The Endless System

The Endless System
Ch 116 — Evolusi Sihir


__ADS_3

Setelah 4 hari berada di kelas A sementara waktu, para murid kelas khusus akhirnya kembali ke kelas aslinya. Mereka diajarkan kembali oleh kepala sekolah, yaitu Venoire.


“Oh? Lihatlah kalian ini, tidak aku sangka kalian tiba seawal ini, padahal niatku datang sebagai yang pertama.” Venoire tiba di kelas, namun ia terkejut ketika melihat seluruh murid kelas khusus tiba lebih awal darinya.


“Cepat mulai saja segera pelajarannya pak.” Zen yang tak mau berbasa-basi berkata seperti itu kepada Venoire.


“Apa yang dikatakan Zen benar.” Ujar Harciest yang ingin segera menempa pedang miliknya.


“Oh tenang lah sedikit, aku baru saja kembali untuk mengurus materi kalian kali ini. Apa kalian tahu betapa kesusahannya diriku?” Keluh Venoire.


“Memangnya apa materi kali ini?” Tanya Eriana yang penasaran mengapa Venoire bisa sampai kesusahan seperti itu karena materi pengajaran mereka.


“Sebelum aku mengatakan materi apa itu, biar ku tanya pada kalian satu pertanyaan ini.”


“Pertanyaan?” Mereka semua bingung apa pertanyaan itu dan kenapa harus ada pertanyaan itu.


“Sejauh yang kalian tahu, bagaimana cara mengevolusikan sebuah sihir?” Tanya Venoire.


“Kalau tidak salah bukankah caranya itu dengan meningkatkan sihir ke tingkat maksimal?” Ujar Harciest yang menjawab pertanyaan Venoire.


“Ya, kau benar Harciest, itu merupakan cara paling umum. Namun masih ada satu cara lagi untuk meng evolusikan sihir, apakah ada yang tahu?” Venoire kembali bertanya.


“Aku mendengar beberapa kasus seperti ini, beberapa penyihir secara tiba-tiba sihirnya berevolusi ketika disaat yang genting, apa itu juga termasuk?” Eriana mencoba menjawab.


“Sangat tepat, putri. Perlu kalian tahu, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan evolusi lebih cepat jika menggunakan metode kedua, yah walau kesempatannya sangat kecil.” Venoire membenarkan perkataan Eriana.


“Kesempatan itu sangat kecil dan terlalu beresiko serta membahayakan. Oleh karena itu aku membawa benda-benda ini.” Disamping Venoire terdapat tiga buah kristal setinggi ukuran tubuh manusia.


“Dari tadi aku penasaran benda apa itu, ternyata itu berhubungan dengan materi kali ini ya? Jadi apa gunanya itu pak?” Magreis sejak tadi penasaran dengan maksud keberadaan kristal-kristal itu disini, yang lain berpikir dengan sama.

__ADS_1


“Kristal-kristal ini diduga merupakan sebuah alat sihir yang berasal dari luar angkasa. Asal-usulnya masih menjadi pertanyaan.” Ungkap Venoire.


“Mengenai fungsinya, bisa dibilang ini merupakan alat simulasi.” Lanjut Venoire.


“Alat simulasi?”


Venoire pun menjelaskan mengenai benda itu dengan detail. Benda itu akan membuat pemakainya terkena ilusi dimana ia akan mengalami kehidupan baru.


Ilusi disana akan berjalan berkali-kali lipat dibanding dunia nyata. Kristal ini sangat aneh karena selain membuat ilusi, progres yang dimiliki pemakainya dalam dunia ilusi akan menetap ke dunia nyata.


Sebagai contoh, jika di dunia ilusi itu pemakainya ahli menggunakan pedang sedangkan di dunia nyata tidak, maka ketika dia kembali ke dunia nyata keahlian itu akan menetap.


Itu juga bisa terjadi pada evolusi sihir. Jika pemakai mengalami evolusi sihir di dunia ilusi maka di dunia nyata sihirnya juga akan berevolusi.


Dunia ilusi akan terhenti ketika pemakai mengalami evolusi sihir karena pengaturan yang sudah ditetapkan pada alat itu.


“Hah ... singkatnya ini adalah alat untuk meng-evolusikan sihir kalian.” Venoire menghela napas lelah.


“Oh jadi begitu ya!” Magreis akhirnya mengerti, walau tak sampa sepenuhnya.


“Kuharap kau benar-benar mengerti Magreis.” Venoire kembali menghela napas.


“Karena kristal ini hanya bisa digunakan oleh tiga orang, maka kita perlu mengundi untuk menentukan siapa yang lebih dulu masuk.” Ucap Venoire sambil mengeluarkan sebuah kotak dengan lubang di tengahnya.


Kotak itu berisi urutan angka dari 1-7, itu menentukan urutan siapa yang akan lebih dulu masuk ke kristal.


Mereka pun mengambil urutan mereka dan Tohrei mengambil giliran terakhir untuk mengambil undian.


Berikut urutan setelah undian :

__ADS_1



Magreis


Isabella


Zen


Harciest


Eriana


Sei


Tohrei



‘Sigh ... ini karena hanya nomor tujuh yang tersisa, dengan begitu akulah yang terakhir.’ Tohrei menghela napas sambil membatin dengan kesal.


Tohrei tak mampu mengubah urutan pengambilan undian jadi dia hanya pasrah mengambil undian sebagai yang terakhir.


---------


Oh man, Author pengen segera mengakhiri plot ini, mungkin sebagian besar dari kalian bosan dengan arc ini namun begitu pun dengan author. Setelah arc ini selesai maka akan masuk ke arc History Of Evilia Kingdom, yang akan mengungkap identitas ibu Tohrei. Namun sayangnya arc itu masih jauh disana.


Mohon bersabar hingga arc berikutnya tiba. Masih sangat jauh hingga menuju final Arc. Harus nunggu ampe benua ke delapan hadeh.


Author akan mengusahakan akan terus menulis novel ini hingga tamat jadi bagi yang masih bersabar menunggu terima kasih untuk kalian dan bye.

__ADS_1


__ADS_2