
Setelah menebas salah satu bandit, Ersila kembali melesatkan tebasan kepada bandit lain. Keduanya mati dengan sangat cepat.
Orang-orang di dalam wagon terkejut melihat aksi Ersila. Eriana tidak bisa berbicara karena mulutnya diikat oleh kain sehingga dia hanya membisu seperti yang lain.
“Ayo lepaskan mereka Ersila.” Tohrei berjalan menuju wagon.
“Hei?! Apa yang kalian lakukan?! Kita harus cepat ja—!” Bandit yang seharusnya mengendalikan kuda dari wagon itu kini keluar dan tersentak kaget ketika melihat kedua rekannya sudah terkapar di tanah dengan kepada yang telah terpisah.
Bandit itu segera berteriak kepada para rekannya. “Ada yang menyerang!”
Ternyata, dari depan wagon itu terdapat lebih banyak wagon yang berbaris. Di setiap wagon terdapat orang-orang yang berniat dijadikan budak dan para bandit.
Para bandit di wagon lain merespon dan pergi ke arah teriakan. Begitu mereka menyadari keberadaan kedua mayat rekan mereka dan Ersila serta Tohrei, mereka malah menganggapnya candaan.
“Jangan bercanda, mana mungkin satu anak kecil dan wanita tua bisa membunuh mereka berdua. Kau kan yang membunuh mereka berdua? Kau akan mendapatkan masalah jika bos tahu.” Salah satu bandit menganggap remeh dan menuduhnya.
“Aku berkata yang sesungguhnya!”
“Tetapi tunggu! Aku merasakan hal yang aneh pada wanita tua itu!” Salah satu bandit yang ahli mendeteksi kekuatan merasakan suatu hal aneh di dalam Ersila.
“Memangnya ada apa padanya?”
__ADS_1
“Di dalam tubuhnya..., aku merasakan api yang an—!” Secara tiba-tiba perkataannya terpotong. Ersila melesat maju dan mencengkram wajah orang itu.
Seketika sebuah api berwarna merah muda menyembur mengenai tepat di wajah bandit itu.
“Arghh!” Bandit itu mengerang kesakitan sebelum akhirnya tak sadarkan diri dan terbaring di tanah setelah dilepas oleh Ersila.
“Apa yang terjadi?! Api apa itu?!” Para bandit tersentak kaget melihat itu. Kini mereka tidak dapat meremehkannya.
Para bandit kemudian menyerbu Ersila, mereka melesatkan pedang mereka ke arahnya. Namun semuanya bisa dihindarinya dengan sangat lincah. Disaat yang bersamaan, Ersila memberi serangan balasan kepada mereka.
Disisi lain, Tohrei masuk ke dalam wagon dan melepas ikatan yang mengikat orang-orang di dalamnya. Dia melepas Eriana paling pertama.
“Apa kamu baik-baik saja Eri?” Ucap Tohrei sambil melepas ikatan Eriana.
“Tidak bisa, kita harus menyelamatkan orang-orang ini. Setidaknya aku ingin menyelamatkan mereka sebanyaknya.” Tohrei melepaskan ikatan salah satu dari orang yang terikat.
Eriana sesaat terdiam, dia kemudian memutuskan untuk melakukan hal yang sama. Dia juga melepaskan ikatan orang-orang itu.
“Kalian pikir kalian mau kemana?! Kalian tidak boleh pergi!” Salah satu bandit memasuki wagon itu.
Tohrei yang melihat itu berusaha melindungi orang-orang dibelakangnya. Sedangkan yang lainnya nampak ketakutan. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak yang umurnya tak lebih dari mereka.
__ADS_1
“Setidaknya bergunalah sebagai tawanan.” Bandit itu menggenggam pergelangan tangan Tohrei dan menariknya keluar.
“Aku yakin kau memiliki hubungan dengan wanita tua itu, jika ku gunakan kau sebagai sandra ku yakin dia akan tunduk.” Bandit itu tersenyum licik.
“Lepaskan!” Tohrei berusaha lepas, akan tetapi karena fisiknya yang lemah dia tidak dapat melawan.
“Rei!” Eriana mencoba mengejar Tohrei akan tetapi bandit itu menendangnya dengan kakinya.
“Jangan mengganggu! Lebih baik kau diam disitu dengan tenang! Kami akan mengikat kalian kembali dan membawa kalian sebagai budak.”
Eriana dapat menahan serangan bandit itu namun dia harus terhempas ke belakang. Bandit itu keluar dan menyandra Tohrei.
“Hoi wanita tua! Jangan melawan atau aku akan menusuk leher anak ini!” Bandit itu mengarahkan belatinya ke leher Tohrei.
“Tuan muda!” Ersila seketika terhenti dan terpaksa menurut. Namun sebenarnya dia menunggu waktu yang tepat untuk melawan.
“Hehe, menurut lah dan masuk ke dalam.” Ersila menurut dan berjalan perlahan. Sebentar lagi dia akan melancarkan aksinya, namun tak jauh dari sana terdengar suara yang lantang.
“Pasukan kekaisaran telah tiba! Tundukkan kepala dan menurut!” Sejumlah pasukan dengan zirah lengkap tanpa diduga muncul dan mengepung mereka.
“Pasukan kekaisaran?! Mengapa mereka ada disini?!” Salah satu bandit menyuarakan keterkejutannya.
__ADS_1
Seorang ksatria berkuda memimpin pasukan yang dikatakan sebagai pasukan kekaisaran. Dia memakai zirah yang nampak berbeda dan lebih kuat dari yang lain. Wajahnya terlihat tegas dan garang.