
Setelah berkeliling di kios makanan di dekat pantai, Eriana dan Tohrei pun pergi ke tujuan utama, yaitu tempat magic spirit altar berada.
Lokasinya hanya diketahui oleh orang-orang tertentu, itu termasuk murid kelas khusus. Lokasinya dijaga oleh beberapa ksatria yang ditugaskan oleh kekaisaran.
Karena identitas mereka yang merupakan murid khusus, Eriana dan Tohrei diizinkan untuk melihat-lihat. Terlebih mereka mengenali Eriana sebagai putri dari kekaisaran Aelion.
Rupanya pintu masuk magic spirit altar itu terdapat di sebuah tebing di dekat pantai. Pintu masuknya berupa mulut gua yang nampak besar.
Di tembok gua terdapat banyak kristal yang berkilauan. Itu merupakan kristal-kristal elemental.
“Jadi begini kah pintu masuk magic spirit altar?” Eriana nampak sedikit terpana melihat kristal-kristal elemental dalam jumlah banyak itu.
“Apa sudah selesai? Sebaiknya kita segera kembali ke penginapan.” Tanya Tohrei yang menunggu di belakang.
“Aku masih akan disini sebentar, jika kau mau kembali saja sendiri.” Eriana mendekat ke mulut gua, ingin mengamati lebih dekat.
“Oi ...” Tohrei ikut mendekat, namun secara tiba-tiba kilauan dari kristal itu seolah-olah menjadi lebih terang dan menyilaukan matanya.
‘Apa itu ... ?!’ Tohrei sampai harus memejamkan matanya dan mundur beberapa langkah karena kilauan itu. Bersamaan dengan itu, Tohrei merasakan tubuhnya terasa tersengat dalam sesaat.
Akan tetapi, anehnya Eriana seperti tak terpengaruh oleh itu, terlebih lagi dia malah seperti tak menyadari kilauan tadi.
“Ada apa denganmu Rei?” Eriana melihat Tohrei terlihat berekspresi aneh beberapa saat yang lalu.
“Tidak ada apa-apa, tak usah kau hiraukan. Apa kau sudah selesai mengamati?”
“Sudah.”
“Baiklah, kalau begitu kita langsung pulang.”
***
__ADS_1
Keesokan harinya, seluruh kelas khusus dan Venoire pergi ke magic spirit altar. Tentu dengan berbagai peralatan yang sudah terpasang.
“Kalian seharusnya sudah membacanya di buku, magic spirit altar itu dihuni oleh monster-monster elemental yang tidak ramah, jadi kusarankan kalian memakai persenjataan yang lengkap.” Para murid mengangguk setelah mendengar peringatan Venoire.
Para monster yang tinggal di magic spirit altar adalah para monster yang tertarik dengan isi tempat tersebut. Dengan tinggal disitu mereka tak perlu memakan makhluk lain agar bisa bertahan hidup. Mereka hanya perlu memakan kristal elemental.
Kristal elemental yang mereka konsumsi harus sesuai dengan atribut mereka. Sebagai contohnya, Fire Tail Scorpion harus memakan Flames Crystal agar cocok.
Sayangnya, sebagian besar dari mereka sama sekali tidak ramah dan jinak. Mereka akan menyerang orang asing yang memasuki wilayah mereka, yaitu magic spirit altar ini.
Mengenai perlengkapan, biar kujelaskan apa saja perlengkapan para murid dan gurunya.
Venoire mengenakan seragam yang ia kenakan seperti sebelum-sebelumnya. Namun dia mengenakan satu benda spesial, yaitu sepasang sarung tangan dengan tiga kristal menempel disetiap pasang. Kristal itu memiliki efek untuk mengurangi konsumsi mana ketika melakukan sihir.
Selanjutnya, Eriana mengenakan armor elegan dengan sebuah rapier terpasang di sabuk pinggangnya.
Lalu, Magreis mengenakan sepasang gauntlet yang nampaknya terbuat dari bahan metal yang sangat keras. Gauntlet itu mampu meningkatkan kekuatan yang ia salurkan ke tangannya. Bahkan jika ia menggunakan sihir lava ke tangannya, gauntlet itu mampu memperkuatnya.
Berikutnya adalah Harciest, ia membawa sebuah pedang panjang dengan sarung berwarna coklat. Itu merupakan sebuah bagian dari armor baru yang ia ciptakan.
Tohrei pun sama, ia hanya menggunakan seragam akademinya dan tentu tetap mengenakan topengnya.
Setelah itu, mereka pun masuk ke dalam gua itu. Yang menjadi tempat dimana magic spirit altar berada. Di awal, mereka tak menemukan satu pun monster yang berkeliaran.
“Oh ya, aku hampir lupa sesuatu, aku belum mengenal sihir kalian. Apa kalian bisa mengatakan sihir kalian dan kemampuannya?” Ucap Venoire dalam perjalanan mereka.
“Aku adalah pengguna Gravitation Magic, aku bisa membuat sesuatu menjadi berat dan ringan, namun selain itu aku juga bisa mengendalikan benda seperti telekinesis.” Jelas Venoire. Nampaknya dia ingin memberitahu para murid caranya memperkenalkan sihir mereka.
Sihir yang Venoire miliki sebenarnya sudah cukup terkenal dikalangan para pengguna sihir. Dia juga diakui sebagai pengguna sihir terkuat di Aelion.
“Kalau aku adalah pengguna Lava Magic, aku bisa menciptakan lava dan mengendalikannya. Setahu ku lava itu sebenarnya keluar dari gunung api.” Magreis menjadi yang pertama memperkenalkan sihirnya.
__ADS_1
“Aku menggunakan Doll Magic, aku bisa mengendalikan sesuatu yang kuanggap sebagai boneka dengan sihir ini.” Isabella memperkenalkan kekuatannya. Itu sebabnya dia selalu membawa boneka kemana-mana.
“Aku pengguna Starlight Magic, sihir ini seperti sihir cahaya biasa namun berkali-kali lipat jauh lebih kuat.” Ungkap Eriana.
“Aku memakai Ice Magic, sihir itu bisa menciptakan es sesuka ku, sekian.” Zen berkata dengan sangat singkat. Dia nampaknya sedang malas berbicara.
“Sihirku adalah Metal Magic, itu bisa membuatku menciptakan metal dan membentuknya sesuka ku. Aku bahkan bisa menyimpan metal yang telah kubuat sesuka hati.” Ucap Harciest.
“Aku pengguna Poison Magic dan Mist Magic, poison ku bisa membuat racun dan mengendalikanku dan mist seperti namanya, itu membuatku bisa menciptakan kabut.” Sei berbicara dengan menggunakan masker gasnya, sehingga suaranya tak terlalu jelas dan agak menyeramkan.
‘Wow, ini pertama kalinya aku mendengad suara Sei.’ Pikir Tohrei. Lalu ia teringat bahwa ini adalah gilirannya mengungkapkan sihirnya.
“Aku bisa menggunakan setidaknya sihir elemen dasar, juga aku bisa memakai darkness magic. Kemampuannya kalian sudah pasti tahu, jadi seharusnya tak perlu dijelaskan.” Tohrei berbicara seadanya.
“Baik, sekarang aku mengerti kemampuan kalian, kalau begitu sekarang mari kita lanjut menjelajahi tempat ini.” Ujar Venoire setelah mengangguk ketika mendengar semua kemampuan muridnya.
Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan hinga selama beberapa menit mereka berhenti.
“Semuanya, perjalan perlahan dan waspada. Nampaknya ada monster di depan kita!” Venoire merasakan sesuatu di depan mereka.
Mereka menemukan sekelompok monster. Namun monster-monster itu terdiri dari dua kelompok.
Mereka sedang bertikai di sebuah bagian gua yang luas. Venoire dan yang lain bersembunyi sembari mengamati.
Pertikaian itu terjadi antara lightning wild wolf(serigala buas halilintar) dan rock crusher pangolin(trenggiling penghancur batu). Mereka nampaknya sedang memperebutkan wilayah kelompok.
Itu karena ruang gua tempat itu terdapat kristal elemen yang berlimpah. Terutama lightning crystal dan earth crystal. Karena dari itu dua spesies monster berbeda elemen itu saling bertikai.
“Nampaknya akan ada pertarungan, ini kesempatan yang bagus untuk memberi pengalaman pada para murid.” Gumam Venoire.
Sementara itu, Tohrei memperhatikan hal lain. Dia melihat dibalik pertikaian para monster, terdapat empat jalur berbeda untuk pergi lebih dalam.
__ADS_1
Tohrei berniat menggunakan area detection untuk melihat apa yang ada di dalam. Namun ia sedikit terkejut karena skill itu tak berfungsi.
‘Ada apa ini? Skill Area Detection tak bisa menembus area itu? Sebenarnya apa yang ada disana? Ini pertama kalinya Area Detection tak berhasil.’ Pikir Tohrei yang fokus ke empat jalur di depan sana.