The Endless System

The Endless System
Ch 60 — Menjadi Petualang


__ADS_3

Setelah berjalan beberapa hari, mereka sampai ke pemberhentian kedua yaitu kota Vaelia. Kota ini tidak dikuasai oleh negara manapun. Kota itu hanya dipimpin oleh walikotanya.


Hal itu ia ketahui dari sistem, walau begitu berguna, Tohrei berusaha seminim mungkin untuk menerima informasi dari sistem. Yah, walau kadang sistem memberitahunya bahkan jika tidak bertanya.


Untuk masuk ke kota, mereka harus mengantri. Antrian untuk masuk cukup panjang, kebanyakan yang mengantri adalah kereta kuda dengan penumpangnya.


Setelah menunggu beberapa menit, Torhei dan Ikumi akhirnya bisa melewati gerbang. Mereka harus membayar beberapa koin untuk masuk karena tidak memiliki karu identitas.


Untung saja Tohrei memiliki beberapa keping koin dari sistem. Koin yang ia rampas dari para bandit dia serahkan ke warga desa.


Tohrei memiliki skill penyamaran Camouflage yang mampu menyamarkan wujudnya. Tohrei hanya menggunakan skill itu pada Ikumi untuk menyembunyikan wujud beastmannya. Tohrei tidak menggunakan skill itu pada dirinya karena memakai topeng cukup untuknya. Topengnya tidak terlalu mencolok jadi dia memilih memakai topeng saja.


Begitu memasuki kota, mereka pergi ke guild petualang untuk mendaftarkan diri sebagai petualang tentunya.


Mendaftar sebagai petualang membutuhkan sejumlah koin tembaga dan mereka perlu melakukan pengecekan untuk menaksir peringkat mereka sebagai petualang.


Tohrei menekan kekuatannya saat pengecekkan agar tidak terlalu menarik perhatian. Begitu juga Ikumi yang Tohrei perintahkan. Mereka menekan kekuatan hingga hanya ke level 20, itu artinya rank mereka adalah E.


Tohrei menekan level hingga sekecil itu karena menurut informasi dari sistem, level rank E adalah kisaran level 20. Tohrei dan Ikumi dapat menekan kekuatan mereka secara alami dengan mudah.


Setelah pengecekan, mereka dijelaskan oleh resepsionis mengenai hal-hal penting yang harus diketahui sebagai anggota guild.


Satu, mengenai sistem peringkat. Peringkat petualang dinilai dari levelnya. Peringkat petualang menurut level sendiri sebagai berikut :


F Rank : Level 10 hingga 15

__ADS_1


E Rank : Level 16 hingga 30


D Rank : Level 31 hingga 40


C Rank : Level 41 hingga 50


B Rank : Level 51 hingga 100


A Rank : Level 101 hingga 150


S Rank : Level 151 keatas


Jika dihitung dengan level asli Tohrei, maka dia melebihi S rank.


Setelah melakukan pengecekan, mereka langsung memulai misi pertama. Yaitu misi untuk memburu 15 slime yang mengganggu pertanian warga. Ini misi rendahan tetapi itu tidak apa bagi mereka.


***


“Disini kah?” Tohrei membaca poster misi terlebih dahulu sebelum melihat ke lokasi saat ini.


Lokasi saat ini adalah pinggiran kota, nampak pertanian yang cukup luas sejauh mata memandang.


“Permisi, apa ada orang?” Tohrei berteriak tidak terlalu keras.


Setelah beberapa saat, terlihat seorang pria paruh baya menghampiri mereka. Pria itu mengenakan pakaian layaknya seorang petani.

__ADS_1


“Apakah kalian petualang dari guild?” Tanya pria paruh baya itu sambil mengelap keringatnya. Sepertinya dia berkeringat karena saat ini dia masih bertani.


“Ya, kami datang kesini karena misi memburu slime.” Jawab Tohrei.


“Oh syukurlah, aku adalah orang yang memberikan misi itu. Slime-slime itu selalu memakan apapun di pertanianku. Aku tidak ahli bertarung jadi mengusir mereka sangat sulit. Bahkan walau berhasil ku usir, mereka datang kembali dengan jumlah yang lebih banyak.” Ujar pria paruh baya itu.


“Kami mengerti, jadi kami hanya perlu menjaga pertanian ini dan membasmi para slime itu kan?”


“Ya, tetapi kalian hanya perlu membasmi 15 ekor, aku tidak sanggup membayar lebih jika kalian membasmi terlalu banyak.”


“Tenang saja, kami tidak akan meminta bayaran lebih.”


“Syukurlah kalau begitu, kalau begitu kalian bisa bekerja sekarang, aku akan istirahat sebentar.” Pria paruh baya itu pamit.


Dengan begitu, mereka memulai misi pertama mereka.


***


Beberapa jam berlalu setelah misi mereka dimulai. Pria paruh baya yang memberi mereka misi kembali setelah istirahat. Dia begitu terkejut begitu kembali.


Alasannya karena tindakan Tohrei dan Ikumi, mereka membasmi ratusan slime. Itu dilihat dari berapa banyak inti slime yang ia lihat. Inti slime itu nampak di tumpuk.


“Oh anda sudah kembali? Sepertinya misi kami sudah selesai. Aku yakin dalam beberapa minggu ini slime tidak akan mengganggu pertanian ini.” Tohrei menoleh begitu menyadari keberadaan pria paruh baya itu.


“Bagaimana caraku membayar kalian...?” Pria paruh baya itu terdiam membatu.

__ADS_1


“Tenang saja, anda hanya perlu membayar sesuai yang tertera di misi.”


“Ah..., baiklah.” Dengan demikian, misi mereka selesai.


__ADS_2