
Aamun Gin Felix, datang ke magic spirit altar secara tiba-tiba. Kini dia berniat menghabisi seluruh orang disana.
“Namaku adalah Venoire Horive, kurasa kau tak bisa bermain-main jika lawanmu adalah aku.” Venoire menggunakan sihir gravitasinya untuk melayangkan runtuhan batu ke arah Aamun.
“Maka buktikan itu!” Aamun melesat maju, menebas seluruh batu-batu yang Venoire layangkan.
“!” Pedang Aamun memanjang, dia mengayunkan tebasan menggunakan jurus itu ke arah Venoire.
“” Venoire menciptakan sebuah pelindung tak kasat mata yang menghempaskan balik serangan Aamun.
‘Apa yang melindunginya itu?!’ Aamun sedikit terkejut, namun dia segera membenarkan posisinya dan memberi serangan berikutnya.
Jika dia tak bisa menembus sesuatu yang melindungi Venoire,
“” Aamun melesatkan serangan aura pedang ke arah Venoire.
Venoire berpikir bahwa itu tak mungkin bisa menembus spell yang ia buat. Namun ketika serangan itu sudah tak jauh Darinya, serangan aura itu secara tiba-tiba menghilang.
Melihat hal itu, Venoire segera melihat ke belakang dan mendapati kini serangan aura itu muncul disana dan melesat ke arahnya.
Tak tinggal diam, Venoire memanggil magic spiritnya, Hestize untuk memintanya mengatasi serangan itu. “Hestize! Atasi serangan itu!”
Hestize tanpa basa-basi muncul berlawanan arah dengan Venoire dan segera mengatasi serangan itu. “Baik, !”
__ADS_1
Hestize memukul serangan itu dengan tangan kosong. Dengan pukulannya, serangan itu terpental ke atas dan melewati atap gua yang sudah berlubang.
Melihat kemunculan Hestize, Aamun lantas terkejut. Itu karena teknik magic spirit kontrak yang digunakan oleh para penyihir manusia itu asing bagi para iblis.
Namun, Aamun tahu bahwa Hestize adalah spirit. Melihat spirit sepertinya membantu Venoire, nampaknya ini akan menyusahkan bagi Aamun.
“Teknik yang pengecut, membawa orang lain untuk membantumu? Hah!” Aamun memprovokasi Venoire, berharap dirinya terpancing.
“Kau berharap aku terpancing? Sayangnya sedari awal aku tak berniat melakukan suatu semacam hal seperti duel.” Venoire sama sekali tak terpancing, dia hanya tertawa kecil mendengar provokasi Aamun.
“Lagi pula kau adalah seorang iblis, apa gunanya bermain adil denganmu bahkan ketika kau tahu bahwa iblis memiliki sifat yang jauh dari keadilan. Malahan, kau adalah perwujudan dari kejahatan.” Venoire membalas balik provokasi itu.
“Kau ... !! !” Aamun memberi serangan ketiga.
Kini bentuk serangan itu berupa perwujudan dari seekor kelelawar raksasa yang tercipta dari tebasan pedangnya.
“Aku tahu spell apa yang kau maksud.” Hestize berbalik badan, kini berada disamping Venoire.
“!”
Keduanya mengucapkan spell secara bersamaan. Seketika sebuah lingkaran sihir berwarna ungu tercipta melingkari serangan dan tempat Aamun berdiri. Lingkaran sihir itu membuat semua hal yang ada di area dalam lingkaran itu menjadi lebih berat.
Venoire dan Hestize membuat area dalam lingkaran itu memiliki gravitasi yang lebih kuat dari yang diluar lingkaran. Sehingga segala hal di dalam lingkup itu akan memiliki massa yang 5 kali lebih berat dari normalnya.
__ADS_1
“Ughhh! Kemampuan apa ini?!” Aamun merasa terkejut menyadari berat tubuhnya naik 5 kali lipat. Kini dia terbaring tanpa bisa bergerak karena hal itu.
“Jangan buang-buang waktu lagi Venoire, kita harus segera menghabisinya.” Ujar Hestize kepada Venoire.
“Ya, iblis sepertinya tak bisa dibiarkan hidup.” Venoire mengarahkan tangannya ke Aamun, bersiap memberi serangan terakhir.
“Kau pikir bisa mengalahkanku sekarang?! Asal kau tahu kalau aku belum mengeluarkan kekuatanku yang sebenarnya!” Aamun terdengar seperti membual.
Namun, sesuatu yang mengejutkan terjadi pada tubuh Aamun. Aura merah yang sangat kuat keluar dari tubuhnya. Sekarang dia mampu berdiri kembali seperti semula dengan normal.
‘Huh?! Bagaimana dia bisa bergerak normal pada spell itu?!’ Venoire yang sedari awal menunjukkan ketenangan kini merasa terkejut melihat Aamun yang seolah tak terpengaruh dengan sihirnya.
“” Aamun membuat sebuah lingkaran ke arah depan menggunakan pedangnya.
Awalnya Venoire tak tahu apa maksudnya. Itu hingga sebuah laser yang sangat kuat melesat dari lingkaran itu.
Venoire dengan terburu-buru memasang sebuah pelindung dengan spellnya berbentuk kubah pada area dirinya dan para murid di belakangnya.
‘Dia tiba-tiba bertambah kuat?’ Venoire merasakan mananya terkuras banyak karena harus menahan serangan itu menggunakan pelindungnya.
“Aku merasa sedikit lega karena tak perlu menahan kekuatanku lagi, tetapi sayangnya aku harus mengorbankan wajah tampanku!” Aamun dengan kesal memberitahu betapa bencinya dia mengeluarkan kekuatan aslinya.
Kini wajah Aamun terlihat mengerikan. Daripada pucat, sekarang kulit Aamun berwarna gelap. Mulutnya kini terbuka lebar dengan gigi-gigi tajam yang mengerikan serta dengan lidah panjangnya yang menjijikan.
__ADS_1
Postur tubuhnya juga sekarang tak lagi tegap. Setelah mengeluarkan kekuatan aslinya, postur tubuh Aamun sedikit lebih bungkuk.
‘Ternyata belum berakhir? Kurasa belum saatnya untukku bertindak.’ Tohrei tak berniat untuk ikut campur sebelum situasi benar-benar sudah sangat berbahaya.