
“Eh? Penguasa ingin bertemu denganku?” Gobtina sedikit keheranan mendengar itu dari bibi kobold.
“Ya, aku rasa beliau tidak punya niatan yang buruk, namun aku merasa akan kehilanganmu.” Ujar bibi kobold dengan rasa kekhawatiran.
“Aku tidak mengerti apa yang bibi maksud ... tetapi sepertinya lebih baik aku menemui penguasa sekarang.” Gobtina tahu membuat sang penguasa menunggu bukan hal yang baik, sehingga dia merasa lebih baik menemuinya sekarang.
Gobtina pergi menghampiri Tohrei yang menunggu dan menyapanya dengan hormat.
“Hormat, Tuanku. Apa yang ingin anda inginkan sehingga memanggil saya?” Gobtina berlutut di hadapan Tohrei.
“Haha tak perlu terlalu formal, aku sudah lelah melihat semua penduduk berlutut padaku.” Ujar Tohrei yang meminta Gobtina menyingkirkan sikap formal itu.
“Ah ... baik. Jadi apa yang tuan perlukan dariku? Apa saya melakukan sesuatu yang ... salah?”
“Sebelum aku menjawab itu, biar ku tanya dulu ke dirimu. Apa kau bisa berbahasa manusia?” Tanya Tohrei yang menimpa pertanyaan Gobtina.
Gobtina kebingungan bagaimana dia harus menjawabnya. Pasalnya, mungkin saja pertanyaan ini akan menentukan nasibnya.
Apakah bisa menggunakan bahasa manusia itu dilarang? Atau dia akan direkrut karena bisa berbahasa manusia?
Gobtina menjawab dengan jujur, melakukan itu membuat detak jantungnya berjalan kencang karena sedikit merasakan kepanikan.
“Iya ... saya bisa menggunakannya!” Jawab Gobtina.
“Oh! Kalau begitu bagus! Sekarang, berapa hasil dari 225 ÷ 2?”
“Uh ... bukankah itu tentu saja 112,5?” Jawab Gobtina yang merasa heran dengan lontaran pertanyaan itu.
“Bagus! Kau bisa matematika dasar!” Dia tak pernah dengar ada hobgoblin yang bisa melakukan matematika dasar. Paling hebat hanya pertambahan 1 sampai 50. Itu berdasarkan apa yang dia tanyai pada beberapa hobgoblin hari ini.
__ADS_1
“???” Gobtina hanya bisa kebingungan.
“Tadi kau bertanya bukan alasanku memanggilmu? Alasanku memanggilmu karena kau memiliki potensi!”
“Po ... tensi?”
***
Di suatu tempat, hidup gadis dengan ras blessing goblin. Dia hebat dalam memahami sesuatu, namun kekurangannya ada di matanya yang tidak bisa melihat sesuatu dengan jelas.
Nasibnya bersama blessing goblin menjadi naas ketika hobgoblin lord memperbudak mereka.
Gadis blessing goblin itu terus ditindas karena tidak bisa bekerja dengan benar. Itu tentu lantaran penglihatannya yang sangat buruk.
Akan tetapi, tiba suatu hari ketika seorang manusia menyelamatkan kaum blessing goblin dan memberi mereka kesempatan untuk menjadi bawahan. Mereka diberi nama olehnya, termasuk gadis itu.
Gobtina, itu adalah nama yang diberikan oleh Tohrei pada goblin tersebut. Saat itu, Tohrei sama sekali tidak menyadari potensi yang dimilikinya.
Ada satu hal yang berkesan ketika Gobtina bersama Tohrei.
“Eh? Apa matamu minus?” Tanya Tohrei pada Gobtina yang menyadari itu berkat sistem.
“Minus? Um ... apa maksudnya tuan?” Gobtina tidak tahu istilah seperti itu.
“Hm ... sederhananya, biar ku tanya dirimu. Apa penglihatanmu terasa tak jelas?” Tanya Tohrei dengan lebih sederhana.
Gobtina terkejut, tidak menyangka Tohrei bisa mengetahuinya. Gobtina pun menjawabnya.
“Sejujurnya ... itu memang benar, tuan,” Jawabnya.
__ADS_1
‘Sistem, berapa minus yang dia miliki?’ Tanya Tohrei pada sistem.
[Dia memiliki mata dengan minus 3. Dengan menanyakan ini, apakah anda ingin membuatkan kacamata untuknya?]
‘Ya, apakah kau bisa melakukan itu, sistem?’
[Bisa, dengan 15 poin tukar.]
Tohrei menyetujui itu, seketika sebuah kacamata muncul di tangannya. Tohrei memasangnya ke Gobtina, berharap itu cocok.
“Apakah penglihatanmu jadi lebih jelas?” Tanya Tohrei begitu dia memasang kacamata itu.
Gobtina terkejut karena dengan ajaib penglihatannya menjadi begitu jelas saat memakai kacamata itu.
“Ini ... ! Begitu jelas! Semuanya begitu jelas!” Raut wajah yang senang terlihat betul di wajahnya.
“Syukurlah kalau begitu.” Tohrei turut senang melihatnya.
***
Gobtina diberitahu oleh Tohrei bahwa dia akan menjadi kandidat pertama yang akan dia ajari dalam program pendidikannya.
Tohrei sendiri memberitahu program pendidikan yang dia lakukan untuk mendidik para monster di Ashfriet. Setelah mengajari Gobtina, Tohrei berharap agar dia bisa membantunya dalam mengajari masyarakat.
Gobtina menyetujui permintaan Tohrei, maka pengajaran dimulai.
Tohrei memulai dengan beberapa pelajaran dasar dari dunianya yang sebelumnya. Tanpa disangka kemampuan mengajar Tohrei sangat bagus.
Setelah mengajari Gobtina, Tohrei berencana akan segera memulai pembuatan perpustakaan di Ashfriet.
__ADS_1