The Endless System

The Endless System
Ch 82 — Orichalcum Armor


__ADS_3

Urashia tidak terlalu terkejut dengan keadaan Harciest yang baik-baik saja. Malahan, dia merasa puas lawannya tak langsung kalah.


“Maju!” Urashia tersenyum lebar, senyumnya itu nampak seperti senyum yang dimiliki Tohrei ketika tertantang.


Harciest maju dan mengayunkan pedangnya ke arahnya. Urashia dengan mudah menahannya menggunakan kapaknya.


Urashia memojokkan Harciest dengan cara mendorongnya hingga ujung arena. Fisik Urashia terasa sangat jauh lebih kuat daripada Harciest. Itu wajar karena perwujudan sebenarnya dari Urashia adalah seekor monster beruang S rank.


‘Sial! Aku terpojok!’ Harciest yang menyadari betapa buruknya situasinya saat ini, segera berpikir cara untuk tersingkir dari keadaan ini.


‘Tch! !’ Harciest mengeluarkan spell lain yang dimilikinya.


Seketika dari bawah tanah, muncul rentetetan besi tajam yang menerjang Urashia. Namun dengan ketepatannya, Urashia mampu menghindar dengan baik.


Walau sudah menggunakan berbagai spell untuk mengalahkan lawannya, Urashia tidak mengalami sedikit pun kelelahan. Berbanding terbalik pada Harciest, mana yang dimilikinya kini terkuras menjadi tersisa kurang dari setengah.


“Apa kau sudah lelah? Kau boleh menyerah dengan terhormat.” Ucap Urashia yang menyadari keadaan Harciest.


“Menyerah? Aku tidak akan semudah itu untuk kalah!” Sebuah lengan besi raksasa tercipta di samping Harciest, lengan itu bergerak mengikuti gerakannya.


Lengan besi itu bergerak melesat ke arah Urashia dari atas. Lengan besi itu seolah ingin menghancurkan sosok Urashia.


Akan tetapi tanpa diduga, lengan besi itu terhenti tepat di atas kepala Urashia. Harciest hanya bisa kebingungan karena selain lengan besi yang terhenti, tubuhnya juga ikut tak bisa digerakkan.

__ADS_1


‘A...apa? Seluruh tubuhku! Apa yang telah dia lakukan?!’ Harciest menoleh ke arah Urashia.


Aura yang begitu menindas keluar dari Urashia. Harciest panik ketika melihat aura Urashia dan dia masih tak dapat bergerak. Namun dia mencoba untuk tenang, dia berpikir bahwa kepanikan tidak akan membawanya kepada kemenangan.


Aura yang Urashia keluarkan berasal dari skill Warthern Aura. Itu adalah sebuah skill yang hanya dimiliki oleh spesies monster Warthern Bear. Dengan menggunakan skill itu maka serangan dan kecepatan dari penggunanya akan meningkat. Urashia saat ini sedang berada dalam Warthern Mode.


Urashia yang berada dalam warthern mode langsung menghancurkan lengan besi raksasa milik Harciest dengan mudah menggunakan kapaknya.


Urashia kemudian menerjang maju ke arah Harciest sembari mengarahkan kapaknya.


Sementara itu Harciest seperti sedang nampak fokus melakukan sesuatu. Harciest memejamkan matanya dan mencoba menenangkan dirinya.


“!”


Ketika Urashia mengayunkan kapaknya ke arah Harciest yang masih diam membatu, sebuah ledakan secara tiba-tiba terjadi dari tubuh Harciest. Urashia langsung sedikit terhempas mundur dari sana.


“He...? Kau masih menyembunyikan sesuatu rupanya?” Ucap Urashia sambil menatap ke tempat ledakan terjadi.


Asap putih yang berasal dari ledakan menutupi keberadaan Harciest. Ketika asap sedikit memudar, nampak siluet Harciest yang kini bisa bergerak bebas. Tak lama kemudian asap itu menghilang secara utuh dan menampakkan sosok Harciest.


Armor yang Harciest kenakan terlihat berbeda dari sebelumnya. Armor yang kini Harciest kenakan adalah armor yang terbuat dari Orichalcum. Itu merupakan logam yang lebih tinggi dari Mythril.


Armor yang dia kenakan mencapai seluruh tubuhnya lengkap dengan helmet. Dia kini berwujud layaknya seorang kesatria yang gagah dengan pedang juga di sampingnya.

__ADS_1



(ilustrasi bukan milik saya)


“Kau memaksaku menggunakan armor terkuatku.” Harciest tanpa memakai senjata apapun langsung melesat ke arah Urashia. Dia bergerak dengan begitu cepat.


Urashia segera menahannya dengan kapaknya. Bentrokkan antara keduanya terjadi. Harciest menyerang hanya dengan pedangnya berkali-kali. Serangannya begitu kuat hingga mendorong Urashia mundur beberapa langkah.


“Haaa!!” Dengan teriakan yang menggelora, tebasan Harciest menjadi lebih cepat dan kuat.


Urashia cukup kesulitan untuk mendorong balik, dia hanya bisa berusaha diam di tempat tanpa terus terdorong ke belakang.


Urashia kemudian menoleh ke arah Tohrei seolah dia sedang bertanya padanya.


“Ya, kau boleh melakukannya.” Melalui telepati, Tohrei menjawab Urashia yang menoleh ke arahnya.


Mendengar jawaban Tohrei, Urashia tersenyum senang dan setelah itu kejadian tak terduga kembali mengejutkan Harciest.


‘Ini saatnya!’


Kapak Urashia secata tiba-tiba mengeluarkan aura yang mengerikan. Dengan mudah Urashia menghempaskan Harciest dengan kapaknya itu.


“Akh!’

__ADS_1


Harciest kembali menabrak tembok arena, dia segera melihat kembali ke arah lawannya. Kapak Urashia kini terlihat berbeda, kapaknya kini berubah menjadi berwarna emas dan berbagai ornamen yang terlihat ganas terukir di kapak itu.


“Maaf ya, aku baru akan serius sekarang.” Ucap Urashia dengan santai.


__ADS_2