
“Oh ya, Magreis, aku lupa mengatakan sesuatu.” Spiritnya nampak seperti mengingat sesuatu.
“Hah? Lupa tentang apa?”
“Skill ini mengonsumsi banyak mana penggunanya, jadi jika mana milik penggunanya terlalu sedikit, maka dia akan pingsan.” Ujar spirit itu. Namun ketika dirinya sedang menjelaskan, Magreis sudah terjatuh dan tidak sadarkan diri, membuat para penonton terkejut.
“Eh? Magreis pingsan?! Sungguh tidak beruntung, dengan begitu maka Magreis akan tereleminasi.” Clowner juga terkejut melihat Magreis pingsan.
Magreis yang tak sadarkan diri segera diteleportasikan kembali ke arena karena kondisinya.
Sementara itu, peserta yang masih berada di hutan hujan hanyalah Jason dan Celles. Mereka berdua sibuk berburu monster untuk mendapatkan poin.
Disisi lain pulau, tepatnya di hutan rimba, Eriana sedang berhadapan dengan beberapa ekor monster gorila yang ukurannya tidak normal sama sekali. Jika dibandingkan dengan sebuah rumah satu tingkat, maka gorila-gorila itu memiliki ukuran sedikit lebih tinggi.
Eriana nampak akan terpojok, itu karena para gorila besar itu terus memberi serangan sembari berjalan maju. Sementara itu Eriana melangkah mundur agar serangan gorila-gorila itu tidak mengenainya.
“Gorila-gorila ini tampangnya begitu menyebalkan...!” Eriana sangat kesal dengan tampang para gorila itu karena terlihat seperti meledek tetapi rasa kesalnya itu tidak bisa tersalurkan dengan baik karena sihirnya tak cukup kuat untuk menangani mereka.
__ADS_1
Sihirnya tak cukup kuat menangani mereka karena jika dia langsung mengeluarkan sihirnya secara brutal maka mana yang ia miliki akan lebih cepat habis dan karena sangat sulit untuk memulihkan mana nya maka dia mencoba menghematnya.
Eriana saat ini tidak terjebak seorang diri, namun di sampingnya terdapat seorang gadis.
“Ku pikir pendapat kita sama, bagaimana jika kita bekerja sama untuk sementara?” Terdengar suara orang lain disamping Eriana, ia merupakan Ristalia, salah satu perwakilan dari Ruby Kingdom.
“Kurasa ada bagusnya.” Eriana menanggapi ajakan itu.
“Hehe aku tahu kau sebenarnya jauh lebih kuat dari pada saat pertarungan kita, mengapa kau menahan diri?” Tanya Ristalia.
Alasan sebenarnya mereka bisa terjebak disini adalah karena pertarungan antara mereka. Eriana dan Ristalia bertarung untuk memperebutkan poin namun pertarungan mereka mengundang para gorila itu sehingga mengganggu pertarungan mereka.
“Maaf, kerja sama kita sudah berlaku kan? Kalau begitu ayo kita buat bingung para gorila bodoh ini!” Ucap Ristalia.
“Mari lakukan itu!”
***
__ADS_1
—Hutan Rimba, di lokasi yang berbeda—
“Cobra! Kau urus si Dart itu! Aku akan mengurus si Senestrine.” Leon memberi arahan pada Cobra yang berada di sampingnya.
“Itu mungkin akan mudah.” Cobra percaya diri dengan kemampuannya.
Saat ini mereka akan berhadapan dengan Dart dan Senestrine. Tujuan peserta dari Beastafaria Kingdom adalah menyingkirkan para peserta dari negara lain terlebih dahulu, namun sebenarnya yang merencanakan ini hanyalah Leon dan Cobra.
Sementara itu Dart dan Senestrine akan kesulitan karena Dart berasal dari Heistihart kingdom sedangkan Senestrine merupakan peserta yang berasal dari Ruby Kingdom.
Pilihan mereka berdua hanyalah satu, yaitu bekerja sama. Dengan kerjasama yang sementara ini setidaknya mereka bisa mengurangi musuh dan melawan musuh yang lebih kuat dari segi kekuatan atau pun jumlah.
“Apa kau memikirkan hal yang sama denganku?” Tanya Senestrine pada Dart. Menunjukkan sedikit niatnya.
“Lebih baik menambah satu rekan daripada menambah satu musuh kan?” Dart tersenyum tipis.
“Kalau begitu mari bekerjasama melawan mereka!”Senestrine dan Dart menyiapkan sihir mereka.
__ADS_1