The Endless System

The Endless System
Ch 64 — Luxene Lich


__ADS_3

Note : terjadi kesalahan pada ch 63 berjudul Ch 63 — Viriet. Itu sebenarnya adalah ch 64 namun terjadi kesalahan. Maka dari itu Author akan mengganti jadwal upload ch 65 menjadi hari ini juga.


Setelah itu Viriet resmi menjadi pengikut Tohrei. Saat ini Tohrei masih bingung ingin menempatkan Viriet kemana. Hingga Viriet berkata sesuatu.


“Tuan, apa saya masih boleh tetap tinggal di dungeon ini? Saya ingin menambang tempat ini lebih dalam, saya yakin di tempat ini tidak hanya berisi kristal mana.” Virier meminta izin kepadanya.


“Jika begitu untuk saat ini kau tetaplah mengurus dungeon ini. Aku masih tidak tahu akan menetapkanmu dimana.”


“Oh ya, aku akan memberikan darah ini padamu, jika kau mengkonsumsinya akan ada hal yang luar biasa terjadi padamu.” Setetes darah melayang di udara, darah itu dihasilkan oleh luka yang Tohrei buat sendiri.


“Akan saya lakukan.” Viriet menggunakan metode penyerapan yang unik untuk mengkonsumsi darah yang diberikan Tohrei.


Setelah menyerapnya, sesuatu terjadi pada tubuh Viriet. Tubuhnya seketika memancarkan dua warna yang berbeda. Setengahnya berwarna ungu gelap sedangkan setengahnya lagi berwarna emas.


‘Dia langsung berevolusi?!’ Tohrei terkejut karena betapa tidak biasanya kejadian ini. Biasanya bawahannya yang lain perlu proses lebih lama hingga dapat berevolusi.


[Itu karena rank yang dimilikinya. Lich adalah makhluk rank S, maka proses evolusinya lebih cepat dibanding rank dibawahnya. Namun, untuk rank S hanya mampu naik satu rank berbeda dengan rank dibawahnya yang bisa meloncati evolusi beberapa rank.]


‘Terima kasih penjelasannya sistem, aku mengerti sekarang. Aku jadi teringat bahwa aku belum memberi darahku sama sekali kepada Ifrit, mungkin akan kuberi nanti jika sempat.’


Beberapa saat kemudian kedua pancaran itu mereda. Yang tersisa hanyalah wajah tercengang Viriet melihat perubahan pada dirinya.


“I..ini... Aku berevolusi menjadi SS rank?!”


“Apa rasmu sekarang Viriet?”


“Luxene Lich, aku tidak pernah mendengar ras lich yang seperti itu.”


‘Luxene Lich? Ras apa itu sistem?’ Tohrei bertanya kepada sistem melalui batinnya.


[Untuk menjawab pertanyaan butuh—]


‘Akan kubayar, yang penting aku butuh jawabannya.’


[Luxene Lich adalah lich yang mampu menguasai dua atribut yang bertentangan. Terutama dalam atribut kematian. Jika ia mampu menguasai dua atribut bertentangan itu, maka dia akan naik level dengan drastis dan berevolusi.]


[Dalam kasus saat ini, Viriet dapat berevolusi menjadi Luxene Lich bukan hanya karena dia mampu menguasai sihir kehidupan dan sihir kematian. Tanpa bantuan darah anda maka evolusinya akan lebih sulit.]


‘Wah..., nampaknya aku menciptakan makhluk mengerikan lagi.’ Tohrei tersenyum dengan arti yang rumit.

__ADS_1


“Tuan, entah mengapa sekarang aku bisa menggunakan sihir kematian dan kehidupan secara bersamaan! Hal yang kuteliti selama ini bisa menjadi sesuatu yang mungkin?! Tidak bisa dipercaya...” Rasa terkejut Viriet masih tersisa di wajahnya.


“Kupikir itu adalah efek dari perubahan rasmu, mungkin ada kemampuan lain yang belum kau ketahui.”


“Tuan, maaf jika saya tidak sopan bertanya seperti ini. Tetapi, bagaimana bisa darah anda memiliki efek seperti ini?”


“Entahlah, misteri itu belum bisa kupecahkan.” Tohrei menggelengkan kepalanya.


“Menarik...,” Viriet bergumam. Gumamnya itu sedikit terdengar oleh Tohrei.


“Apanya yang menarik?”


“Tuanku, apa saya boleh meneliti darah anda? Saya hanya membutuhkan tak lebih dari satu tetes! Apakah anda mengizinkannya?!” Viriet menjadi bersemangat.


“Meneliti? Untuk apa?” Wajah Viriet terlihat dekat, membuat Tohrei mencoba menjauhkan dirinya.


“Maaf atas tindakan tadi, saya terlalu bersemangat.” Viriet segera menjauhkan wajahnya dari Tohrei dan memberi penjelasan.


“Saya sebelumnya adalah seorang peneliti, meneliti hal yang tidak diketahui adalah hal yang menarik. Saya mungkin bisa mengungkap rahasia dari darah itu.”


‘Sistem, sebelum aku membuat keputusan, biar aku bertanya. Apa kau bisa mengungkap rahasia dari darah ini lebih dalam?’ Tohrei bertanya pada sistem melalui batinnya.


‘Begitu ya, maka sudah kuputuskan.’


“Baiklah, aku serahkan setetes darah ku padamu. Namun aku harap kau berhati-hati pada darah ini, aku tidak tahu bahaya apa yang ada di darahku karena aku hanya tahu satu fungsinya.”


“Baik tuan, saya akan berhati-hati.”


“Yosh, kalau begitu aku akan pamit, akan kukabari kau menggunakan telepati jika terjadi sesuatu.” Tohrei berjalan keluar.


“Selamat jalan, tuan.”


—Keesokan Harinya Di Kota—


Tohrei dan Ikumi pergi ke guild petualang untuk mengambil hadiah mereka. Selama perjalanan mereka terus dibicarakan karena aksi mereka saat penyerangan monster.


Ketika sampai di guild, semua pandangan teralih ke hadapan mereka. Tohrei dan Ikumi sama sekalo tidak terganggu dengan tatapan mereka. Namun mereka ingin segera berlatih.


Ketika mereka pergi ke meja resepsionis untuk menanyakan hadiah mereka, Tohrei dan Ikumi di arahkan ke lantai dua dimana kantor kepala guild berada.

__ADS_1


Mereka disambut baik olehnya, alasan Bearine ingin bertemu Tohrei secara langsung dalam pengambilan hadiah karena dia ingin membentuk hubungan yang baik dengan Tohrei.


Setelah perbincangan ringan dan pemberian hadiah, Tohrei membahas sesuatu dengan Bearine.


“Kepala guild, aku ingin membahas sesuatu denganmu.” Ucap Tohrei.


“Tak perlu terlalu formal, panggil aku Bearine sudah cukup.”


“Kalau begitu Tuan Bearine, ini mengenai insiden monster kemarin.”


“Ada apa memangnya tuan Yami?” Bearine memanggil Tohrei dengan sebutan Yami karena memang itulah nama yang Tohrei gunakan sebagai petualang.


“Kuyakin kejadian itu tidak hanya akan berlangsung sekali. Orang yang mengendalikan para monster itu pasti tidak menyerah. Dia pasti akan menyerang lagi dengan jumlah dan kekuatan yang lebih besar.”


“Itu cukup masuk akal, apa tuan Yami ingin menyampaikan bahwa kita harus menyiapkan lebih banyak orang dan lebih bersiaga?”


“Tidak, sebaliknya aku ingin tidak ada orang yang membantuku dan rekanku.”


“Maksud tuan?” Bearine tidak mengerti perkataan Tohrei.


“Kami berdua ingin menyerangnya tanpa diganggu dan tanpa dibantu. Itu agar kami mendapat lebih banyak exp. Hanya itu yang kuinginkan.”


“Tapi apa anda yakin bisa dapat mengatasi itu hanya dengan berdua?” Bearine agak ragu menyerahkan itu padanya.


“Percayalah padaku tuan Bearine.” Tohrei membocorkan aura 500 mananya. Mana memiliki auranya tersendiri, semakin besar jumlahnya maka akan semakin menekan. Tohrei entah sejak kapan dapat menekan aura dari seluruh mananya.


‘Jumlah yang mengerikan! Apa dia benar-benar manusia?!’ Bearine berkeringat dingin. Tubuhnya terasa tertekan. Jumlah 100 mana saja sudah cukup hebat bagi seorang manusia, namun jumlah 500 mana membuat Tohrei seolah bukanlah manusia.


‘Apa dia memang bukan manusia?’ Batin Bearine ditengah kengeriannya.


”Baiklah, aku akan percaya, tapi bisakah anda menekan kembali aura anda?” Bearine berkata dengan pucat dan berkeringat dingin.


“Baguslah.” Tohrei menekan kembali aura mananya.


Bearine bernapas lega begitu Tohrei menekan auranya.


Beberapa hari berlalu dan serangan yang kedua terjadi.


“Ho? Jumlahnya 5 kali lipat dari sebelumnya, dengan tambahan monster yang lebih kuat. Nampaknya orang yang mengendalikan mereka sangat waspada.” Tohrei tersenyum tipis melihat para monster dari kejauhan. Ikumi berada di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2