
Setelah Tohrei menhadang makhluk aneh yang menyerangnya, dia mendengar suara yang nampaknya pernah ia dengar.
“Musnahlah kalian orang-orang rendahan!” Seseorang dengan nada sombong dan arogan terdengar. Petir-petir dari anak itu menghantam lawannya.
‘Oh? Bukankah itu dia?’ Tohrei tersenyum tipis.
Orang itu adalah anak bangsawan yang kemarin menghadangnya. Sifatnya begitu menyebalkan dan sifat itu kini menjadi terlihat lebih jelas.
Tohrei tidak mengetahui nama anak itu akan tetapi namanya akan ia ketahui di babak kedua nanti. Tohrei bisa saja menggunakan Appraisal untuk mengetahuinya namun saat ini ia sedang malas untuk melakukannya.
Setelah beberapa menit akhirnya babak pertama berakhir. Ini berjalan terlalu cepat daripada perkiraan penyelenggara. Mereka awalnya ingin mengadakan babak pertama hari ini. Akan tetapi melihat betapa cepatnya babak pertama berakhir, mereka memutuskan untuk mengadakan langsung babak kedua hari ini. Para penonton pun tidak menyangkanya.
Mereka langsung mengundi daftar nama peserta yang akan saling bertarung. “Ini adalah daftar pertarungan setiap ronde!”
Sungguh beruntung, Tohrei mendapatkan giliran pertama dan lawannya adalah anak bangsawan yang menyebalkan itu. Dari pengumuman itu dia mengetahui bahwa anak bangsawan itu bernama Roustle Alfonso. Sedangkan Tohrei mengisi namanya sama seperti nama petualangnya.
“Para peserta diperbolehkan untuk beristirahat beberapa menit sebelum pertandingan pertama dimulai.” Ucap penyelenggara.
***
Beberapa menit berlalu dan babak kedua dimulai. Tohrei dan Roustle maju ke arena. Para penonton sudah memasang taruhannya kepada salah satu peserta yang masuk ke pertandingan pertama.
Kebanyakan dari mereka memilih Roustle karena mereka mengetahui seberapa kuat anak bangsawan Alfonso. Para Alfonso dilatih untuk menjadi kesatria sihir. Kesatria sihir sendiri adalah penyihir yang mengabdi kepada negaranya sebagai kesatria.
Sedangkan Tohrei tidak mereka ketahui asal-usulnya, memasang taruhan pada orang yang tak pasti akan lebih merugikan. Itu sebabnya mereka lebih memilih bertaruh kepada Roustle. Akan tetapi sebagian kecil memilih bertaruh kepada Tohrei karena melihat kejadian kemarin.
__ADS_1
“Cukup buat lawanmu tak sadarkan diri dan jangan berlebihan.” Ucap Wasit.
“Oh? Kau sudah sembuhnya ya? Cepat juga ya `Roustle`.” Melihat Roustle sembuh hanya dalam sehari cukup aneh padahal luka yang Tohrei berikan cukup besar. Kecuali Roustle memiliki sesuatu yang menyembuhkannya dengan cepat.
Mendengar namanya disebut oleh Tohrei membuat Roustle kesal. “Jangan menyebut namaku rendahan! Kau tidak punya hak untuk itu!”
“Kau sepertinya tidak bisa belajar dari kesalahanmu yang sebelumnya ya?” Tohrei menghela napas pelan.
“Jangan menceramahi ku!”
“Mulai!” Pertandingan pertama dimulai, Roustle langsung melesat ke arah Tohrei begitu mendengar kata itu keluar dari mulut wasit.
Listrik dengan tenaga kuat tercipta di tangan kiri Roustle. Dia mencoba menyerang Tohrei dengan tangan kirinya itu. Sebagai tambahan dia menggunakan spell lain untuk membuat gerakannya menjadi lebih cepat.
Akan tetapi Tohrei menghindarinya dengan mudah, dia berpindah ke sisi kiri untuk menghindar. “Lambat.” Ucap Tohrei selagi menghindar.
“Cih! Apa kau hanya bisa menghindar?! Apa kekuatanmu terlalu lemah untuk menyerang?” Roustle menggertak Tohrei.
“Begitu kah?” Tohrei mundur beberapa langkah lalu menyerang.
“!” Dari kedua sisi Tohrei tercipta dua ular yang tercipta dari racun. Kedua ular itu melesat ke arah Roustle dengan cepat.
Roustle menciptakan pedang petir dan menghancurkan kedua ular itu dengan mudah. “Hahaha! Ternyata benar! Kau cukup bagus menghindar tetapi kekuatan mu rendah!” Roustle melesat dengan kecepatan petir.
“” Tercipta sebuah lingkaran ungu di depan Tohrei. Dari lingkaran itu keluar laser beracun yang melesat ke arah Roustle.
__ADS_1
‘Itu terlalu cepat! Aku tidak bisa menghindar! Aku hanya bisa menahannya!’ Memilih untuk menahan, Roustle menciptakan pelindung listrik di sekujur tubuhnya.
Setelah menahan laser itu selama beberapa saat, laser itu memudar dan menghilang. ‘Huh? Menghilang? Apa dia kehabisan mana? Maka ini kesempatan!’ Roustle tersenyum lebar dan melesat ke arah Tohrei.
Namun sesuatu yang tidak ia duga terjadi, Tohrei tersenyum tipis. Secara tiba-tiba muncul lingkaran ungu dibawah Roustle. Seketika, keluar laser dari lingkaran itu. Roustle terpental akibat laser itu dan tubuhnya terkena dampak dari racun laser itu. Racunnya hanya membuat kesadaran hilang sesaat jadi itu tidak membahayakan nyawa.
“Oh ya, aku lupa.” Gumam Tohrei yang seolah teringat sesuatu.
“” Seketika waktu melambat.
Tohrei melompat dan lalu memukul Roustle agar melesat ke arah tembok arena. Setelah itu Tohrei kembali ke posisi awalnya dan menormalkan kembali waktu.
“”
Seketika Roustle terhempas ke arah tembok dengan sendirinya dan menghancurkan tembok itu.
“Berterima kasihlah padaku karena membuatmu merasakan rasanya terhempas ke tembok untuk kedua kalinya.” Gumam Tohrei sambil tersenyum melihat sosok Roustle yang menabrak tembok.
Penonton terdiam, mereka tidak menyangka kejadian seperti ini akan mungkin. Namun tak lama kemudian,
“Hebat! Dia mampu mengalahkan keturunan Alfonso hanya dalam beberapa serangan!” Seserang bertepuk tangan.
Lalu yang lainnya ikut bertepuk tangan. “Hah..., aku kalah telak kali ini, tapi mau bagaimana lagi.” Seseorang yang bertaruh uang pada Roustle kini bertepuk tangan sambil merasa kecewa.
“Master hebat!” Para bawaham Tohrei ikut bertepuk tangan. Sementara itu, para peserta lain merasa harus mewaspadai Tohrei.
__ADS_1
“Cepat bawa dia.” Ucap Tohrei sambil menunjuk Roustle dari belakang sebelum pergi meninggalkan arena.
“Pemenang pertandingan pertama adalah Yami!” Sang wasit menyatakan pemenang.