The Endless System

The Endless System
Ch 24 — Kawanan Direwolf


__ADS_3

Tohrei melihat adanya sekelompok serigala di luar dinding. Serigala-serigala itu bergerak menuju tembok yang membuatnya penasaran apa maksud kedatangan mereka. Maka dari itu Tohrei berniat pergi ke sana.


“Mau pergi kemana suamiku?” Urashia menghampiri Tohrei yang berjalan perlahan.


“Aku akan pergi ke luar wilayahku, ada sesuatu yang terjadi. Lagipula, jangan panggil aku suamimu, kita bahkan tidak menikah. Lebih baik cari panggilan lain.” Tohrei terus berjalan.


“Umm bagaimana kalau kupanggil ‘honey’?”


“Hah...., terserahlah.” Tohrei hanya bisa menghela nafas pelan.


Kebetulan tempatnya saat ini dekat dengan tembok jadi mereka dapat pergi dengan cepat.


Sesampainya di tembok, Tohrei menggunakan switch untuk keluar dari tembok karena saat ini belum ada satupun gerbang keluar masuk.


Tohrei memperhatikan bahwa sekelompok direwolf yang ia maksud kini sudah dekat. Jumlah direwolf dari kelompok itu kira-kira ada sekitar 30-an. Mereka tiba-tiba berhenti ketika menyadari keberadaan Tohrei.


“Apa yang kalian lakukan disini? Ini adalah wilayahku.” Tohrei mendekati para direwolf dan berkata dengan santai.

__ADS_1


“Bau ini! Aku mencium sedikit bau nona di tubuhnya!” Salah satu direwolf terkejut.


“Nona? Apa maksud kalian?” Tohrei bingung dengan apa yang dimaksud direwolf itu.


“Ya! Tidak salah lagi ini memang bau milik nona!” Direwolf lain memastikannya sendiri.


“Hei manusia! Dimana nona berada?!” Salah seekor direwolf bertanya dengan marah. Dia berharap tidak terjadi sesuatu yang berbahaya pada nona mereka.


Para direwolf memandang marah kepada Tohrei.


“Sebenarnya apa sih yang kalian bicarakan?” Tohrei menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil memasang raut wajah bingung.


Nyali para direwolf seketika ciut melihat Urashia yang begitu menekan mereka.


“Tenanglah kalian, jangan marah terlalu cepat.” Seekor direwolf menenangkan kawanannya. Dia nampak seperti pemimpin diantara mereka.


“Jadi siapa nona yang kalian maksud?” Tohrei kembali mempertanyakan hal yang sama.

__ADS_1


“Nona kami adalah anak dari pemimpin dari kelompok ini. Namun pemimpin tiada dan diakhir hayatnya dia memberi perintah untuk menjaga anaknya. Hingga suatu ketika ketika kami melewati wilayah ini, nona menghilang dari kelompok kami. Karena itulah kami berputar balik untuk mencari nona.” Jelas direwolf yang sebelumnya menenangkan kawanannya.


“Hm begitu kah? Kalau begitu, ikut lah denganku. Aku ingin memastikan bahwa orang yang kukenal ini adalah nona yang kalian maksud atau bukan.”


Tohrei terpikir satu orang, yaitu Ikumi. Salah satu kemungkinan mengapa Tohrei menemukan Ikumi sendirian adalah karena dia terpisah dengan kawanannya dan bisa saja kawanan direwolf ini adalah kawanan yang terpisah dengan Ikumi.


“Bagaimana cara kami percaya?” Ia tidak mungkin percaya begitu saja pada seseorang.


“Hm bagaimana ya? Menurutmu apa ini akan membuatmu mau ikut untuk memastikan?” Tohrei mengancam mereka dengan menunjukkan puluhan pedang melayang.


Para direwolf mundur beberapa langkah dengan waspada begitu melihat pedang-pedang melayang yang mengancam.


‘Dia nampaknya tidak akan membiarkan kami kabur jika tidak setuju ikut.’ Direwolf yang memimpin berpikir keputusan apa yang akan ia buat.


“Baiklah, kami akan ikut.” Akhirnya dia memutuskan mengikuti Tohrei untuk memastikan nona mereka.


“Kalau begitu tetaplah disitu selama aku melakukan switch.” Tohrei bersiap untuk menggunakan skillnya.

__ADS_1


“!” Tohrei dengan cepat memindahkan semuanya ke tempat yang menjadi tujuannya, yaitu kediamannya. Tohrei membawa Urashia dan juga kawanan direwolf.


__ADS_2