
Ikumi dan Tohrei saling beradu pedang. Ditengah-tengah itu Ikumi mengerahkan sihirnya. Para menonton meneriakkan sorak sorai untuk mendukung mereka.
“!” Puluhan panah angin berwarna ungu. Dalam sihir itu terkandung kepadatan angin yang sangat kuat. Sihirnya ia lesatkan ke arah Tohrei.
“Menggunakan sihir? Kalau begitu aku pun juga!” Tohrei menggunakan sihir tanahnya. Dia mengangkat tanah dan menciptakan tembok tanah yang ia ciptakan untuk menahan serangan Ikumi.
Akan tetapi tembok itu dengan mudahnya ditembus dan dihancurkan berkeping-keping oleh serangan Ikumi. Walau begitu Tohrei tidak terkejut sama sekali, dia sudah menduga hal ini dan segera menggunakan sihir lain.
“!” Tohrei mengayunkan pedangnya secara horisontal di udara kosong.
Namun tanpa diduga setelah ayunannya ia lancarkan, semua sihir angin Ikumi tertebas dan lenyap. Belum selesai, Tohrei mengerahkan sihir lain.
“!” Dua lingkaran sihir tercipta di sekitar Tohrei. Dari masing-masing lingkaran sihir tercipta tombak air.
“Terima ini!” Tohrei melesatkan sihirnya.
“Ikumi tidak akan menyerah begitu saja!” Setelah mengatakan itu, Ikumi memejamkan mata dengan kuda-kuda berpedangnya.
Begitu dua tombak air berada dihadapannya, Ikumi segera membuka matanya dan melesat maju sambil melakukan tebasan yang membelah kedua tombak air itu.
Melihat itu Tohrei hanya tersenyum tipis. Dia melepaskan pedangnya dari genggaman dan menaruhnya di mulutnya. Dia menggigit gagang pedangnya dengan giginya.
Begitu tebasan Ikumi berada di depan mata, Tohrei dengan kecepatan tinggi menahan bilah pedang Ikumi dengan dua jari lalu menariknya ke depan. Bersamaan dengan itu Tohrei mengayunkan pedang di mulutnya menggunakan leher serta kepala.
Tohrei mengayunkannya ke arah leher Ikumi. Ia juga memegang kedua pergelangan tangan Ikumi dengan tangan kirinya. Kakinya pun diblokir oleh sihir tanah ciptaan Tohrei. Dengan begitu seluruh gerakan Ikumi telah Tohrei batasi.
‘Kamu sudah kalah Ikumi.’ Tohrei mengatakannya dengan skill telepatinya dikarenakan dirinya saat ini masih memegang pedang di mulutnya.
__ADS_1
“Tetapi Master belum lihat kekuatan penuh Ikumi kan?” Ikumi tersenyun tipis.
‘Begitu kah? Aku sudah menduga itu.’ Tohrei tersenyum lebar.
“” Ikumi menggunakan skillnya.
Seketika asap keluar menutupi Ikumi, Tohrei terlempar mundur karena kejadian itu. Tohrei dengan cepat menyeimbangkan tubuhnya dan segera melihat situasi.
Asap sudah memudar setelahnya, wujud Ikumi kini berubah.
‘Wow, jadi ini wujud asli fenrir?’ Tohrei melihat dengan jelas wujud Ikumi yang asli.
Dia kini berubah menjadi serigala berukuran besar dengan bulu berwarna perak. Sebuah simbol berwarna emas tercipta di dahi Ikumi. Terdapat empat kristal berwarna keemasan mengitari tubuhnya. Dilehernya terdapat kalung emas dengan simbol serupa yang ada di dahinya.
Aura yang agung terpancar dalam dirinya. Para monster yang menyaksikan begitu terkesima melihat sosoknya, walau begitu mereka merasa hal itu tidak sebanding dengan Tohrei.
“Hadapi Ikumi dengan serius Master!”
“Tentu saja.”
“” Tohrei menggunakan skillnya.
Seketika Tohrei menghilang dari tempat yang seharusnya ia tapaki. Tak lama kemudian sosoknya kemudian muncul kembali tepat di hadapan Ikumi. Dia mengarahkan tendangan atas menggunakan kaki kiri ke arah Ikumi.
Akan tetapi tendangannya terhadang oleh angin misterius yang seolah tolak menolak terhadap kakinya layaknya dua magnet sejenis yang mencoba disatukan.
‘Angin?' Tohrei menyadari sesuatu yang menghadang kakinya.
__ADS_1
Setelah Tohrei melesatkan tendangan, Ikumi melolong dan secara tiba-tiba saja langit berubah menjadi gelap. Angin bertiup dengan sangat kencang. Namun angin itu hanya menerpa arena tempat mereka bertarung sehingga para monster yang menyaksikan tidak terkena dampaknya.
Tohrei yang menyadari sesuatu akan menyerangnya segera saja melompat mundur. Sesaat setelah itu, Ikumi dikelilingi tiupan angin ungu yang menyala-nyala.
Ratusan bor angin yang sama dengan angin yang mengelilingi Ikumi tercipta. Bor angin itu melesat satu persatu dengan cepat ke arah Tohrei tanpa henti.
Akan tetapi, dengan tatapan yang tenang dan senyuman yang terpampang di bibirnya, Tohrei dengan lincah berlari menuju ke arah Ikumi tanpa time slow atau pun speed of sound.
‘, ’ Dengan kecepatan yang begitu tinggi, Tohrei menggunakan dua skill sekaligus saat mencoba menghindari serangan Ikumi.
Tohrei menggandakan diri, tubuh kedua Tohrei begitu saja hilang akibat skill switch-nya.
Tanpa disadari Ikumi, Tohrei sudah berada di depannya dengan pedang diayunkan oleh Tohrei. Akan tetapi, saat Tohrei sudah berada begitu dekat, Ikumi menghempaskan angin kencang yang mementalkan Tohrei.
Namun Ikumi tidak tahu bahwa dia telah terjebak. Keempat kakinya telah di kunci oleh pedang-pedang yang sepertinya merupakan ciptaan Tohrei. Bukan hanya itu, seseorang duduk di punggungnya dan mengarahkan kedua pedangnya ke lehernya. Seseorang itu adalah klon Tohrei. Ikumi tak menyadarinya sama sekali sebelumnya.
‘Aku terjebak?’ Ikumi nampak tak bisa bergerak.
“Bagaimana Ikumi?” Tohrei yang berada di sisi lain bertanya dengan santai.
“Ini kekalahan saya.” Ikumi mengakui kekalahannya, dia merubah wujudnya kembali seperti semula. Klon Tohrei lenyap begitu Ikumi mengakui kekalahannya.
___________
sekedar pesan dari author :
author niatnya setelah arc ini selesai pengen ganti cover tapi author minta pendapat pembaca dulu. Klo misalnya kalian setuju buat ganti cover setelah arc ini tapi nanti hasilnya mengecewakan, kalian bisa minta di kolom komentar buat ganti ke cover sebelumnya.
__ADS_1
segitu aja dulu, jan lupa ngasih like yak.