
Pertandingan semi final telah usai, Eriana dikirim ke ruang rawat karena keadaannya yang masih tidak sadarkan diri walau dirinya telah disembuhkan oleh elixir yang Tohrei dapatkan.
Untung saja tidak ada seorang pun yang menyadari apa yang Tohrei lakukan, itu karena dirinya yang menggunakan time slow sehingga pergerakannya akan terlihat sangat cepat di mata orang normal.
Setelah waktu istirahat 10 menit, pertarungan final antata Tohrei dengan Rinkumi dimulai. Rinkumi sangat serius melawan Tohrei karena melihat pertarungan antara Tohrei dengan Eriana sebelumnya membuat dirinya merasa lemah.
Rinkumi hanya berharap setidaknya bisa memberi satu tebasan di tubuh Tohrei namun pada akhirnya dirinya berujung kalah setelah dipancing Tohrei untuk keluar arena.
Tohrei dinyatakan sebagai pemenang turnamen ini, dengan kata lain turnamen ini dimenangkan oleh Aelion Empire.
Karena menjadi pemenang, Tohrei dihadiahi sebuah piala, sejumlah uang yang sebenarnya tidak terlalu penting bagi Tohrei dan juga sebuah alat sihir berupa miniatur mansion yang jika digunakan maka miniatur itu akan berubah menjadi mansion asli dan bisa diatur menjadi miniatur kembali.
Karena turnamen telah selesai, maka Tohrei kini bisa menerima hadiah dari sistem.
[Misi selesai!]
[Anda dihadiahi :
(1) Buku misterius Vol. 2
(2) Buku misterius Vol. 3
(3) 1.000 Status Point]
__ADS_1
“Misi ku disini sudah selesai ... kurasa aku akan langsung pergi.” Tohrei niatnya ingin langsung ke kerajaan Heistihart untuk menemui cucu dari Ersila namun dia mengurungkan sementara tujuannya itu dan pergi ke ashfriet lebih dulu.
Tohrei berpamitan dengan yang lain dan bocah lioned yang menantangnya walau sebenarnya dia tidak ingin bertemu kembali dengannya.
Dengan begitu Tohrei pergi dari arena setelah menjadi pemenang. Dia tidak langsung pulang ke ashfriet dan memilih untuk melewati kerajaan beastafaria tanpa teleportasi karena penasaran dengan budaya kota lain yang ada di beastafria. Tohrei mendengar bahwa budaya dari setiap kota di beastafaria berbeda-beda.
Tohrei pergi menuju ke kota yang menjadi pusat pertanian di beastafaria. Kota itu kebanyakan dihuni oleh ras Usaginou yang memang ahli dalam pertanian.
“Wow ... kota ini terlihat berbeda dengan ibukota ... rasanya seperti aku kembali ke kampung halamanku di jepang.” Tohrei tiba di kota tersebut dan langsung disambut oleh lahan pertanian yang sangat luas. Tohrei tiba disini dalam beberapa jam karena menggunakan kecepatan suara.
Kota ini terlihat sangat sederhana namun luas lahan pertaniannya bahkan melebihi wilayah ibukota Beastafaria. Melihat kota ini mengingatkannya kembali dengan kampung halaman orangtuanya di jepang.
Tohrei dulunya memiliki seorang kakek dan nenek yang menetap di desa. Mereka berdua mengurus sebuah sawah dan terkadang Tohrei mengunjungi mereka.
Tohrei memasuki kota dan mengelilingi lahan pertanian di sana. Tohrei merasa penasaran karena tanaman yang ditanam disini kelihatan asing.
Tohrei berencana untuk membuat lahan pertanian di Ashfriet karena dirinya tidak bisa selalu menciptakan makanan untuk penduduk Ashfriet. Tohrei sudah memerintahkan Ifrit untuk memerintahkan penduduk untuk bertani sesuai instruksi yang Tohrei berikan. Namun, Tohrei belum melihat seperti apa hasilnya.
Mumpung dirinya ada di kota pertanian ini, Tohrei membeli beberapa bibit untuk ditanam di Ashfriet. Dengan membeli bibit-bibit ini, maka produk dari Ashfriet menjadi lebih beragam.
Benih merupakan makhluk hidup, sehingga Tohrei tidak mungkin menciptakan ulang hal itu dengan skill Creation.
Setelah mengunjungi kota itu, Tohrei pergi ke kota lain yang menjadi perbatasan antara Kerajaan Beastafaria dengan Kerajaan Thornia.
__ADS_1
Kota perbatasan itu dihuni oleh sebagian besar Ras beastman Arieshia. Seperti yang diketahui, ras itu sangat haus pengetahuan sehingga Tohrei bisa menebak bagaimana kota ini akan terlihat.
Tohrei menebak bahwa kota itu akan dipenuhi oleh kutubuku atau ilmuan. Tebakan Tohrei itu benar ketika dirinya sampai di kota itu.
Kota ini tampak seperti ibukota Beastafaria namun terdapat berbagai macam alat sihir temuan yang sulit ditemukan di kota lain.
Ngomong-ngomong, para ras Arieshia disini terlihat sangat sibuk membaca buku bahkan ketika bekerja.
Disini juga ada perpustakaan, Tohrei mengunjungi perpustakaan itu karena penasaran dengan isinya.
Tohrei membaca buku dengan sangat cepat berkat stat INT yang tinggi membuat pemahamannya dalam membaca sangat gila.
Ketika dirinya berkeliling untuk membaca buku, Tohrei secara tak sengaja menemukan beberapa dongeng yang rasanya familiar, ketika membacanya Tohrei teringat dengan dongeng dari dunianya yang entah mengapa terasa mirip.
Usai membaca ratusan buku, Tohrei tidak menyangka bahwa matahari sudah hampir terbenam. Namun dirinya langsung melanjutkan perjalanan dan pergi menuju kerajaan Thornia.
Berkat kartu petualangnya, Tohrei bisa dengan mudah melewati kerajaan-kerajaan di benua ini, apalagi rank nya yang cukup tinggi.
Kerajaan Thornia cukup kecil, namun Tohrei bisa merasakan kalau kerajaan kecil ini cocok untuk hidup santai, namun setelah menempati kerajaan itu, Tohrei pergi melewati kerajaan Silvene yang tampaknya tidak terlalu senang dengan keberadaan orang asing sehingga dia langsung pergi dari kerajaan itu dan sampai ke hutan Ashfriet.
“Akhirnya sampai juga ...” Tohrei bisa mencium bau hutan yang familiar disini, yang menandakan ini benar-benar hutan Ashfriet.
“Sekarang, mari kita lihat bagaiamana keadaan yang lain!”
__ADS_1
...~Thirth Arc : Magic Academy{End}~...