
Sebelum mengatakan niatnya Tohrei sempat melihat status sang raja kobold dengan appraisal.
[Name : None
Tittle : The King Of Kobold
Level : 95
Race : Kobold King
STR : 80
AGI : 75
VIT : 65
INT : 20
Sedikit Informasi :
Sang Kobold King yang menguasai ras kobold dibawahnya.]
Jika dilihat dia sangat jauh dibawah Tohrei dalam segi stat.
__ADS_1
Kembali ke waktu saat ini :
Sang pemimpin kobold tersentak kaget mendengar tawaran Tohrei, dia mengeluarkan aura yang menekan. Namun aura itu sama sekali tidak mempan kepada Tohrei. Bagaimana tidak? Tohrei memiliki skill absolute avoidance yang membuatnya tidak mempan terhadap serangan apapun.
“Beraninya kau menawarkan hal semacam itu kepada raja ini?!”
Tohrei hanya berdiri santai menatapnya sambil menaruh kedua tangannya di saku celana.
‘Auraku tidak menekannya?’ Sang raja kobold menyipitkan matanya.
“Menekanku dengan aura sama sekali tidak berguna.” Tohrei tersenyum percaya diri.
Pada akhirnya raja kobold berhenti mengeluarkan auranya dan menghela napas. “Aku tidak mengerti, apa maksudmu ingin menjadikan ku pengikutmu manusia.”
Jika monster di wilayahnya keluar maka monster itu tidak perlu ia taklukkan atau bunuh bukan? Ini adalah pilihan ketiga dalam misi yang tidak tertulis. Tohrei sudah memastikannya dengan bertanya kepada sistem.
“Wilayahmu?! Beraninya kau mengklaim wilayah kekuasaan raja ini—!”
“Bagaimana jika kita buat kesepakatan? Berduel denganku, jika aku menang maka kau beserta bawahanmu akan menjadi pengikutku, namun jika aku kalah, aku akan memberikan semua ini.”
Tohrei menggunakan creation, dia menciptakan berbagai perlengkapan tempur di hadapannya. Perlengkapan itu terbuat dari logam berkualitas tinggi. Semua itu hampir memenuhi ruangan. Sedangkan Tohrei lihat perlengkapan perlengkapan milik kobold hanya sebatas pelindung kulit dan persenjataan berbahan batu. Ini seharusnya adalah tawaran yang menggiurkan baginya.
“Aku awalnya berniat untuk langsung menghabisimu, aku sebenarnya bisa langsung melakukan itu dalam sekejap, tetapi aku terpikir ide lain yang kupikir menarik dan ide inilah yang terpikir olehku, bagaimana menurutmu tawaranku ini?”
__ADS_1
“Betapa percaya dirinya kau manusia! Akan kuhancurkan rasa percaya diri itu! Aku, sang raja kobold menerima tantanganmu!” Sang raja kobold berdiri dari singgasana dengan wajah kesal.
***
“Hei! Katanya raja akan melawan seorang manusia!” Seorang kobold memberitahu kawan di sampingnya.
“Benarkah? Kalau begitu kita harus melihatnya!” Mereka pergi ke tengah desa yang sudah dikerumi oleh banyak kobold. Disana terdapat Tohrei dengan raja kobold yang bersiap untuk berduel.
“Apa kau sudah siap?” Tohrei menunggu selesainya persiapan sang raja kobold.
“Ya. Biar kuperingati kau sebelum duel dimulai, hilangkan kesombonganmu sebelum akhirnya menyesal.” Raja kobold memberi peringatan kepada Tohrei. Dia tidak membawa apapun di tangannya.
“Sombong? Siapa yang sombong disini, lebih baik segera mulai duel ini!”
“Mulai!” Seorang kobold yang berperan sebagai wasit memberikan tanda.
Tohrei langsung melesat ke arah raja kobold. Tohrei ingin mengetes satu serangan kecil terlebih dahulu sebelum dia mengakhiri pertandingan ini dengan cepat.
Dia mengeluarkan pukulan kepada raja kobold. Namun serangan itu dapat ditangkis oleh raja kobold. Alasan serangan Tohrei dapat ditangkis olehnya karena Tohrei hanya menggunakan 80 STR. Itu membuat mereka terlihat seri. Tak ada alasan khusus mengapa dia hanya menggunakan STR sekecil itu, dia hanya ingin merasakan bagaimana jika STR nya setara dengan raja kobold. Tohrei kemudian mundur beberapa langkah.
“Huh? Hanya itu saja kemampuanmu?” Raja kobold berbicara dengan nada merendahkan. Namun dia sendiri merasa kesulitan untuk menangkis serangan Tohrei. Tohrei hanya tersenyum tipis mendengar ucapannya.
“Sudah cukup, duel berakhir ‘Raja’ kobold.” Raja kobold terkejut ketika mendengar suara Tohrei dari belakang. Segera ia menoleh ke asal suara. Namun belum sempat melihat, dia tersentak kaget.
__ADS_1
Tohrei berada tepat di depan raja kobold saat dia sedang menoleh ke belakang. Dengan menggunakan telapak tangan kanannya, ia menekan tubuh raja kobold ke tanah hingga membuat tanah yang mereka injaki retak. Raja kobold memuntahkan liurnya karena itu. Seketika dia pingsan setelah dihantam oleh telapak tangan Tohrei.