
Tohrei tiba di pemukiman yang dibangun di wilayahnya. Tohrei sedikit terkejut ketika melihat bahwa bangunan yang ada disini menjadi begitu berkembang. Perumahan yang mulanya hanya terbuat dari batu dan kayu kini menjadi lebih kokoh.
“Woah, aku rasa ini berkat Zeirock, pengetahuan dari scroll yang kuberikan tampaknya sangat berpengaruh.” Tohrei terdiam memperhatikan bagaimana bangunan disini terlihat lebih kuat dengan ibukota kekaisaran Aelion.
Zeirock merupakan seorang wrath orc yang adalah bawahan Tohrei. Zeirock menjadi pemimpin utama dalam pembangunan di Ashfriet. Itu semua berkat scroll yang Tohrei dapat dari sistem.
“Ah! Bukankah itu tuan Tohrei?!” Seorang hobgoblin melihat Tohrei ketika melakukan kegiatannya.
Warga lain yang di sana ikut menoleh ke arah yang hobgoblin itu tunjuk, sontak mereka berlutut di hadapan Tohrei dan menyambut kembalinya Tohrei.
“Kalian bisa berdiri sekarang.” Perintahnya pada para warganya.
Para warganya itu terdiri dari berbagai ras, contohnya adalah goblin, hobgoblin, kobold, direwolf, orc, dan terdapat ras lain juga.
Usai di sana, Tohrei kini pergi langsung ke mansionnya dengan cara terbang. Dirinya cukup takjub ketika melihat pemandangan kota dari langit.
Kegiatan jual beli di sini tampaknya sudah mulai jadi hal umum, membuat Ashfriet benar-benar terlihat seperti sebuah negara. Namun, Tohrei belum benar-benar menyatakan wilayahnya sebagai sebuah negara. Dia hanya mengklaim wilayah hutan Ashfriet yang awalnya bebas kini menjadi wilayah kekuasaannya.
Dirinya sampai di mansion yang dia rindukan, betapa nostalgianya dia walau hanya meninggalkan ini selama kurang lebih setahun.
Disisi lain, Ifrit menyadari ada seseorang yang mendekati mansion dan dia tahu siapa itu. Dirinya saat ini berada di kantornya, yang dibuat di mansion Tohrei.
“Tampaknya tidak ada yang berubah disini.” Tohrei memperhatikan mansion, itu terlihat sama sejak dirinya pergi.
Tak ingin berlama-lama lagi di luar, Tohrei segera membuka gerbang. Namun seseorang tiba-tiba saja datang di sampingnya dengan sikap berlutut yang sempurna.
“Hamba menyambut kedatangan kembali tuanku.” Sosok itu adalah Ifrit, dengan seragam yang rapi berlutut di hadapannya.
“Ifrit? Sudah agak lama ya ...”
“Ya, saya sudah lama menunggu kedatangan kembali anda, tuanku.” Walau ekspresinya terlihat datar, namun tersembunyi di dalam hatinya sebuah rasa rindu.
__ADS_1
“Berdirilah, mari kita ke kantormu, aku ingin mendengar perkembangan apa saja yang sudah terjadi di Ashfriet.” Ajak Tohrei yang ingin tahu lebih lanjut hal yang terjadi selama dirinya tidak ada.
“Ini akan sedikit panjang, tetapi dengan senang hati saya akan menjelaskan.” Ujar Ifrit.
***
Mereka tiba di kantor Ifrit, keduanya duduk di kursi, saling berhadapan dalam satu meja. Ifrit menyiapkan teh untuk pembicaraan ini. Sebenarnya dia ingin memberi hidangan yang lebih baik, namun Ifrit merasa bahwa tidak baik membuat tuannya menunggu lama, maka dia segera menjelaskan.
“Hal pertama yang ingin saya laporkan adalah tentang pangan di wilayah ini.” Buka Ifrit dalam percakapan mereka.
Tohrei mendengarkan, masalah pangan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi suatu wilayah sehingga dia harus dengan teliti mendengarkan.
“Metode berburu untuk mencari makanan saya rasa akan terlalu boros, sehingga saya mengusulkan pada penduduk untuk membuat lahan pertanian dan peternakan.” Ucap Ifrit.
“Lalu, apakah itu berhasil? Metode untuk melakukan pertanian maupun peternakan tidak semudah itu, walau kita memang punya perkebunan di mansion ku rasa para warga tidak memiliki skill yang cukup terampil untuk menanam ataupun memanen.” Tanya Tohrei.
“Apakah anda ingat para Ogre? Mereka cukup terampil dalam melakukan kegiatan peternakan dan pertanian, kami meminta mereka untuk mengajari warga lain untuk melakukan kegiatan itu.” Ifrit memberitahu tentang tiga Ogre yang menetap di sini.
“Iya, mereka bertiga ternyata memiliki latar belakang yang ahli dalam bidang itu sehingga kami mempekerjakan mereka untuk itu.”
“Hm ... kurasa itu berita bagus, lalu bagaimana dengan anggota pemburu? Mereka lambat laun tidak akan digunakan untuk berburu bukan?” Tanya Tohrei mengenai para anggota pemburu.
“Kami memindahkan anggota pemburu ke bagian militer, untuk anggota humanoid dan beast kami memisahkannya.” Jawab Ifrit.
“Memisahkan mereka? Yah ... itu bukan hal buruk sih. Terima kasih atas laporanmu, apakah ada yang lain?”
“Ada beberapa laporan lain mengenai perkembangan wilayah, seperti infrastruktur dan transportasi.”
“Mengenai infrastruktur, aku sudah bisa melihatnya, tampaknya Zeirock sudah bekerja keras untuk itu,” Ujar Tohrei.
“Kinerja Zeirock memang sangat bagus. Tidak hanya bekerja untuk mendesain, dia juga turun ke lapangan untuk ikut membantu pembangunan.” Lapor Ifrit mengenai kinerja dari orc itu.
__ADS_1
“Ngomong-ngomong mengenai transportasi, apa yang kau maksud itu adalah para beast yang menjadi tunggangan?” Sepanjang jalan dirinya ke mansion, Tohrei melihat beberapa monster non-humanoid menjadi tunggangan untuk ras lain.
“Itu benar. Tetapi mereka menjadi transportasi tidak seperti tunggangan pada umumnya.”
“Hm? Apa maksudmu?” Tohrei bingung apa maksud Ifrit dari mengatakan 'tidak seperti tunggangan pada umumnya'.
“Para monster yang menjadi tunggangan memiliki kesetaraan yang sama dengan yang menunggangi. Para tunggangan itu digaji sebagai transportasi.”
“Digaji? Jadi maksudmu mereka mendapatkan uang jika menjadi transportasi, begitu?”
“Tepat seperti itu, tuanku. Untuk mengurangi permasalahan lapangan pekerjaan maka kami melakukan ini.”
“Hm ... yah akan jadi masalah juga sih jika mereka tidak mendapat pekerjaan.”
Pekerjaan ... itu mengingatkannya, bagaimana para warga bisa berhitung ketika tidak ada yang mengajarinya.
“Kita kini melalukan jual beli menggunakan uang kan? Tetapi bagaimana cara para warga menghitung?” Itu menjadi pertanyaan yang membuat Tohrei penasaran.
Tohrei memang pernah mengusulkan untuk menggunakan jual beli menggunakan uang, namun dirinya tidak berpikir bahwa akan digunakan secepat ini.
“Kami meminta beberapa orang untuk mengajari warga perhitungan sederhana dan cara menggunakan uang. Tetapi, tidak semuanya cukup bisa memahami itu, maka dari itu rencananya kami ingin membuat fasilitas pendidikan.” Ifrit mengambil napas, lalu menghembuskannya kembali. Dia tampaknya cukup lelah dengan persoalan ini.
“Tetapi kami tidak bisa melakukannya tanpa diskusi dengan anda, tuanku. Kami awalnya ingin menghubungi anda tetapi siapa sangka anda datang sebelum kami hubungi.” Lanjut Ifrit dalam penjelasannya.
“Pendidikan ya? Ku rasa memang sudah waktunya kita mendidik para monster. Kita diskusikan ini besok, terima kasih laporannya, Ifrit.”
“Itu hanya sekedar laporan, tuanku. Anda tidak perlu berterima kasih pada hamba ini.” Seperti biasa, Ifrit selalu merendah pada tuannya itu.
“Aku tidak melebih-lebihkan, tetapi sebaiknya aku pamit sekarang, aku ingin sedikit beristirahat setelah perjalanan panjang.” Tohrei sudah berniat untuk pergi setelah mendengar laporan.
“Baik, tuanku. Semoga anda menikmati istirahat anda," Tuturnya dengan penuh hormat.
__ADS_1