The Endless System

The Endless System
Ch 104 — Ujian Yang Berlebihan


__ADS_3

Tohrei terus-menerus bertarung melawan para monster yang terus muncul. Jika dihitung, monster yang ia bunuh disana sudah lebih dari puluhan ribu.


‘Ini aneh, aku sudah mengalahkan begitu banyak monster, tetapi mengapa aku tak naik level sama sekali? Apa karena sistem error? Atau mungkin ... dunia ini bukanlah realitas?’ Tohrei berpikir sembari terus membantai para monster.


Setelah beberapa lama berpikir, dia terpikir suatu cara yang mungkin bisa membuatnya keluar dari tempat ini.


Tohrei berhenti menyerang para monster, sebagai gantinya absolute avoidance bertindak membuat seluruh serangan monster meleset.


“” Satu-satunya solusi yang ia pikirkan, yaitu menghancurkan ruang non-realitas ini agar kembali ke dunia nyata.


Tohrei mengarahkan tangannya ke atas, menggunakan skill annihilation. Namun begitu ia mengucapkan skill, tubuhnya mendadak berat, tulang rusuknya terasa bergeser.


Akan tetapi Tohrei sama sekali tak menurunkan tangannya. Ia terus menegakkan tubuhnya. Perlahan tapi pasti, ruang putih yang Tohrei tempati retak.


“Dia mampu menghancurkan ruang yang kuciptakan?! Ini melebihi ekspetasiku! Kurasa dia memang pantas mendapatkan kekuatan itu.” Walau yang ia ciptakan merupakan ruang level rendah baginya, dia tetap kagum.


Orang yang menjebak Tohrei disini nampaknya dari awal tak berniat buruk. Dia membiarkan Tohrei menghancurkan ruang yang dia ciptakan dan memberinya kekuatan yang sudah ia tentukan ketika Tohrei menyelesaikan ujian ini.


Orang yang sedari tadi mengawasi sebenarnya adalah orang yang disebut sebagai Ratu Spirit.

__ADS_1


[Annihilation naik ke grade X!]


Ruang putih itu pun hancur seperti kaca pecah. Tohrei langsung kembali ke gua yang sebelumnya. Akan tetapi dia tak melihat Eriana sama sekali.


‘Dimana Eri? Apa terjadi sesuatu ketika aku terjebak?’


***


Waktu dalam ruang putih dan dunia nyata tak sama. Walau dalam ruang putih itu Tohrei bertarung lebih dari puluhan jam, namun di dunia nyata itu tak berjalan lebih dari dua jam.


Ketika Tohrei menghilang, Eriana juga terkena oleh silauan yang sangat terang dari kristal-kristal elemental dan ia pun juga berpindah ke ruang yang terpisah dari dunia nyata.


Itu adalah ruang angkasa, namun hanya berupa salinan tak utuh. Itu karena Eriana yang tak memiliki kemampuan khusus untuk bertahan disini masih mampu bernapas.


Eriana berada dalam posisi melayang, ia sangat kesulitan mempertahankan posisi berdiri tegaknya karena ketiadaan gravitasi di ruang ini.


“Aku tak menyangka seorang calon star entity muncul di tempat ini. Ini pasti sudah takdir bagiku untuk membimbingmu.” Sebuah suara terdengar dari segala sisi namun tak terlihat sama sekali pemilknya.


“Star Entity? Apa yang kau maksud? Siapa kau?!” Eriana segera memegang gagang pedangnya, mewaspadai suara asing itu.

__ADS_1


“Aku adalah Star Magic Spirit, aku sebenarnya ingin langsung melakukan kontrak denganmu, tetapi sayangnya kau harus menyelesaikan ujian dariku terlebih dahulu.”


‘Star Magic Spirit? Bukan Starlight magic spirit? Apa kontrak magic spirit mungkin jika berbeda sihir dengan pengontrak?’ Eriana merasa kebingungan karena hal ini.


“Starlight magic milikmu sebenarnya memiliki potensi yang lebih tinggi. Sihirmu bisa berevolusi menjadi Star Magic, sihir yang lebih tinggi dari Starlight magic.” Ungkap sang star magic spirit.


“Star Magic ... aku belum pernah mendengar sihir dengan nama seperti itu ...”


“Kau tak perlu memikirkan itu sekarang, kau hanya perlu memikirkan cara bagaimana cara menyelesaikan ujianku. Karena ... ujianku sangatlah sulit.”


Setelah magic spirit itu berhenti berbicara, muncul sebuah batu angkasa besar melesat ke arah Eriana.


“Be-benda besar apa itu?!” Eriana segera menghindari batu angkasa itu dengan starlight magic, atau lebih spesifiknya menggunakan Celerite Light.


“Untuk sebuah serangan mendadak, kau cukup bagus bisa menghindarinya dengan cepat. Haha tetapi bukan sekedar itu saja ujianku.” Seketika muncul lebih banyak benda langut dan itu semua melesat ke arah Eriana dengan sangat cepat.


‘Bukankah ini terlalu berlebihan?!’


***

__ADS_1


Maaf untuk chapter kali ini cukup pendek dibanding biasanya karena author saat menulis chapter ini sedang tidak dalam mood yang bagus. Jadi agak kacau dan pendek.


__ADS_2