersikap sopan pada Tohrei karena dia sadar atas kontribusi Tohrei dalam misi ini. Apalagi dia memiliki firasat bahwa petualang dengan umur yang terlihat lebih muda darinya ini memiliki kekuatan melampauinya.
“Oh, tak perlu berterima kasih. Ini bukanlah hal yang merepotkan.”
“Be..begitukah?” Bearine hanya bisa yakin kalau Tohrei sangat percaya diri dengan kekuatannya.
“Ah, ngomong-ngomong, apa dengan ini aku dan rekanku bisa naik peringkat karena kontribusi kami di misi ini?”
“Tentu saja, tetapi itu memerlukan proses beberapa hari. Mengesampingkan penaikan rank, kau juga mendapatkan hadiah lain berupa koin gold dan itu bisa tuan ambil besok. Untuk saat ini kami akan sibuk membereskan tubuh para monster.”
“Itu bagus, kalau begitu aku pergi lebih dulu. Kabari aku nanti. Aku ada urusan penting yang lain.” Tohrei segera pergi menghampiri Ikumi.
“Ya, tentu.” Bearine membalas. Bearine berpikir bahwa membuat hubungan baik dengan Tohrei tidaklah buruk.
***
“Master, kini kita akan kemana?” Ikumi bertanya setelah beberapa menit mengikuti Tohrei ke suatu tempat.
“Aku menemukan sebuah dungeon dan itu belum ditemukan guild, jadi kita bebas menggunakannya. Aku belum lihat isi di dalamnya, tetapi mungkin isinya akan menarik.” Tohrei menjelaskan sembari tetap berjalan ke tempat tujuan.
Keduanya ia dapat dari hadiah misi sistem. Sesaat sebelum ia berniat menyerang monster, misi diberikan kepadanya. Tohrei juga mendapatkan satu skill baru dari misi itu.
“Ah, kita sudah sampai.” Tohrei berhenti di dekat sebuah gua.
“Inikah dungeon itu Master?”
“Ya, aku merasakan keberadaan mana yang pekat di dalamnya.”
“Aku juga merasakan hal yang sama.”
“Baiklah ayo kita masuk.” Mereka berdua masuk ke dalamnya.
Begitu masuk, pemandangan gelap membuat pandangan mereka terbatas. Maka Tohrei menggunakan skillnya.
__ADS_1
‘’ Tohrei menggunakan area detection hanya dalam jangkauan beberapa puluh meter.
“Lima Skeleton beberapa meter dari sini. Sepertinya mereka sama sekali tidak kuat. Kalahkan mereka Ikumi, lakukan dengan diam-diam.”
“Baik.” Ikumi melesat dengan cepat tanpa suara. Setelah beberapa saat, Ikumi kembali.
“Apa yang akan kita lakukan selanjutnya Master?”
“Terus maju.” Mereka berdua lanjut menjelajah dungeon. Setelah beberapa menit berjalan, mereka menemukan sesuatu.
Di depan mereka terlihat sangat banyak kristal mana. Namun, yang mereka lihat bukan hanya kristal mana. Mereka melihat puluhan skeleton menambang kristal-kristal mana itu.
“Para skeleton itu menambang kristal mana?” Kristal mana adalah kristal yang cukup berharga. Kristal itu bisa diserap untuk menjadi mana yang menyerapnya. Kristal ini juga bisa digunakan sebagai katalis untuk sebuah sihir yang tidak bisa dioperasikan oleh mana milik penggunanya.
Berbeda dengan kristal sihir, kristal mana tidak akan kehilangan energinya secara alami, hanya ketika energinya dikeluarkan paksa baru kristal mana akan kehilangan kegunaannya.
“Memangnya mengapa jika mereka menambang Master?” Ikumi bertanya dengan wajah polos.
“Skeleton tidak memiliki akal yang tinggi, mereka hanya bisa bertindak jika diperintah. Mereka hanya sekedar tengkorak berjalan jika tidak diberi perintah. Yah, ada pengeculian untuk beberapa undead skeleton dengan tingkat lebih tinggi.”
“Tapi yang membuatku penasaran, siapa yang memerintahkan mereka?” Tohrei merasa penasaran akan hal itu. Ia memiliki dugaan, mungkin saja mereka dikendalikan oleh lich yang merupakan undead tingkat tinggi yang berakal setara atau bahkan lebih tinggi dari manusia.
“Lihat Master! Skeleton itu membawa kristal mana dengan gerobak itu.”
“Ayo kita ikuti.”
“Apa kita akan melibas mereka semua?”
“Tidak, kita akan mengikutinya tanpa ketahuan. Cukup pegang tanganku.” Mereka pun saling menggenggam tangan.
“” Seketika keduanya menjadi nampak tak terlihat.
“Yosh, ayo.” Tohrei berbisik.
Mereka berjalan pelan dan mengikuti sekeleton yang membawa gerobak penuh kristal mana itu. Mereka terus mengikuti dan menemukan sesuatu yang menarik.
__ADS_1
Skeleton itu membawa seluruh kristal mana itu ke sebuah ruangan. Di ruangan itu, mereka melihat seseorang, dia adalah lich. Ia nampaknya sedang melakukan sesuatu di ruangan itu.
“Hehe, sebentar lagi dan aku akan ketahap itu. Hanya butuh beberapa saat lagi.” Suara serak dari lich itu terdengar oleh mereka.