
Satu minggu telah berlalu sejak saat itu, anak-anak itu Tohrei latih sendiri untuk menjadi maid. Tohrei ahli dalam urusan pekerjaan rumah karena sejak dulu dia diharuskan mandiri.
Selain melatih mereka menjadi maid, Tohrei melatih mereka dalam pertarungan juga. Tohrei ingin para gadis itu bisa melindungi diri mereka sendiri. Tohrei membebaskan mereka berenam untuk memilih keahlian bertarung mereka.
Mereka berenam memiliki bakat bertarung dalam keahlian yang berbeda-beda. Alpha ahli dalam berpedang, suatu ketika ia melihat Ifrit bertarung dan ia begitu kagum dengan kemampuan berpedangnya.
Beta ahli dalam serangan jarak jauh seperti menggunakan panah dan senjata jarak jauh yang lain. Beta bahkan bisa menggunakan senjata api dan mempelajarinya dengan cepat.
Gamma ahli menggunakan tombak. Entah bagaimana ketika dia pertama kali mencoba menggunakan tombak, gerakannya terlihat begitu ahli.
Deltha dan Tetha menjadi Assassin. Mereka berdua adalah saudari yang kompak, mereka bisa melakukan gerakan cepat dengan serentak secara bersama-sama.
Omega ahli dalam sihir. Ada sesuatu yang aneh darinya, ketika Tohrei mencoba untuk memeriksa sihir milik Omega, dia merasa dihalangi dan tidak dapat mengetahuinya.
Anak-anak itu kini sudah cukup siap menghadapi keadaan darurat yang mengharuskan mereka untuk bertarung.
Ngomong-ngomong, perkembangan wilayah Tohrei begitu pesat hingga membuat Tohrei terkejut. Jika dibandingkan dengan kota-kota yang pernah ia kunjungi, maka wilayah Tohrei terlihat setara atau lebih hebat dari kota-kota itu.
Suatu ketika, Tohrei mengajak Ifrit untuk membicarakan sesuatu dengannya. Mereka duduk di dua buah kursi di taman mansion.
“Apa yang ingin anda bicarakan tuanku?”
“Begini, apa kau tahu mengenai darah yang mengalir di tubuhku ini?”
Ifrit menggeleng pelan. “Saya tidak begitu tahu, yang saya dengar dari Nona Ikumi dan Urashia hanyalah bahwa darah itu membuat mereka berevolusi.” Ifrit mengatakan apa yang dia tahu.
__ADS_1
“Kurang lebih begitu, jadi langsung ke intinya saja. Aku sudah memutuskan untuk memberi sedikit darahku padamu.”
“Apa saya layak untuk itu?”
“Memangnya apa yang membuatmu merasa tidak layak?” Tohrei malah merasa bahwa Ifrit sangat layak untuk menerima darahnya.
“Saya merasa kalau..., kesetiaan yang saya miliki tidaklah sejati.”
“Kau meragukan kesetiaanmu? Apa kau tahu apa yang mungkin bisa menguatkan kesetiaanmu?”
“Mungkin hubungan yang lebih dekat? Tetapi saya tidak begitu yakin.”
“Lebih baik dicoba lebih dulu kan.” Tohrei berdiri dari kursi nya.
Dia lalu mengangkat poni Ifrit dan mencium dahinya.
“T..tututututu..tuan” Wajah Ifrit seketika berubah menjadi semerah rambutnya.
“A...apa perlu melakukan itu?!” Ifrit merapatkan tubuhnya nampak malu.
Ifrit tidak mengerti mengapa dirinya secara tiba-tiba begini. Tidak biasanya tubuhnya terasa hangat. Ini seperti saat dia bertemu orang itu. ‘Apa mereka orang yang sama?’ Ingatan tentang orang itu terasa samar. Orang itu adalah orang yang sudah lama hilang.
Namun, apa yang dilakukan Tohrei mengingatkannya pada kejadian di masa lalu.
“Aku pasti akan kembali.” Suara yang samar terbayang dalam ingatannya. Itu adalah saat dimasa lalu.
__ADS_1
Setelah merasakan kilas balik itu, Ifrit merasa keyakinannya sudah pasti. Tidak ada keraguan dalam hatinya. Nampaknya dia sudah bisa memastikan hal itu.
“Jadi bagaimana perasaanmu?” Tohrei tersenyum tipis.
“Itu berhasil, mungkin sekarang saya bisa menerima darah itu.” Ifrit tersenyum tipis.
‘Eh? Itu berhasil?’ Tohrei tidak menyangka akan semudah itu.
“Em kalau begitu akan keberikan padamu sekarang.” Tohrei mengeluarkan setetes darahnya lalu memberikannya pada Ifrit.
Ifrit menerimanya dan seketika cahaya terang terpancar dari tubuh Ifrit.
“Cahaya ini?” Ifrit menatap bingung cahaya yang terpancar dari tubuhnya.
“Nampaknya evolusinya telah dimulai.”
[Ifrit telah berevolusi menjadi Arluxe Fire Sprit. Rank Ifrit meningkat S\=>SS]
[Dua makhluk telah anda evolusikan menjadi SS rank, anda kini akan mendapat bonus hadiah jika bawahan anda berevolusi.]
[Anda mendapatkan bonus : Inferenna Flames(Black Flames) dari evolusi Ifrit.]
‘Huh? Sekarang aku mendapat bonus?’
“Tuanku, saya telah berhasil berevolusi, apa yang harus saya lakukan selanjutnya?”
__ADS_1
“Eh? Ada sesuatu yang aneh di langit. Biar kulihat apa itu. Kau bisa menunggu disana ataupun langsung pergi Ifrit.” Tohrei terbang dan menuju ke sesuatu yang ada di langit itu.
‘Untuk apa dia kembali kesini?’ Pikir Tohrei selagi terbang.