The Endless System

The Endless System
Ch 129 — Evilia Kingdom?


__ADS_3

Usai kekalahannya yang telak, Relon mengatakan pesan yang ingin dia sampaikan. Alasan sebenarnya dibalik pertarungan tadi hanyalah sebagai perbandingan kekuatannya dengan Tohrei.


“Apa anda tahu asal mula Kerajaan Heistihart?” Tanya Relon.


Pertanyaan yang dilontarkan Relon membuat Tohrei berpikir bahwa ini berhubungan dengan pesan yang ingin dia sampaikan.


“Tidak. Memangnya apa hubungannya dengan pesan yang akan kau sampaikan?” Jawab Tohrei dengan begitu saja.


“Kerajaan Heistihart ... awalnya memiliki nama sebagai kerajaan Evelia. Apa kau tahu apa maksudnya ini?” Relon menatap Tohrei dengan suatu maksud.


“Evelia ... ?! Bukankah itu ...” Tohrei terkejut mendengar sebutan Evelia dari mulut Relon. Tentu Tohrei tahu maksudnya.


Evelia merupakan nama keluarga dari ibunya, Elicia Von Evelia.


Tohrei teringat ketika dirinya menanyakan asal usul dari nama Evelia kepada ibunya. Elicia hanya menjawab bahwa Evelia merupakan nama keluarga biasa, dengan gampangnya dia mengatakan bahwa tidak ada satu hal pun yang spesial tentang itu.


Tohrei tidak menyangka bahwa Heistihart merupakan kerajaan yang dulunya bernama Evelia Kingdom. Bukankah itu berarti Ibunya merupakan anggota keluarga kerajaan?


“Kau tadi bilang kalau itu pesan dari nona mu, siapa sebenarnya nona mu itu?” Nona yang dilayani oleh Relon ini nampaknya tahu betul identitas keluarganya hingga menyampaikan pesan semacam itu.


“Nona adalah ... cucu dari kepala pelayan kerajaan yang bernama Ersila Rosfene.” Ungkap Relon kepada Tohrei.


“Ersila ...” Tohrei kembali teringat dengannya, Ersila ... pelayan yang sangat setia pada ibunya dan juga orang yang selalu membantu Tohrei ketika melakukan suatu hal.

__ADS_1


“Nona ku mengatakan bahwa petunjuk tentang keluargamu ada di kerjaaan Heistihart. Hanya itu pesan yang beliau sampaikan,” Tutup Relon.


“Hm ... baiklah terima kasih sudah menyampaikan pesan itu, aku pasti akan ke sana.” Tohrei sebenarnya ingin mendapatkan petunjuk itu sekarang namun memaksa si Relon untuk mengungkapkannya akan membuat kesan yang tidak baik.


‘Lagi pula aku penasaran seperti apa cucu Ersila, aku pasti akan kesana.’ Pikir Tohrei sebelum suatu pengumuman muncul di kristal, itu berisi pemberitahuan penting dari turnamen ini.


“Babak kedua akan berakhir dalam 20 menit, diharap para peserta untuk segera mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya.„


“Ternyata waktu sisa sedikit ya? Kalau begitu aku akan pergi sekarang juga, sampai jumpa Relon.” Melihat pengumuman itu, Tohrei pergi untuk mengambil lebih banyak poin.


Setelah Tohrei sudah nampak cukup jauh, Relon menggumamkan sesuatu.


“Dia mungkin bisa saja mengembalikan kerajaan bobrok itu, aku harus kembali ke nona.” Relon melihat ke arah kristal miliknya, melihat jumlah poinnya untuk memeriksanya.


“Ah ... nampaknya aku tidak akan lolos.” Relon tidak terlalu kecewa, karena dengan dia yang didiskualifikasi lebih awal maka dia bisa lebih cepat membawa kabar Tohrei ke nonanya.


20 menit berlalu, hingga saat itu peringkat satu masih dipegang oleh Tohrei. Daftar pemenang babak ini diumumkan dan para peserta yang lolos maupun tak lolos dikembalikan ke lokasi semula.


Terdapat 8 peserta yang lolos di babak ini, diantaranya adalah Tohrei (Aelion), Eriana (Aelion), Mirano (Beastafaria), Harciest (Aelion), Ristalia (Ruby), Cobra (Beastafaria), Rinkumi (Beastafaria), Jason (Heistihart).


“Ah sial betapa melelahkannya itu!” Harciest mengeluh karena setelah Tohrei pergi pun dia terus berburu, untung saja dirinya lolos di babak ini.


“Oh ternyata kau lolos juga? Tetap dimana Leon?” Rinkumi bertanya kepada Cobra ketika melihat dirinya tanpa Leon.

__ADS_1


“Dia terlalu bodoh hingga lengah ketika musuhnya menyerang.” Cobra mengatakannya sembari menghela napas.


“Siapa yang kau katakan bodoh?! Aku bisa mendengarmu!” Leon, yang kini berada di ruang tunggu mampu mendengar percakapan mereka.


Usai dirinya tereleminasi, Leon masih bisa untuk kembali ke kursi peserta yang ada di ruang tunggu sebagai peserta yang telah tereleminasi.


Namun berbeda halnya dengan Leon yang bisa mendengar percakapan Cobra dan Rinkumi, mereka yang berada di luar ruang tunggu tidak bisa mendengar suaranya.


Disisi lain, Relon yang kembali sebagai peserta yang telah tereleminasi langsung pergi begitu saja.


“Hei Relon, mau kemana kau?” Jason, yang juga berasal dari Heistihart bertanya-tanya ketika melihat Relon tanpa basa-basi langsung akan pergi setelah kembali ke sini.


“Aku akan kembali ke Heistihart, aku harus melaporkan hasil yang ku peroleh ke Nona Alisa.” Jawab Relon sebelum kembali melangkah keluar dari tempat itu.


“Oh ... kalau begitu sampai jumpa ...” Jason belum bisa terbiasa dengan sikap Relon yang seperti itu karena mereka belum kenal cukup lama.


Disamping itu, Jason merasa harus lebih serius dalam turnamen ini karena ketika negerinya saat ini sedang tidak stabil maka dia harus bisa diandalkan untuk membawa kemenangan disini.


Celles secara tak sengaja terkepung ketika dirinya tidak ada sehingga kini hanya Jason seorang diri yang merupakan perwakilan dari Heistihart Kingdom.


Hanya beberapa menit setelah babak kedua selesai, Clowner sudah mengumumkan babak ketiga.


“Mari kita masuk ke babak ketiga!” Dengan begitu bersemangat Clowner memandu acara dan menjelaskankan permainan di babak ketiga.

__ADS_1


“Babak ketiga yaitu penjelajahan dungeon! Terdapat empat lantai di dungeon ini yang masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda, empat orang pertama yang mencapai lantai terakhir akan lolos ke babak berikutnya. Sementara itu yang tidak mampu mencapai lebih dahulu tentu saja akan terdiskualifikasi.” Ujar Clowner pada para peserta yang tersisa dan para penonton.


“Apa kalian sudah siap?! Mari kita ke babak ketiga besok!”


__ADS_2