
Tohrei kembali ke hutan Ashfriet. Dia kembali ke mansion dan pergi ke dapur, nampaknya sebentar lagi anak-anak yang ia pungut sebelumnya akan selesai membersihkan diri jadi dia segera memasak. Dapur sendiri berada bersebelahan dengan ruang makan agar menghemat waktu.
Ketika hampir selesai memasak, anak-anak bersama dengan Urashia sampai di ruang makan dengan pakaian yang berbeda dan tentu mereka sudah membersihkan diri.
“Oh? Kalian sudah sampai?” Tohrei masuk ke ruang makan dengan makanan yang sudah dia siapkan.
“Bagaimana? Aku yang menyiapkan pakaian untuk mereka.” Pakaian yang dikenakan oleh anak-anak itu adalah pakaian yang Urashia buat.
“Mereka terlihat cantik, kau memiliki kemampuan yang bagus Urashia. Mari makan selagi hangat, aku tidak tahu apakah ini cocok dengan selera kalian tetapi kalian pasti lapar jadi sebaiknya lekas makan.”
Anak-anak itu menurut dan memakan makanan yang disajikan oleh Tohrei. Tanpa mereka sangka makanan yang Tohrei buat sangat lezat. Mereka makan dengan lahap, Tohrei tersenyum senang melihat mereka makan makanannya.
Urashia juga ikut makan dan porsinya sangat banyak. Tohrei tidak heran karena memang sudah kebiasaan Urashia.
Setelah selesai makan, Tohrei meminta mereka berenam(para anak-anak itu) untuk memperkenalkan diri. Tohrei juga bertanya mengenai alasan mereka berenam bisa ada di penjara bawah tanah itu.
Mereka menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki nama. Mereka awalnya memiliki nama sebelum menjadi budak. Mereka enggan untuk memakai kembali bahkan menyebut nama itu. Karena orang yang memberi mereka namalah yang menjual mereka.
Alasan mereka bisa berakhir di penjara bawah tanah adalah karena mereka menjadi budak. Karena tidak bisa membayar hutang, orangtua mereka menjual mereka sebagai gantinya. Mereka dipindahkan ke penjara bawah tanah tanpa siapapun mengurus tempat itu.
Mereka dibiarkan di penjara bawah tanah itu tanpa diberi makanan, tanpa ada penjaga, yang menemani mereka hanyalah sesama tahanan dan tikus yang berkeliaran disana.
Pada awalnya mereka diniatkan untuk menjadi bahan percobaan gila untuk seorang ilmuwan namun nampaknya belum waktunya.
Ketika mereka dipindahkan ke penjara itu, tidak ada yang masih hidup selain mereka berenam. Mereka mengakhiri penjelasan mereka dengan wajah yang muram.
“Pasti berat untuk kalian, tetapi tenang saja, jika kalian berada disini maka semua akan baik-baik saja.” Urashia tersenyum hangat kepada mereka berenam membuat suasana disana berubah menjadi lebih tenang
“Aku mengerti, jadi kalian sekarang tidak punya tempat untuk pulang kah?”
Mereka berenam mengangguk mengiyakan pertanyaan Tohrei.
__ADS_1
“Kalau begitu apa kalian ingin tinggal disini?”
Mereka agak ragu, tidak mungkin akan bisa tinggal disini secara gratis.
“Tetapi jika kalian ingin tinggal disini, itu tidak gratis. Kalian harus melakukan pekerjaan disini.”
Mereka berenam menelan ludah, mereka menunggu Tohrei mengatakan perkerjaan apa itu.
“Kalian harus menjadi maid disini.”
”Maid?” Mereka berenam memiringkan kepala, mereka tidak tahu pekerjaan apa itu.
“Wah! Apa itu artinya mereka akan memakai seragam maid?!” Urashia berdiri dari kursinya, dia bersemangat ketika Tohrei mengatakannya.
“Ya, apakah kau bisa menyiapkan seragamnya?”
“Tentu saja! Aku akan segera mengurusnya sekarang!” Urashia segera pergi dengan cepat.
Tohrei menjelaskan apa itu maid atau pelayan(sebagian dari kalian seharusnya sudah tahu, jadi tidak perlu kan untuk penjelasannya?).
Keenam gadis kecil itu mengangguk memahami penjelasan Tohrei. Mereka lega karena pekerjaan yang mereka lakukan bukanlah hal yang aneh-aneh.
“Sekarang, karena kalian tidak memiliki nama, apa kalian mau aku memberi kalian nama? Aku tidak memaksa.”
Mereka berenam setuju untuk diberi nama oleh Tohrei. “Alpha, Beta, Gamma, Deltha, Tetha, Omega. Itulah nama kalian.”
“Saya akan menerima nama itu um...,” Ia ingin menyebutkan nama Tohrei namun dia tidak mengetahui nama itu.
“Tohrei, itu namaku, terserah kalian ingin memanggilku apa.”
“Baik, Tuan Tohrei.” Gadis berambut ungu itu adalah Alpha, dia memiliki wajah tegas dan nampaknya bisa menjadi pemimpin yang baik.
__ADS_1
“Saya akan melayani anda tuan!” Gadis dengan rambut biru twin tail itu adalah Beta, dia adalah seorang gadis yang ceria.
“Y..ya!” Gadis berambut merah muda panjang itu adalah Gamma. Dia nampaknya adalah seorang yang pemalu.
“Dimengerti Toh-Ru.” Dua gadis menjawab secara bersamaan, penampilan mereka kembar, yang satu berambut hitam dan yang satu lagi berambut putih, mereka bedua sama-sama memiliki gaya rambut half twin tail. Mereka berdua adalah Deltha dan Tetha.
‘Toh-Ru?’ Tohrei tidak mengerti mengapa mereka berdua memanggilnya begitu.
Yang terakhir adalah Omega, dia hanya diam sepanjang saat. Dia sangat misterius, Omega nampaknya memiliki latar belakang yang berbeda dengan yang lain.
Omega memiliki rambut berwarna hijau panjang, rambutnya terlihat berantakan. Walau sudah diperbaiki oleh Urashia, gaya rambut itu tetap kembali.
“Aku kembali!” Urashia kembali ke ruang makan dan membawa pakaian maid yang telah ia buat. Itu sangat cepat, tak sampai satu jam dan Urashia sudah membuat enam pakaian itu.
“Bagaimana kau bisa secepat itu?” Tohrei menanyakan hal itu pada Urashia.
“Jika aku bersemangat, semua akan lebih cepat!”
“Aku tidak mengerti. Yang lebih penting, bisakah kau memakaikan seragam maid itu pada mereka Urashia?”
“Akan kulakukan!” Urashia membawa pergi mereka berenam.
Selang beberapa menit, mereka kembali dengan pakaian maid. Bagaimana pun kelihatannya, mereka terlihat sangat cantik.
“Eh? Kenapa kau juga memakai seragam maid Urashia?”
“Memangnya kenapa? Aku hanya ingin terlihat menarik(dihadapanmu). Aku juga membuat yang lain untuk Ikumi dan Ifrit.”
“Memangnya perlu ya?”
“Honey tak perlu tahu!”
__ADS_1