
Tak disangka dua minggu telah berlalu semenjak Tohrei kembali ke kediamannya. Setelah menghabiskan waktu cukup lama di wilayahnya, Tohrei memutuskan untuk melanjutkan tujuannya ke Aelion Empire.
Dia ingin bertemu ratu dan membicarakan tentang penawaran aliansi mereka. Akan tetapi baru-baru ini dia mendapat tujuan baru untuk ke Aelion Empire.
Tohrei mendapatkan misi untuk mengikuti dan memenangkan turnamen pertarungan di Aelion Empire. Dalam turnamen itu ada hadiah sebuah alat sihir dan ratusan koin gold.
Tohrei tidak mementingkan koin gold itu karena hanya dengan skill creation dia bisa mendapatkan lebih dari itu. Namun alat sihir yang menjadi hadiah itu berbeda. Menurut keterangan sistem, alat sihir itu merupakan sebuah bagian dari alat sihir yang lebih kuat. Tohrei tidak tahu alat sihir apa itu namun hadiah dari sistem lebih menggiurkan.
Jika dia bisa memenangkan turnamen itu, maka ia akan mendapatkan exp yang bisa membuatnya naik level. Ia juga akan mendapatkan poin status yang bisa meningkatkan statusnya.
Namun lebih dari itu, misi tersebut bersifat paksaan. Jika dia tidak melaksanakannya maka dia akan menerima kematian sebagai balasannya.
“Tuanku, apa saya ikut dengan anda?” Tanya Ifrit ketika Tohrei hendak pergi.
“Aku juga mau ikut!” Seru Urashia.
“Hmmpp! Bu..bukannya aku ingin ikut, tapi jika aku tidak didekatmu maka aku akan kehabisan coklat!” Seperti biasa, tsunderenya Ryui keluar.
“Tapi untuk apa kalian ingin ikut?” Tanya Tohrei.
“Aku tidak pernah keluar hutan jadi tidak ada salahnya kan ikut denganmu?” Ucap Urashia.
“Saya ingin berhubungan lebih dekat dengan tuan.” Jawab Ifrit.
“Hah..., baiklah jika itu keinginan kalian.” Tohrei menghela napas pasrah. Lagipula sepertinya para bawahannya telah bertambah menjadi lebih kuat, jadi mereka seharusnya bisa menjaga wilayah ini tanpa Ifrit dan Urashia yang menjadi monster terkuat di wilayahnya.
‘Sistem, apa kau bisa memberitahuku jika terjadi hal yang berbahaya di wilayah ini?’ Namun agar waspada, Tohrei meminta sistem untuk memberinya bantuan berupa pemberitahuan.
[Tidak masalah, Sistem bisa melakukannya.]
“Alpha, Beta, Gamma, Deltha, Tetha, Omega, kuserahkan penjagaan mansion ini pada kalian.”
“Akan kami jaga mansion ini selama anda tidak disini tuan.” Ucap Alpha dengan tegas.
Walau mereka berenam masih terlihat kecil, namun kekuatan mereka bisa setara dengan monster rank B berkat pelatihan yang Tohrei laksanakan juga karena mereka berenam yang berbakat.
__ADS_1
“Yosh, kalian semua berpegangan tanganlah.”
Menuruti perintah Tohrei, mereka berpegangan tangan tanpa tahu alasannya. Baru saja berpegangan tangan, secara tiba-tiba mereka terteleportasi ke tempat lain.
Ikumi, Ifrit, Urashia dan Ryui agak tersentak kaget ketika teleportasi terjadi karenq mereka yang belum terbiasa dengan teleportasi.
“Tempat ini? Apa ini Aelion Kingdom?” Ikumi dan yang lainnya melihat sebuah kota kecil di depan mereka. Ikumi menyangka kalau mereka berada di perbatasan Aelion Kingdom.
“Bukan, kau tahu desa yang pertama kali kita temui? Inilah desa itu sekarang.” Ucap Tohrei yang menjawab pertanyaan Ikumi.
“Eh? Bagaimana desa ini bisa meningkat secepat itu?” Ikumi ingat bahwa masih belum terlalu lama sejak desa ini mereka datangi.
“Huh? Apa alasan kita kesini? Bukankah lebih baik pergi lebih jauh? Nampaknya kota kecil ini hanya berjarak beberapa ratus meter dari hutan Ashfriet.” Urashia bertanya mengenai alasannya.
“Aku ingin mampir melihat Reikami, sudah lama aku tidak melihatnya.” Itulah alasan Tohrei, ia dan Reikami hanya berkomunikasi dengan telepati selama Reikami di desa itu. Setidaknya Tohrei ingin melihat keadaan Reikami secara langsung.
“Bawahan menghadap dihadapan tuan, ada alasan apa anda kesini tuanku?” Reikami, seorang pria berambut putih dengan telinga serigala berlutut di hadapan Tohrei.
Reikami dengan cepat tangkap menyadari keberadaan Tohrei dan yang lain sehingga langsung pergi kehadapannya dan menyambutnya.
“Saya dalam keadaan baik-baik saja tuan, seperti yang anda lihat sekarang. Anda seharusnya tidak perlu repot-repot kesini jika hanya untuk melihat keadaan saya.”
“Tidak-tidak, aku tidak repot sama sekali, lagi pula aku hanya sebentar disini. Apa kau bisa memanduku dan yang lain ke desa? Aku ingin melihat perkembangan desa secara langsung.”
“Dengan senang hati tuan.”
Mereka dipandu ke desa itu, desa tersebut kini bisa dibilang adalah sebuah kota kecil. Reikami memberi penjelasan mengenai berbagai hal yang berkembang disana.
Desa ini mungkin sudah bisa disebut sebagai kota. Berbagai bangunan di desa ini memiliki fondasi yang lebih kuat dari sebelumnya dan desa ini kini memiliki penduduk dengan jumlah yang lebih besar.
*(Ilustrasi bukan milik saya)
Ngomong-ngomong, bisa dibilang Reikami saat ini adalah walikota dari kota ini. Ezardo yang sebelumnya mengurus kota ini kini sudah pensiun. Reikami menerima gelar itu dengan senang hati.
__ADS_1
Walau ekspresi Reikami selalu terlihat datar, namun dia akrab dengan para warga. Berbagai sapaan dari warga terus terlontar kepada Reikami.
“Baiklah, kami akan pamit, sampai jumpa Reikami.” Ucap Tohrei sebelum berteleportasi dari tempat itu.
“Dimengerti, sampai jumpa juga tuanku.”
Mereka berteleportasi langsung ke ibukota Aelion Kingdom. Atau lebih tepatnya di luarnya. Tohrei menggunakan Camouflage pada Ikumi, Urashia dan Ryui karena telinga dan tanduk mereka akan terlihat tak wajar di negeri seperti Aelion Empire yang sebagian besar penduduknya adalah manusia. Sebagai tambahan, mereka menggunakan jubah yang menutupi tubuh dan wajah mereka.
Untuk masuk diperlukan kartu identitas, jika tidak mempunyainya maka sebagai gantinya bisa menggunakan kartu petualang. Akan tetapi yang memiliki kartu itu hanya Tohrei dan Ikumi. Berbeda dengan kota diluar wilayah Aelion Empire, kota ini tidak mengizinkan orang untuk masuk ke kota hanya dengan uang.
Maka Tohrei menggunakan skill Regnare agar mereka diizinkan masuk.
Setelah masuk ke kota Tohrei memutuskan untuk menetapkan tempat tinggal sementara di penginapan.
“Tolong aku pesan lima kamar.”
“Maaf tuan, tetapi hanya ada satu kamar yang tersisa.” Pelayan dari penginapan itu memohon maaf.
“Huh? Apa? Hanya tersisa satu kamar? Bagaimana bisa sepenuh itu?” Tanya Tohrei.
“Itu mungkin karena sebentar lagi ada turnamen besar disini jadi orang-orang dari luar kota berkunjung kesini.”
‘Aku memiliki dugaan seperti ini, tetapi tidak sampai hanya tersisa satu kamar. Hah..., nampaknya aku harus mencari penginapan lain.’
“Uh, baiklah kalau begitu, aku akan per—” Kata-kata Tohrei dipotong oleh Ikumi.
“Kami akan tetap memesan kamar itu.” Ucap Ikumi.
“Apa yang kau lakukan Ikumi?” Bisik Tohrei yang tidak menyangka ucapan Ikumi.
“Bukankah jika semuanya dalan satu kamar akan lebih asik?” Balas Ikumi dengan bisikan juga.
[Jika anda memesan satu kamar itu maka anda akan mendapatkan +600 poin status.]
Tohrei terdiam....
__ADS_1
“Baiklah akan kupesan satu kamar yang tersisa.” Ucap Tohrei sambil menutup wajahnya dengan satu tangan.