
Hey Yo, lama gk jumpa. Ch 61 ini sebenernya cuman buat selipan buat bulan ini. Author harus tunda untuk update hariannya, kemungkinan bener-bener update harian paling lambat kira-kira bulan januari. Soalnya Desember author akan ujian jadi buat update harian bakal susah. Ini pun satu-satunya chapter yang author tulis di bulan ini(karena author keasikan ngegambar ampe lupa buat nulic chapter buat novel ini, alhasil author malah cuman nulis plotnya doang wkwkwk).
sampai jumpa kembali
...<\=\=\=\=>...
Beberapa hari berlalu ketika Tohrei dan Ikumi tiba di kota itu. Mereka dengan lancar menjalani kehidupan petualang mereka di kota itu.
Saat ini mereka sedang berada di guild petualang. Mereka baru saja akan mengambil misi untuk hari ini. Tohrei yang sedang melihat-lihat poster misi di papan guild menghela napas. Dia menatap ke sebuah kartu yang berisi identitasnya sebagai petualang
“Hah..., terus berada di peringkat ini tidak akan meningkatkan pengalamanku. Apa ada ya cara untuk meningkatkan peringkat ku lebih cepat?” Tohrei bergumam sembari menatap kartu. Dia tak mendapatkan pengalaman yang berarti jika terus berada di rank E. Beberapa hari yang lalu mereka dari rank F naik tingkat ke rank E. Namun tak banyak yang ia bisa dapatkan dari dua rank itu.
Tohrei hanya bisa menatap kosong ke poster misi yang sangat ingin ia jalani. Namun misi yang ingin ia jalani adalah misi yang tidak bisa dijalankan oleh petualang dengan rank seperti mereka.
“Master, apa yang sedang anda pikirkan?” Ikumi yang memperhatikan Tohrei nampak penasaran.
“Ah, bukan apa-apa, lebih baik kita cari misi yang cocok untuk kita, misi rank E hanya tersisa sedikit.” Tohrei melanjutkan pencarian misinya.
Akan tetapi ketika Tohrei berniat melakukan itu, pintu guild didobrak dan orang yang mendobraknya berteriak dengan panik.
“Ini sangat gawat!! Ada sesuatu yang tak jauh dari kota..., ukh...” Orang itu ingin melanjutkan penjelasan namun luka ditubuhnya membuatnya harus berhenti berbicara. Tubuhnya terpaksa terlutut menahan sakit.
“Hei ada apa? Berbicaralah pelan-pelan, apa yang membuatmu tergesa-gesa menjadi seperti ini?” Seorang petualang membantu orang itu untuk berdiri.
Setelah dibantu olehnya, orang itu kemudian memberi penjelasan. “Ada gerombolan..., ada gerombolan monster yang mengarah kesini!”
‘Gerombolan monster? Sepertinya akan ada event yang menarik.’ Tohrei tersenyum tipis.
“Gerombolan monster? Apa maksudmu?” Seketika ia menjadi serius. Orang-orang di guild tidak bisa menganggap ini hanyalah candaan semata. Jika ini candaan tak mungkin luka orang yang masuk itu separah ini.
“Ketika aku menjalankan misi tak jauh dari kota, aku bertemu seekor monster dan harus berhadapan dengannya dan berakhir dengan luka yang parah. Baru saja ketika aku mengalahkan monster itu, aku melihat segerombolan monster menuju ke arah kota. Aku pun segera pergi melapor kesini dengan luka berat.” Jelasnya.
__ADS_1
“Itu kemungkinan yang sangat kecil, monster yang berbeda berkumpul itu sangat tidak mungkin, perbedaan mereka tidak mungkin bisa menyatukan mereka. Kecuali satu kemungkian.” Pemilik guild muncul, dia adalah seorang pria berambut biru muda panjang dan berkaca mata. Rambut birunya ia ikat. Dia bernama Beriane Azureise.
“Monster-monster itu sedang dibawah kendali seseorang.” pemilik guild memberitahu satu kemungkinan itu.
“Ketua, apa yang anda lakukan disini? Ini tidak biasanya.” Seorang petualang bertanya kepadanya.
“Hanya alasan kecil, yang lebih penting, apa kau tahu siapa yang mengendalikannya?” Ia bertanya kepada orang yang melihat gerombolan monster itu.
“Sayangnya aku tidak tahu, yang bisa kuduga hanya monster yang kulawan juga merupakan monster yang dikendalikan. Ditubuhnya terdapat simbol yang sepertinya merupakan tanda pengikat.” Orang itu hanya bisa menggelengkan pelan kepalanya karena tidak tahu jawabannya.
“Tidak apa, yang penting kau sudah selamat dan menyampaikan berita ini. Panggil healer kesini, tolong sembuhkan dia.” Pemilik guild memanggilkan healer untuk orang itu.
“Untuk semua petualang yang ada disini! Pertahankan kota! Sisanya evakuasi warga, beritahu juga walikota mengenai hal ini. Ini adalah misi darurat! Yang memiliki kontribusi besar akan mendapatkan imbalan yang setimpal.” Beriane memerintahkan seluruh petualang.
Para petualang pun segera melaksanakan tugasnya. Mereka segera pergi keluar dari bangunan guild. Bersamaan dengan misi darurat ini, langit telah menjadi gelap.
“Bisa saja ini lebih gawat dari perkiraanku.” Beriane mengerutkan dahinya.
“Baik Master.” Ikumi mengikuti TohTohr
***
“Goblin, Direwolf, Basilisk, Troll, dan Titan. Mereka berjumlah sangat banyak, aku tak yakin petualang di kota ini mampu menghadapi mereka semua.” Tohrei menggunakan skillnya untuk melihat para monster lebih jelas.
Tohrei bersama dengan Ikumi berdiri di atas tembok kota. Tohrei melihat di bawah terdapat puluhan petualang, mereka bersiap di depan gerbang kota untuk menghadapi monster yang akan menyerbu.
“Mereka datang! Semuanya bersiaplah!” Bearine yang memimpin para petualang memberi perintah. Para petualang pun segera siap siaga.
Ketika para monster sudah cukup dekat, Bearine memberi perintah menyerang. “Untuk para penyihir! Serang mereka dengan sihir jarak jauh kalian! Para pemanah bantu para penyihir menyerang!”
Para penyihir mengikuti titah itu, mereka melesatkan sihir mereka kepada para monster itu. Namun, serangan mereka hanya menumbangkan sebagian saja.
__ADS_1
Bearine tidak hanya memberi perintah, dia juga ikut menyerang.
“!”
Bearine melesatkan sihirnya. Sebuah lingkaran sihir besar tercipta di atas para monster. Dari lingkaran sihir itu keluar meteor yang melesat jatuh.
Boom!
Meteor itu menghantam para monster, walau begitu yang terhantam hanya sebagian saja. Yang Bearine kalahkan bahkan belum setengah dari gerombolan monster itu. Gerombolan monster itu tak berhenti bergerak. Mereka masih terus bergerak ke arah kota.
“Sepertinya itu tidak menghentikan mereka.” Bearine segera bersiap melancarkan kembali sihirnya.
“Sudah saatnya kita tampil kah? Ayo kita turun Ikumi.” Tohrei turun dari atas tembok diikuti oleh Ikumi.
Mereka turun dan muncul di depan para petualang dengan santainya. Para petualang yang melihat mereka merasa terkejut karena para petualang itu tidak merasakan sama sekali hawa keberadaan Tohrei dan Ikumi.
“Apa yang kalian lakukan? Mundurlah! Disana terlalu berbahaya!” Bearine memberi peringatan pada Tohrei dan Ikumi.
“Berbahaya?” Tohrei menggumamkan kata itu sambil tersenyum tipis menatap para monster dengan intens.
“.” Tohrei mengaktifkan skillnya. Seketika sebagian besar monster melayang di udara lalu terkumpul menjadi sebuah bola besar. Para monster itu menjadi saling berhimpit-himpitan karena ditekan menjadi seperti bola.
“Majulah Ikumi.” Tohrei memberi perintah kepada Ikumi sambil masih mempertahankan telekinesisnya.
“Baik Master!” Ikumi melesat maju dengan kecepatan tinggi. Dia menggenggam pedang katana di tangannya.
Ikumi melesatkan pedangnya dan seketika kumpulan monster yang terkumpul menjadi bola kini tertebas ratusan hingga ribuan kali. Akibat dari itu, bagian tubuh mereka terbagi menjadi ribuan potong.
Ikumi kembali dengan cepat setelah melesatkan serangan. Tohrei sudah melepas hyper telekinesisnya begitu Ikumi selesai menebas.
“Kerja bagus Ikumi, serahkan sisanya kepadaku.”
__ADS_1
Bearine nampak tertegun melihat kekuatan Tohrei dan Ikumi. Melakukan hal seperti itu tidak mudah. Jika itu dirinya, setidaknya dia perlu menggunakan hampir setengah MP(magic power/mana point). Bahkan meteor yang ia lesatkan sebelumnya sudah menghabiskan banyak MP. “Siapa mereka berdua?”