The Endless System

The Endless System
Ch 90 — Monster Summoning


__ADS_3

Note : Ada revisi untuk chapter sebelumnya, setelah Tohrei menggunakan gluttony pada darkness magic : dark predators seharusnya Tohrei gk dpet darkness magic melainkan dark predators karena di ch 66 Tohrei udah dpet darkness magic. Maaf atas sedikit kesalahan ini.


____


“Bagaimana mungkin ... ? Bahkan setelah semua itu ... ?!” Cresil tak percaya, serangan yang ia lancarkan semuanya hampir setara dengan kekuatan penuh miliknya, namun itu tidak mempan sama sekali pada Tohrei.


Itu semua belum kekuatan penuh dari Cresil, tetapi itu termasuk serangan terkuatnya. Jika kekuatan sebanyak ini belum cukup untuk menumbangkan Tohrei, maka ia harus menggunakan kekuatan penuhnya. Ini semata-mata hanya untuk alat yang diperlukan untuk tuannya.


Hadiah utama dari turnamen ini adalah sesuatu yang diperlukan oleh majikannya. Hadiah itu sangat penting bagi majikannya karena itu adalah alat yang akan menjadi kunci utama masalah mereka.


“Kau ... kau bukan manusia!” Tegas Cresil dengan raut wajah kesal.


“Aku manusia sungguhan, justru yang harus disebut begitu adalah kau. Sudah tidak ada gunanya menyembunyikannya lagi. Tunjukkan jati dirimu yang sebenarnya.” Tohrei berjalan pelan menuju ke arah Cresil.


“Jati diri? Ha! Hahahahaha!! Gahahahaha!!” Cresil secara tiba-tiba tertawa keras seolah dirinya menjadi tak waras.


Cresil sudah tidak peduli lagi, hadiah yang diinginkan oleh majikannya itu tidak akan ia pedulikan.


Cresil melempar topengnya, seketika penampilannya berubah. Dari yang awalnya hanya terlihat seperti manusia biasa, kini Cresil nampak seperti seorang iblis. Mata hitam dengan pupil merah, telinga runcing namun rak panjang, dan gigi taring yang panjang.


Para penonton sontak terkejut, Cresil yang mereka kira cuman manusia pengguna sihir kegelapan ternyata berbeda, dia terlihat seperti iblis asli yang diceritakan di dalam buku dongeng.


Bagi masyarakat di benua ini, iblis atau demon dianggap hanya dongeng karena tak ada satu pun orang yang melihatnya secara langsung. Namun, tidak diragukan lagi jika Cresil adalah murni iblis.


Para penonton seketika panik, tiada satu pun dari mereka yang meragukan keasilan ras Cresil. Bahkan, sang wasit kabur sesegera mungkin dari arena. Namun beberapa orang seperti peserta dan mantan peserta tidak merasa panik, mereka hanya meningkatkan kewaspadaan mereka.


Beberapa penonton biasa mencoba bertahan di kursi mereka, mereka ingin melihat sedikit lebih lama iblis yang awalnya mereka pikir hanya dongeng. Walau nekat tetapi ini menarik bagi mereka.


“Ternyata benar, ini tidak diragukan lagi! Aku bertemu dengan iblis lagi.” Tohrei akhirnya merasa puas melihat penampilan asli Cresil.


“Sekarang tidak ada jalan lari lagi untukmu! !”


Cresil menciptakan sekumpulan humanoid yang seluruh tubuhnya dipenuhi kegelapan dengan sihirnya. Mereka disebut boneka kegelapan.

__ADS_1


“Jika dibandingkan dengan iblis yang sebelumnya, kau nampaknya terlihat lebih iblis.” Tohrei bergumam, mengabaikan kehadiran sekumpulan darkness puppet itu, dia masih fokus pada penampilan Cresil.


“Sialan! Kenapa kau begitu santai?! Darkness puppets! Habisi dia!” Titah Cresil pada para boneka kegelapan.


“Memangnya kenapa kalau aku terlalu santai? Kau pikir aku akan tertekan oleh seorang iblis? Asal kau tahu, sebelum ini aku sudah bertarung dengan iblis lain.”


“!”


“!”


Dua monster hasil summon seketika muncul. Kedua monster itu adalah hasil summon dari iblis yang pertama kali Tohrei temui.


“Apa-apaan itu, aku tidak tahu kalau dia bisa memakai summon!” Harciest yang masih menetap terkejut melihat skill itu, bahkan sepengetahuannya, memanggil wyvern bahkan cukup sulit untuk monster summoner biasa.


“Dia memang sungguh misterius, dia seolah berada di dunia yang berbeda.”


“Ah? Itu ternyata kau Zen?” Harciest menoleh ke asal suara. Ia menemukan Zen juga tak meninggalkan tempat ini.


“Hmp.” Zen hanya mengejapkan matanya, mengabaikan perkataan Harciest. Mereka sedikit akrab sebelum turnamen karena bertemu secara kebetulan.


Ketika Tohrei dulu mengalahkan kedua monster tersebut, ternyata mereka tidaklah mati melainkan putus kontrak dengan summoner dan kembali ke dunia asal mereka.


Tohrei pernah mencoba sekali mengsummon kembali mereka dan berhasil. Kini ia mencobanya lagi disini.


“Apa?! Tidak mungkin! Bukankah itu skill milik pengkhianat itu?!” Cresil terkejut, skill dari demon yang ia kenal ternyata berada di tangan Tohrei.


“Lenyapkan para boneka bayangan itu.” Tohrei memerintahkan itu pada kedua monster summonnya.


Kedua monster itu tanpa ragu melakukannya karena memang itulah kontrak yang mereka lakukan.


Black magic lion memiliki karakteristik sihir yang mirip dengan darkness puppet sehingga dia bisa melawan mereka tanpa kesulitan.


Sementara itu phantom Wyvern yang juga sama-sama memiliki atribut kegelapan, melesat ke arah Cresil dan mampu menghadapinya dengan cukup seimbang.

__ADS_1


‘Kadal sialan ini! Bagaimana dia bisa menyamaiku?!’ Cresil percaya diri dengan kekuatannya, sehingga hanya menghadapi wyvern seharusnya tak sulit. Namun wyvern di depannya seolah beda tingkat, dia terasa hampir seperti naga.


Bagaimana itu bisa terjadi? Itu karena Tohrei sebagai summoner mereka, sangat kuat sehingga potensi mereka terbuka.


Karena kesamaan atribut, pertarungan diantara mereka sangat sengit. Namun itu tak berlangsung lama karena black magic lion sudah selesai dengan urusan menghadapi darkness puppet sehingga kini ia pun ikut membantu menghadapi Cresil.


Cresil kalah jumlah, dia kewalahan melawan kedua monster dihadapannya. Ketika Cresil akan dihabisi, Tohrei menghentikan kedua monsternya. Dia menghampiri Cresil dan bertanya.


“Sebelum kau tiada, ada yang ingin kutanyakan, kenapa iblis sepertimu ada disini? Apa karena hadiah dari turnamen ini? Memang seberapa berharganya itu bagimu?”


“Berharga? Hahaha! Aku sudah tidak peduli dengan itu! Yang terpenting bagiku sekarang adalah menghabisimu! Aromamu yang lezat membuatku ingin mencabikmu hingga hancur lebur!”


“Blaince! Tumbalkan aku! Gunakan seluruh kekuatanmu! Habisi dia tanpa ampun!” Seluruh tubuh Cresil menggelap dan akhirnya meledak dan menimbulkan asap hitam yang tebal.


“Betapa cerobohnya, seharusnya aku gunakan regnare!”


“Mundur!” Tohrei memerintahkan kedua monsternya untuk mundur.


Baru saja melangkah mundur, sesosok kegelapan muncul dari belakangnya dan mencoha merobek Tohrei dengan cakarnya. Namun Tohrei dengan sigap menghempaskan sosok itu dengan kakinya.


Sosok kegelapan itu adalah Blaince, dia nampak seperti wujud biasanya, namun kini dia terlihat sangat mengerikan dan tubuhnya berukuran lebih besar.


Setelah dihempas olehnya, Blaince tak menyerah, dia kembali menyerang Tohrei secara langsung. Namun Tohrei menghindari serangannya dengan mudah sambil tersenyum.


Tohrei dengan cepat mengaktifkan skill pada Blaince. Seketika sosoknya terserap ke dalam tubuh Tohrei dalam sekejap.


[Darkness Spirit : Blaince telah diserap! Anda kini bisa memanggil Blaince menggunakan spirit summoning! Blaince akan menuruti seluruh perintah anda!]


“Ha? Hadiahnya bukan kemampuan? Tetapi spirit? Sungguh menarik.”


“Oh ya, seharusnya aku menggunakan darkness magic juga padanya, mungkin dia akan tambah kesal. Tapi aku lupa kalau aku pernah dapat sihir itu.” Tohrei jarang melihat statusnya sehingga kadang skill yang jarang ia pakai sering kali dia lupakan. Contohnya saja monster summoning yang baru Tohrei pakai dua kali.


[Misi Skenario Utama Selesai! Anda akan menerima hadiah dari sistem!]

__ADS_1


“Oh? Misinya akhirnya selesai juga.”


__ADS_2