The Endless System

The Endless System
Ch 120 — Ujian Kelulusan


__ADS_3

Diskusi dengan Empress Aelion Empire telah ia lakukan. Yah walau agak canggung di akhir bagi Tohrei karena perkataan Empress.


Walau begitu kerjasama mereka berlangsung dengan baik. Interaksi antara Ashfriet dengan Aelion kini bisa menjadi lebih bebas karena perdamaian dengan pihak monster.


***


Libur 7 hari telah berakhir, sudah waktunya untuk kembali ke kelas. Namun sesuatu yang mengejutkan membuat para murid khusus menjadi tercengang.


Itu karena sebentar lagi akan ada ujian kelulusan. Siapa yang akan tenang ketika ujian kelulusan diumumkan ketika tidak ada angin maupun hujan?


“Apa?! Mengapa ini sangat tiba-tiba pak?!” Tanya Harciest dengan sedikit nada yang membentak.


“Ini memang membuatku terasa membara, tetapi orang sepertiku pun akan terkejut!” Ujar Magreis dengan bersemangat tetapi juga tetap terkejut.


Yah, jika ditanya siapa yang akan tetap tenang, maka jawaban ada pada tiga pemuda yang selalu bersikap tenang setiap saat. Yaitu Sei, Zen, dan Tohrei.


“Pak..., apa ada alasan jelas mengenai pengumuman ini?” Tanya Sei dengan mengangkat tangan kanannya.


“Aku tidak peduli..., ku yakin ini tidak akan terlalu sulit.” Ucap Zen dengan santai.


“Wah..., apa ini sangat mengejutkan?” Tohrei sudah terbiasa dengan pengumuman yang mendadak seperti ini ketika di dunia yang dulu ia tinggali.


“Maaf ya jika ini diumumkan secara mengejutkan. Ada alasan dibalik pengumuman yang mendadak ini.” Ucap Venoire yang mencoba menenangkan para murid.


“Jika memang ada alasannya, sebaiknya segera jelaskan pak.” Ucap Eriana yang juga terkejut dengan pengumuman ini.


Disamping itu, Eriana sedang pusing memikirkan tingkah aneh yang dilakukan oleh ibunya. Belakangan ini ibunya sering memberitahunya untuk terus bersikap anggun setiap dia berkunjung ke istana.


“Eri, keanggunan seorang wanita ada pada sikapnya, jika kau ingin dilirik oleh pria yang kau cintai maka kau harus menjaga sikapmu.” Itu merupakan kalimat yang beberapa waktu lalu Empress sampaikan pada Eriana.


Eriana segera memendam keanehan itu jauh-jauh dari pikirannya karena saat ini dia sedang berada di dalam kelas.


“Turnamen lulusan akademi antar negeri akan segera diadakan di Beastafaria Kingdom, dari namanya kalian pasti tahu bahwa yang bisa menjadi peserta tersebut hanyalah lulusan dari akademi.” Ungkap Venoire.


“Lalu?” Tanya Zen.


“Kita akan dengan sesegera mungkin membuat kelulusan karena sebentar lagi turnamen itu akan dilaksanakan. Hanya lulusan terbaru dari akademi saja yang bisa ikut turnamen tersebut.” Venoire kembali menjelaskan.


“Hmm.., kalau begitu kenapa tidak pakai saja lulusan dari angkatan sebelumnya?” Tanya Tohrei.

__ADS_1


“Sayangnya sangat sulit menemukan lulusan dari angkatan sebelumnya. Kebanyakan lulusan dari akademi akan pergi berkelana atau menjadi bagian dari pasukan kekaisaran. Sedangkan itu, lulusan yang sudah masuk ke pasukan kekaisaran akan sulit untuk diajak. Kalian merupakan harapan untuk ikut ke dalam turnamen.” Venoire menjawab pertanyaan Tohrei.


“Hei..., bukankah itu berarti mereka membebani tugas merepotkan itu pada kami?” Ucap Zen dengan agak kesal.


“Haha, kurasa bisa dibilang begitu, tetapi tenang saja karena tak semua dari kalian akan diikut sertakan.”


“Hanya 4 diantara kalian yang akan diikut sertakan dalam turnamen. Apakah ada yang ingin mengajukan diri sekarang?” Tanya Venoire.


“Aku! Siapa juga yang tak mau ketinggalan hal menarik seperti ini?!” Magreis dengan girangnya mengangkat tangan.


“Apakah ada yang lain? Jika sampai ujian kelulusan tidak ada yang mengajukan diri lagi, ku rasa aku terpaksa harus mengambil murid dari kelas lain untuk ikut serta.” Venoire akan menjadi cukup kecewa jika tidak bisa membawa sedikit lebih banyak lagi murid khusus.


‘Setelah kelulusan, maka misi ku selesai, jadi ku rasa aku tak perlu ikut turnamen itu.’ Pikir Tohrei.


[Misi baru telah dibuat!]


[Judul : Turnamen akademi antar negeri


Misi : Ikuti dan Menangkan turnamen akademi antar negeri.


Hadiah :


(2) Buku misterius Vol. 3


(3) 1.000 Status Point ]


‘Serius? Huft..., kalau begini aku terpaksa ikut, lagipula sebenarnya apa sih buku misterius itu?’


“Aku juga akan ikut.” Ujar Tohrei dengan sedikit berat hati.


“Hmm..., kurasa aku juga akan ikut! Aku ingin menguji armor yang baru kubuat.” Harciest ikut mengangkat tangannya.


“Oke, tersisa satu tempat yang kosong, apa tidak ada yang ingin mengisinya?” Tanya Venoire.


‘Apa aku harus ikut juga?’ Pikir Eriana yang masih bingung.


“Ikuti... Ikuti.... turnamen...” Suara yang samar-samar masuk ke dalam telinga Eriana.


Suara itu membuat Eriana merasa aneh, suara itu mendorongnya untuk ikut dalam turnamen.

__ADS_1


“Aku akan ikut.” Ucap Eriana kepada Venoire.


“Oh, terima kasih putri, anda ternyata ingin ikut berpartisipasi juga.” Venoire bersyukur kini mereka bisa ikut turnamen dengan murid terkuat.


“Karena kita sudah membahas tentang turnamen, maka kini aku akan menjelaskan tentang ujian kelulusan.” Venoire langsung berganti topik.


Yang lain masih mendengarkan.


“Ujiannya cukup sederhana, kalian hanya perlu bertarung untuk menentukan hasil ujiannya. Lawan bertarung kalian adalah aku.” Memang cukup sederhana, sampai membuat mereka bingung apa syarat agar mereka bisa lulus dari ujian seperti itu.


“Kalian hanya perlu menunjukkan kemampuan penuh kalian padaku dan aku akan menilai apakah kalian layak untuk lulus atau tidak.”


“Hanya itu saja yang perlu dijelaskan, ujian akan diadakan tiga hari lagi. Selama waktu yang tersisa, kalian bisa berlatih.”


Pengumuman selesai disana, para murid pun melatih sihirnya untuk persiapan ujian nanti.


***


Dengan singkat tiga hari berlalu, ini adalah hari ujiannya. Ujian ini hanya dilakukan oleh kelas khusus karena pada dasarnya penentu ujian mereka berbeda dengan kelas lain.


Para murid secara bergiliran bertarung melawan Venoire. Ujian dimulai dari Magreis.


Magries dengan begitu membara melawan Venoire, namun dia tak bertarung secara membabi buta, dia bertarung sambil memperhitungkan serangan.


Hasil pertarungan dimenangkan oleh Venoire, namun Magreis dinyatakan lulusan karena berhasil merobek dan membakar sedikit pakaiannya.


Selanjutnya adalah Harciest, dia bertarung menggunakan armor terkuatnya. Pertarungan ini sangat menyulitkan Harciest namun walau begitu dia mampu memaksimalkan metal magic nya yang sudah berevolusi.


Arena pertarungan hancur total dan Harciest kalah, namun dinyatakan lulus karena menebas Venoire.


Selanjutnya adalah pertarungan Sei. Di pertarungan ini bukan Sei lah yang menjadi penyerang, namun Venoire. Itu karena Sei tak menunjukkan pergerakan sama sekali.


Sei mampu menghindari berbagai serangan Venoire, Sei menggunakan sihir asapnya untuk membingungkan Venoire. Ketika itu terjadi Sei akan memasukkan racun ke dalam tubuh Venoire.


Pertarungan selesai ketika Sei tertangkap oleh Venoire. Namun tidak ada yang menyangka bahwa racun yang Sei buat telah masuk ke tubuh Venoire.


Venoire bisa menetralkan racun itu, namun Sei dinyatakan lulus. Sebagai catatan, Venoire tahu bahwa Sei tidak menunjukkan seluruh kemampuannya.


Ujian terus berlanjut dan nampaknya Venoire belum nampak lelah sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2