The Endless System

The Endless System
Ch 133 — Memakan Ubi


__ADS_3

[Key Yams


Sebuah ubi yang menyimpan sebuah kunci di dalamnya. Rebus ubi ini lalu makan tanpa sisakan sedikit pun maka pintu menuju lantai keempat akan terbuka.]


“Wow ... semakin lama ini semakin aneh caranya ... aku harus makan ubi ini?” Tohrei menggunakan appraisal untuk memeriksa ubi ini, siapa sangka hasilnya akan seaneh ini?


Namun, karena sudah tertulis disana, maka Tohrei tetap harus melakukannya.


Orang lain mungkin akan kerepotan karena harus merebusnya di tengah hutan seperti ini. Akan tetapi, Tohrei bisa melakukannya dengan mudah karena memiliki skill creation.


“” Tohrei dengan skillnya menciptakan sebuah kompor dengan sebuah panci untuk merebus ubi yang akan ia masak.


Tohrei menciptakan air ke dalam panci itu dan merebus ubi yang akan ia makan. Dia tak lupa menutupnya. Kini, Tohrei hanya perlu menunggu ubi itu matang.


Kompor yang dia gunakan tidak menggunakan gas melainkan menggunakan baterai yang ada di dalamnya sehingga sumber api tidak ada masalah.


“Oh ya aku lupa dengan monster ini! Apa yang sebaiknya ku lakukan ya dengan monster ini?” Tohrei menoleh ke arah monster yang sedari tadi sudah dia perintahkan dengan regnare untuk diam.


Monster itu masih diam mematung karena masih dalam pengaruh skill regnare. Namun dari kelihatannya, monster itu sudah sangat lelah hingga seluruh tubuhnya kesakitan.


“Hm? Apa kau merasa kesakitan?” Tanya Tohrei ketika melihat ekspresi yang terpampang di wajah monster itu.


Monster itu mengiakan ucapan Tohrei karena sudah tidak tahan. Namun respon yang diberikan oleh Tohrei membuatnya ketakutan.


“Kalau kau merasa begitu kesakitan maka tidak apa jika aku lahap tubuhmu kan? Dengan begitu penderitaanmu akan berakhir.” Senyum jahat terlukis jelas diwajah Tohrei saat ini, membuat monster itu sangat merinding ketakutan.


“” Dengan nada yang mengerikan Tohrei melahap monster itu.


[100 EXP diperoleh]

__ADS_1


[Skill Disguised in Nature diperoleh]


“Skill? Aku cukup beruntung nampaknya, mari lihat skill apa ini.”


[Skill : Disguised in Nature


Type : Pasive


Grade : B


Deskripsi :


Sebuah skill yang bisa membuatmu tersamarkan di alam. Tak akan ada yang menyadari keberadaanmu ketika berada di alam yang hijau, namun skill ini tidak akan berefek pada orang dengan level lebih tinggi dari pengguna.]


“Oh! Skill ini sepertinya berguna! Yah walau aku sudah punya skill yang serupa ... tetapi skill ini tidak memerlukan aktivasi!” Tohrei merasa senang mendapatkan skill itu.


Skill ini tidak berguna untuk monster itu mungkin karena levelnya terlalu rendah dihadapan Tohrei.


Tohrei mengambil ubi dari dalam panci dengan telekinesis sambil berpikir tentang cara mudah untuk memakan ini.


“Jika ku makan ini dengan gluttony kira-kira efeknya bekerja atau tidak ya?” Tohrei cukup berpikir keras, jika ini gagal maka jumlah kunci yang bisa digunakan untuk pergi ke lantai keempat akan berkurang.


[Efek ubi akan tetap bekerja walau dikonsumsi dengan skill gluttony jadi anda tidak perlu mengkhawatirkannya.]


“Jadi begitu ya? Terima kasih atas jawabannya, sistem.” Tohrei segera melahap ubi itu dengan skill gluttonynya.


[1 EXP diperoleh]


“1 exp? Apa-apaan itu?” Usai Tohrei mengatakan itu, sebuah pintu muncul.

__ADS_1


Pintu itu terlihat layaknya pintu biasa namun ketika Tohrei membukanya, cahaya putih yang sangat terang bersinar.


“Kurasa ini pintu menuju lantai empat.” Tohrei tanpa basa basi memasuki pintu itu dan tiba di lantai keempat sebagai orang pertama.


***


30 menit berlalu sejak Tohrei tiba di lantai ketiga dan pergi ke lantai keempat. Disaat itu Eriana sudah berhasil naik ke lantai 3.


Sama seperti Tohrei, Eriana juga diincar oleh monster pohon. Akan tetapi monster pertama yang dia hadapi tidak memiliki ubi di akarnya. Setelah itu muncul lagi beberapa monster pohon, diantara monster pohon itu ada satu yang memiliki ubi di akarnya.


Eriana baru menyadari keberadaan akar itu setelah mengalahkan semuanya. Eriana merebus ubi itu karena sedikit merasa lapar. Dia sama sekali tidak merasa curiga dengan ubi itu karena firasatnya.


Tanpa Eriana sangka ubi itu membuat sebuah pintu yang mengarah ke lantai ke empat. Eriana tampak seperti cukup beruntung.


Beberapa menit setelah Eriana pergi, Jason dan Harciest tiba di lantai ketiga. Mereka berdua sama-sama berada dalam kondisi yang lapar dan secara tak sengaja menemukan satu monster pohon.


Mereka menghadapinya bersama dan seolah menjadi teman, namun itu berubah ketika mereka lihat sebuah ubi ada di akar pohon itu.


Keadaan yang lapar membuat mereka memperebutkan ubi itu. Pertarungan itu dimenangkan oleh Jason yang menggunakan sedikit trik untuk mengecoh Harciest.


Ubi itu jika direbus maka akan membawanya ke lantai keempat, namun Jason malah memakan ubi itu dengan dibakar.


Akan tetapi tidak diduga bahwa itu tetap membawanya ke lantai keempat. Walau begitu ada efek samping ketika memasaknya dengan metode yang tidak tepat. Efek samping itu adalah membuat orang yang mengkonsumsinya sakit perut.


Jason tiba di lantai ke empat dengan kondisi sakit perut.


Sementara itu, Miruno tiba di lantai ketiga tak lama. Dia hanya berkeliling dan membasmi para monster pohon dengan monster summonnya. Dia secara tak sengaja menemukan dua ubi, yang menjadi kunci terakhir.


Begitu Rinkumi tiba di lantai ketiga, Miruno memberi satu ubi kepadanya.

__ADS_1


Para demihuman sering memakan sesuatu dengan metode mentah sehingga Rinkumi dan Miruno memakannya tanpa mengolahnya dikarenakan sedang dalam turnamen.


Sama seperti Jason, akibat salah metode, mereka merasa sakit perut hingga di lantai keempat.


__ADS_2